Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 29 September 2017

Menjaga Pola Hidup Hemat









Sahabatku, jadikanlah kesempatan hidup dalam serba keterbatasan sebagai latihan untuk membiasakan hidup hemat dan bersahaja. Sebab, kebiasaan ini sangat bermanfaat saat kita berada dalam kondisi apa pun. Jika kita kaya, membiasakan hidup hemat dan bersahaja merupakan sesuatu yang baik. Ketika kita menjadi pejabat, membiasakan diri hidup bersahaja dan sederhana juga merupakan sesuatu yang terpuji. Hidup hemat dan sederhana adalah perilaku yang positif. Itu sebabnya, ia perlu dilakukan oleh setiap orang. Sebab, menghambur-hamburkan kekayaan tidak memberikan keuntungan apa-apa kecuali popularitas yang sifatnya semu dan merendahkan.

Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang sangat bijaksana dan adil dalam memimpin negara. Tidak heran jika ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Suatu hari, salah seorang sahabatnya datang untuk memberikan informasi kepadanya. Semua itu dilakukan dengan hati yang tulus. Sahabat itu menginformasikan bahwa putra sang khalifah telah membeli sebuah cincin batu giok dengan harga sangat mahal, yaitu 1000 dinar.

Seketika raut muka sang khalifah berubah merah pertanda sedang murka. Dipanggilnya sang putra dan dinasihatinya dengan lembut, "Wahai, Anakku! Aku dengar, kau membeli sebuah cincin seharga 1000 dinar. Benarkah?" Sang putra dengan penuh hormat menjawab, "Benar, Ayahanda." Sang khalifah melanjutkan. "Juallah cincin itu, lalu berilah makan 1000 orang miskin! Kau boleh memakai cincin yang terbuat dari besi. Tuliskanlah pada cincin itu kalimat "Allah menyayangi orang yang menyadari nilai dirinya."

Kisah di atas setidaknya mengajarkan empat hal kepada kita. Pertama, pola hidup hemat. Keberlangsungan dan kemakmuran suatu bangsa bisa diwujudkan jika seluruh komponen masyarakatnya terbiasa dengan pola hidup hemat.

Kedua, teladan yang baik. Seorang pemimpin atau pejabat hendaknya memberikan contoh yang baik, terlebih hidup hemat, dimulai dari diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Ketiga, kepedulian sosial. Pola hidup hemat harus diiringi dengan peningkatan kepedulian sosial.

Keempat, membentuk sifat tawadhu' (rendah hati).

Sahabatku, apakah hidup kita mau terus bermewah-mewahan dengan kekayaan yang kita punya? Ingat, sebuah bangsa akan hancur ketika masyarakatnya mencintai dunia melebihi segalanya.