Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Monday, 2 October 2017

Mengumpulkan Bekal Terbaik


Allah Swt. berfirman, “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa : 47)

Sesungguhnya setiap apa yang kita lakukan, pasti akan mendapatkan balasannya kelak di akhirat. Amal perbuatan kita akan dihitung, ditimbang dan diberi balasannya. Ini adalah kebenaran, dan wajib kita meyakininya.

Keyakinan pada hari perhitungan ini akan melahirkan sikap yang luar biasa dalam diri kita. Tentu tidak ada yang ingin merasakan kesengsaraan hidup di akhirat, sehingga kita akan sekuat tenaga menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan buruk dan perbuatan yang menyalahi petunjul Allah dan tuntunan Rosululloh Saw. Kita akan berupaya sekuat tenaga untuk hanya melakukan perbuatan yang diridhoi Allah dan sesuai petunjuk Rosululloh Saw.

Kebaikan sekecil apapun akan kembali kepada kita, dan keburukan sekecil apapun akan kembali kepada kita. Kitalah yang mengundang kebaikan bagi diri kita sendiri, dan kita pula yang mengundang petaka untuk datang kepada diri kita. Na’udzubillahi mindzalik. Jadi, kita tidak akan celaka oleh perbuatan orang lain, kita akan celaka oleh perbuatan diri kita sendiri. Sebagai contoh, seorang mujahid yang gugur di medan jihad, tidak bisa meraih syahid disebabkan niat yang salah di dalam hatinya. Oleh karena itu, yang paling berbahaya dalam hidup kita adalah kezholiman yang diri kita sendiri.

Kita senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar dilimpahi hidayah sehingga kita terampil mengendalikan diri untuk hanya melakukan perbuatan yang Allah ridhoi. Karena inilah sebaik-baiknya bekal yang akan kita bawa ke akhirat kelak. Inilah sebaik-baiknya amal yang akan ditimbang di pengadilan Allah Swt. Hidup di dunia ini sebentar saja, maka sungguh merugi diri kita ini jika memikul bekal-bekal yang buruk dan sia-sia, sudah berat memikulnya, ditambah nanti hanya mendatangkan kerugian bagi diri kita sendiri.

Maka, beruntunglah orang-orang yang bisa memanfaatkan hidup yang singkat di dunia ini untuk mengumpulkan bekal yang baik-baik saja. Bekal-bekal yang Allah ridhoi saja. Karena inilah yang akan kembali kepada kita kelak di akhirat berupa keselamatan dan kebahagiaan di surga yang penuh kenikmatan.