Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Monday, 15 July 2019

Allah Tau Yang Terbaik Untuk Hambanya


Sebagai hamba Allah, kita wajib berbaik sangka padaNya.
Allah memberi kita sakit karena Allah ingin membersihkan dosa pada tubuh kita.
Allah memberi kita kesedihan karena Allah ingin ketaqwaan kita bertambah.

Allah memberi kita kegagalan karena Allah ingin kita berusaha lebih baik lagi.
Allah memberi kita musibah karena Allah ingin kita selalu bergantung padaNya.

Allah menunda keinginan kita karena Allah ingin kita lebih bersabar.
Allah memberi kita cobaan karena Allah ingin kita menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Allah Maha Mengetahui. Sedangkan kita tidak.
Allah Maha Kuasa. Allah berhak menentukan segala sesuatunya.

Kita sebagai hambaNya memang boleh berharap dan berencana apa saja, namun tetaplah Allah yang menentukan hasil akhirnya.

Selagi kita masih berhusnudzan padaNya, Allah pasti akan memberikan apa yang terbaik bagi kita.
Segala sesuatu yang Allah tentukan, pasti ada hikmahnya bagi kita.

Seperti dalam firman Allah:
”karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak .”(QS. An Nissa [4] : 19)

Karena yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah.

Perhatikan juga sabda Rasulullah SAW:“Sungguh, amat mengagumkan keadaan orang mukmin itu, karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia mendapat nikmat (kebahagiaan), dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan bila ditimpa musibah, dia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

Jika kita sudah berusaha, berikhtiar semampu kita, dan berdoa padaNya. Jangan lupa juga untuk berserah diri pada Allah. Karena semua yang kita lakukan tidak lepas dari kuasa Allah.

Thursday, 4 July 2019

Bekal Menuju Surga


Sahabat gambaran tentang surga tersebar dalam sejumlah ayat dan hadis. Teks ayat dan hadisnya jelas. Jadi, tak ada satu keteranganpun yang meragukan keberadaannya. Semuanya menjelaskan kondisi yang tidak ada bandingannya dengan sesuatupun yang ada di dunia ini.

Menurut Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ’’Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menyediakan untuk hamba-Ku yang saleh segala apa yang tidak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan tidak pernah terbetik oleh hati siapapun.’’ (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan begitu, saat Allah dan Rasul-Nya menyampaikan perumpamaan tentang kondisi surga, semua itu sekadar untuk memudahkan kita memahaminya. Memang, Allah dan Rasul-Nya menyebutkan banyak hal yang bernuansa dunia.

Namun demikian, semuanya itu sejatinya tidaklah sama. Misalnya, Allah memaparkan keadaan surga yang dijanjikan itu di dalamnya terdapat sungai-sungai. Akan tetapi, bukan sungai-sungai sebagaimana yang kita pernah saksikan di dunia.

Dikatakan, ada sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan seterusnya (QS Muhammad : 15).

Misalnya, Allah memaparkan keadaan surga yang dijanjikan itu di dalamnya terdapat naungan dari pohon-pohon rindang. Akan tetapi, bukan pohon-pohon yang kita pernah saksikan di dunia. Dikatakan, pohon itu tidak terlalu tinggi dan berbuah sepanjang tahun.

Hal itu memudahkan bagi siapa pun yang hendak memetiknya. Dikatakan pula, fasilitas penghuni surga yang sangat memadai dibandingkan dengan yang kita pernah saksikan di dunia seperti pakaian, makanan, minuman, kamar tidur, dan seterusnya.

Abu Hurairah menuturkan, saat Rasulullah SAW ditanya tentang surga, Rasulullah SAW menjelaskan, surga itu terbuat dari emas, perak, permata lu’lu, yakut, minyak kesturi, dan ja’faran. Kualitasnya sama sekali tidak berubah. (HR Ahmad dan Tirimidzi).

Menurut Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya surga itu terdiri atas 100 tingkatan yang Allah sediakan bagi mereka yang berjihad. Jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya seperti jarak antara langit dan bumi.’’ (HR Bukhari).

Abu Sai’d al-Khudri berkata,  Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya surga itu terdiri atas 100 tingkatan. Seandainya seluruh makhluk di muka bumi berkumpul di salah satu tingkatan, itu sudah cukup menampung mereka semuanya karena luasnya.’’  (HR Ahmad).

Bagi kita, semua informasi yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya sudah lebih dari cukup. Sekarang mari kita jawab pertanyaan berikut ini dengan sejujurnya. Sudahkah kita termasuk di antara orang-orang yang berada dalam antrean calon penghuni surga?

Sejumlah ayat dan hadis menjelaskan kriteria calon penghuni surga. Yakni, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan sebagian harta yang dimilikinya pada waktu lapang mau pun sempit, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia.

