Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Thursday, 21 March 2019

Everyday Is Al-Qur'an










Sahabat, hidup bersama Al-quran merupakan suatu kenikmatan yang sangat indah. Karena Al-quran adalah sumber kemuliaan. Siapapun yang menjadikan Al-quran sebagai panduan dan pedoman hidup maka akan mendapatkan kemuliaan. Lalu, bagaimana cara mendapatkan kemuliaan tersebut?

Untuk mendapatkan kemuliaan tersebut kita harus membaca (tilawah), mengkaji serta memahami Al-quran. Dan dari membaca Al-quran bisa melahirkan jiwa yang sabar, melembutkan dan mengkokohkan hati, serta sebagai nasihat dan obat tatkala hati sedih dan gundah.

Dan inilah kegiatan tilawah quran di Yayasan Rumah Yatim Indonesia. Semakin anak-anak berinteraksi dengan Al-quran setiap harinya, itu akan menjadi suatu kebiasaan bagi mereka. Semoga Al-quran akan menjadi cahaya bagi anak-anak dan bagi kita semua serta bisa menerangi kehidupan kita dengan menjadikannya sebagai petunjuk dalam menjalani hidup. Amin....




Wednesday, 20 March 2019

Isi Hati Anak Dengan Al-Qur'an









Seorang pria menangis, kemudian ada orang menanyakannya kenapa dia menangis. Orang yang menangis ini lalu mengatakan, “Aku memiliki seorang putra, aku pikir aku akan membuat dia bisa membaca dan menulis dan akan menjadi orang besar. 
Dan kami memberinya pendidikan yang terbaik dengan mengirimnya belajar ke luar negeri.


Lalu tiba-tiba ia jatuh sakit dan dokter menyerah dengan keadaannya. Dia menghitung napas terakhirnya dan dia berkata kepadaku, ”Ayah, bawakan semua sertifikat dan ijazahku kemari!!! ”


Dia berkata sambil menatapku . ”Ayah, ini semua gelarku, tapi ayah tidak mengajariku Al-Qur’an. Bagaimana aku akan menghadap Allah ? “


Aku berdiri di depannya dan dalam beberapa saat dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Hikmah:


Sebagian besar dari kita peduli dengan kehidupan duniawi ini, tapi lupa dengan kehidupan akhirat. Didiklah anak-anak kita bukan hanya ilmu dunia. Tapi juga ilmu akhirat.


Mari kita bertekad kuat bahwa kita akan selalu bertakwa kepada Allah dan rasul-Nya. Agar hidup kita menjadi baik di dunia dan di akhirat. Aamiin..


“Ya Rabb kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.” (Al-Baqarah : 201).


Semoga bermanfaat.

Masihkah Mau Mengeluh?


Sahabat,Keluh kesah tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Ungkapan-ungkapan keluh kesah menunjukkan ketidaksabaran kita dan ketidakmenerimaan kita terhadap takdir Allah.
Sudah seharusnya kita meminimalisir berkeluh kesah. Mari kita latih diri kita untuk bisa merespon keadaan dan menghadapi orang lain secara santun.

Kesantunan akan membuat batin lebih lapang. Kesantunan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan, maka itu akan merasa bagian dari dunianya. Tapi, kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khattab atau Khalid bin Walid bisa jatuh tersengkur menangis oleh lembutnya lantunan Al Quran.

Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah Swt.
Allah Swt. berfirman, “..boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS. Al Baqarah : 216).

Allah menolong kita dengan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak selalu dengan terkabulnya keinginan kita. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun jangka panjang. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan hawa nafsu kita.

Berkeluh kesah seperti nampak sepele. Tetapi, itu akan menjadi tolak ukur kualitas pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan hal yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat suatu komplek perumahan yang berkualitas, maka cukup kita lihat saja rumput di halamannya. Kalau komplek itu berkualitas baik, maka rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik.

Apalagi berkeluh kesah termasuk penyakit hati, bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah.

Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu, akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita.


Tuesday, 19 March 2019

Berbagi Paket Sembako






Assalamu'alaikum wr wb...

Alhamdulillah, terimakasih kepada Pak Daka dari Air Tanjung Kawalu, Tasikmalaya, yang telah memberikan donasi berupa paket sembako untuk seluruh santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur'an.

Baarokallahulaka, jazaakumullah khoiron katsiiron. Semoga segala kebaikan dan keikhlasannya dibalas oleh Allah Swt. Aamiin...






Monday, 18 March 2019

Selamat Dari Api Neraka Dengan Bersedekah


Manusia hidup di dunia ini tidak pernah luput dari salah dan dosa. Perbuatan yang kita lakukan harus terus kita jaga jangan sampai hanya kesalahan yang kita lakukan. Dosa-dosa yang kita lakukan mungkin tidak terhitung, namun jangan sedih sahabat. Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang.

Tahukah kamu? Salah satu penolong kita dari api neraka adalah dengan bersedekah.

Nabi bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma“. (Muttafaqun ‘alaih)

Untuk bersedekah tidak perlu mengeluarkan harta yang banyak, semampu kita saja. Apabila kita hanya mampu memberi makanan, pakaian, atau hal apapun yang bisa bermanfaat untuk orang lain, juga termasuk sedekah.

Namun, sedekah harta adalah hal yang paling utama. Sedekah harta tidak hanya bermanfaat untuk orang lain tapi juga akan memberikan keberkahan untuk hidup yang kita jalani.

Sahabat, mari kita mulai dari hal terkecil yang kita mampu untuk mendapatkan ampunan Allah SWT dan diselamatkan dari Api neraka dengan bersedekah.

Mencari Bentuk Ketakwaan Dalam Mencuri





Seorang pemuda lugu menuntut ilmu kepada seorang guru fara'idh (ilmu hitung harta waris). Kehidupan ekonomi sang guru sangat pas-pasan. Dalam suatu kesempatan, sang guru berkata kepada murid-muridnya, "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang alim yang menengadahkan tangannya kepada orang-orang yang berharta tidak ada kebaikan pada dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah seperti pekerjaan ayah kalian masing-masing. Bawalah selalu kejujuran dan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut!"

Pemuda itu tidak tahu tentang pekerjaan ayahnya yang telah meninggal. Ia pun segera pulang ke rumah untuk menanyakan hal tersebut kepada sang ibu.

Setibanya di rumah, pemuda itu menemui ibunya, lalu berkata, "Bu, tolong beri tahu kepadaku apa pekerjaan sepeninggal ayah dahulu?"

Sang ibu heran dengan pertanyaan anaknya yang tiba-tiba itu. Ia pun balik bertanya, "Apa urusanmu hingga ingin mengetahui pekerjaan ayahmu?" Ungkapan sang ibu itu menunjukkan bahwa ia enggan menjawab pertanyaan anaknya.

Pemuda itu terus-menerus memaksa ibunya agar mengungkapkan pekerjaan ayahnya. Lama-kelamaan sang ibu tidak tahan menanggapi desakan anaknya. Dengan nada tinggi, sang ibu berkata, "Ketahuilah bahwa ayahmu dulu adalah seorang pencuri!"

Bukan kecewa yang dirasakan pemuda itu ketika mengetahui ayahnya adalah pencuri, melainkan hasrat yang menggebu-gebu untuk mengikuti jejak ayahnya sesuai dengan anjuran yang disampaikan oleh gurunya.

Pemuda itu menjelaskan kepada ibunya, "Aku diperintahkan oleh guruku untuk bekerja seperti pekerjaan ayahku tanpa meninggalkan kejujuran dan ketakwaan kepada Allah dalam bekerja."

"Hai, Anakku! Apakah dalam mencuri ada ketakwaan?" sela ibunya.

Anaknya menjawab dengan keluguannya, "Ya, begitulah kata guruku."

Ia pun belajar bagaimana menjalankan profesi sebagai pencuri. Ketika ilmu teknik mencuri yang didalaminya sudah cukup. Ia pun memutuskan untuk beraksi melaksanakan perintah sang guru.

Seusai shalat Isya' dan semua orang tertidur lelap, ia pun keluar rumah untuk menjalankan aksi perdananya. Ia selalu ingat pesan gurunya untuk membawa kejujuran dan ketakwaan saat bekerja.

Rumah yang diincar pertama kali adalah yang terdekat dengan rumahnya, yaitu rumah tetangganya sendiri. Namun, ia ingat bahwa mengganggu tetangga bukanlah pekerjaan takwa. Kemudian ia urungkan niatnya untuk mencuri di rumah tetangganya.

Begitu pula, ketika hendak mencuri di rumah anak yatim, ia berpikir, "Allah memperingatkan untuk tidak memakan harta anak yatim." Ia pun pergi mencari rumah berikutnya.

Sambil berjalan, ia merenung, ternyata tidak mudah untuk menjadi pencuri yang bertakwa. Bagaimana pun juga mengambil harta orang lain tidak diperbolehkan agama. Akan tetapi, perintah sang guru harus dilaksanakan. Tidak boleh berputus asa!

Langkahnya terhenti di sebuah rumah besar nan megah. Konon pemilik rumah itu terkenal memiliki harta berlimpah melebihi kebutuhannya. Dengan keterbatasan ilmunya, ia beranggapan bahwa tidak mengapa jika mengambil zakat dari kekayaan orang tersebut. Toh, bagian zakat itu bukan hak si empunya kekayaan, tetapi hak orang miskin.

Tekad yang bulat mendorongnya untuk masuk ke dalam rumah besar yang tidak berpenjaga tersebut. Satu per satu kamar ia selidiki untuk menemukan tempat penyimpanan harta.

Akhirnya, ia sampai di sebuah kamar besar dan didapatinya sebuah kotak besar berisi emas, perak, dan uang tunai. Ia kumpulkan buku-buku catatan yang berisi laporan keuangan si pedagang kaya tersebut. Dengan lentera kecil yang dibawanya, ia mulai menghitung zakat yang harus dikeluarkan oleh orang kaya itu.

Keahlian dalam hal keuangan, pembukuan, dan pembagian harta ia kerahkan di sana. Dikarenakan begitu banyaknya perhitungan yang harus diselesaikan, ia pun lupa waktu. Fajar sudah menyingsing pertanda tiba waktu shalat Subuh.

Sang tuan rumah pun telah bangun dari lelapnya untuk melaksanakan shalat Subuh. Alangkah terkejutnya ketika kamar tempat penyimpanan hartanya telah terbuka. Apalagi ia mendapati seseorang tengah asyik dengan buku-buku catatannya di bawah cahaya lentera kecil.

Dengan lantang, si tuan rumah menghardik pemuda tersebut, "Hai! Siapa kau!"

Sang pemuda terkesiap mendengar teguran tersebut. Saat disadarinya hari sudah hampir terang, ia bergegas untuk melaksanakan shalat. Ia berkata kepada si pemilik rumah, "Maaf, akan saya jelaskan nanti. Tapi, izinkan saya untuk shalat Subuh terlebih dahulu."

Akhirnya, mereka berdua pun shalat Subuh berjemaah dengan si tuan rumah sebagai imamnya. Usai shalat, pemuda itu mengaku kepada tuan rumah, "Saya pencuri."

Si tuan rumah makin bertambah keheranannya, "Lantas apa yang kau lakukan dengan buku-buku catatanku?" tanya tuan rumah.

"Aku sedang menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Ini hasilnya," jawab pemuda itu sambil menyodorkan hasil perhitungannya.

Ia pun menasihati si tuan rumah tentang keutamaan zakat. Tiada kemarahan terlihat di wajah si tuan rumah. Ia malah terkagum-kagum akan kejujuran serta kepandaian dan ketepatan si pencuri dalam berhitung. Selain itu, ia jadi mengetahui tentang pentingnya mengeluarkan zakat.

Akhirnya, si tuan rumah mengangkatnya menjadi sekretaris dan juru hitung pribadinya. Ia pun menikahkan sang pemuda dengan putrinya. Ibu si pemuda tinggal bersama mereka. Berkat kejujuran dan ketakwaan yang dibawa sang pemuda dalam perbuatannya, kebahagiaan mendatangi dirinya dan orang lain.

Friday, 15 March 2019

Buka Puasa Dan Doa Bersama









Assalamu'alaikum wr wb.. Sahabat, berikut suasa kegiatan doa serta buka puasa bersama untuk mendoakan salah satu donatur kami yang berada di Brunei Darusalam. Alhamdulillah, Jazaakumullah khoiro katsiiron... Kami segenap pengurus dan santri Yayasan Rumah Yatim Indonesia mengucapkan terima kasih banyak kepada donatur yang telah mengadakan kegiatan doa dan buka bersama bersama seluruh santri disini. Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan serta keikhlasannya. Aamiin...