Selanjutnya, orang-orang yang melakukan perbuatan keji dan menganiaya dirinya sendiri namun segera mengingat Allah dan meminta pengampunan kepada-Nya, tidak terus-menerus melakukan perbuatan dosa setelah dia menyadarinya.

Beriman kepada Allah, shalat dengan khusyuk, menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tak ada gunanya, mengeluarkan zakat, menjaga kemaluan kecuali kepada istri dan hamba sahaya yang menjadi miliknya, menunaikan amanat, memelihara shalat dan masih banyak yang lainnya. 

Semoga kita diberi kemudahan untuk dapat menapaki jalan lurus menuju surga. 
Aamiin.

Tuesday, 2 July 2019

Cukuplah Allah Sebagai Penolong


Allah SWT berfirman, "Hasbunallah wani'mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)." (QS. Ali Imran: 173)

Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakallah kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin.

Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabbnya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah.

Orang yang sering lupa bahwa ada Allah SWT sebagai penolong dan pelindung akan selalu diliputi rasa takut. Oleh karena itu kita harus mengingat-Nya terus agar hati kita tenang. Tidak ada suatu pekerjaan yang bisa membuat hati kita tenang selain kita mengingat-Nya

Friday, 28 June 2019

Ikhlaskan Masa Lalu Syukuri Saat Ini Dan Perjuangkan Masa Depan


Hidup adalah Pilihan. Simple memang, namun kalimat itu banyak mengandung makna baik secara harfiah maupun etimologi. Jika boleh mengejawantahkan arti hidup, bahwa Hidup adalah tentang mengikhlaskan masa lalu, mensyukuri masa kini dan memperjuangkan serta mendo'akan masa depan.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S Al-Baqarah : 216)

Ayat ini bisa dijadikan salah satu bukti bahwa sangat wajar jika dalam hidup kita dihadapkan dengan harapan yang berbuntut pada kekecewaan. Karena pada dasarnya Alla-lah yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika kenyataannya sesuai dengan harapan berarti yang kita anggap baik dan kita pilih memang itulah yang terbaik, jika sebaliknya, maka ambillah hikmahnya bahwa Allah SWT telah menyiapkan yang jauh lebih baik sebagai gantinya.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.“ (Q.S Al-Baqarah :172)

Bersyukur mulai dari hal kecil, atas udara yang sampai detik ini masih kita hirup secara gratis dan bebas. Boleh jadi kelak kita akan membeli udara karena nyatanya beberapa titik bumi kini tercemar karena ulah manusia yang berbuat kerusakan. Maka dari itu kita harus jauh lebih mensyukuri nikmat udara bersih yang masih bisa kita hirup sekarang.

Segala sesuatu ada aturan mainnya termasuk ikhtiar untuk masa depan. Dalam sebuah kaidah dikatakan, Al-ghoyatu la tubarrirul wasilah, artinya: untuk meraih suatu tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya (mencukupkan keperluannya)." (QS. Ath-Tholaq: 2-3).

Wednesday, 26 June 2019

Yuk Kita Gembirakan Santri Yatim, Dhuafa Dan Penghafal Qur'an Dengan Berqurban




Alhamdulillah, semoga Kita semua selalu dalam naungan kasih sayang Allah SWT,

Sahabat, coba bayangkan betapa baiknya Allah itu sama kita, kita dikasih NIKMAT yang begitu banyak, tidak ada sedetikpun waktu kecuali disitu kita rasa nikmat Allah selalu menyertai kita, PEMBERIAN Allah yang tidak pernah TELAT memenuhi segala KEBUTUHAN kita, Luar biasa, masya Allah.....

Lalu dari segala bentuk nikmat dan pemberian itu, Allah cuma minta dua saja sama kita yaitu supaya kita mau SHOLAT (taat) dan BERQURBAN.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah " (QS.Al-Kautsar: 1-2).

Jadi kalau kita ingin Nikmat yang melimpah itu gak terhenti, maka kita harus tingkatkan kualitas Sholat atau Ketaatan kita kepada Allah dan ber-QURBAN di Bulan Dzulhijjah, cuma sekali setahun lho,

Intinya memang QURBAN kita itu sebagai bukti CINTA kita sama Allah setelah kita menegakkan Sholat dan Ketaatan,

Apa gak ingin kita DICINTAI oleh Allah yang punya SEGALANYA dan selalu siap MEMBERI segala yang kita butuhkan bahkan yang kita inginkanpun dapat juga, enak kan ?

Jadi tunggu kapan lagi, saatnya paksa Dompet dan Rekening kita untuk Prioritaskan Belanja QURBAN kita. Gak usah pikir panjang lagi, karena Allah memberi kita setiap saat itu gak pake mikir, masa kita setahun sekali harus mikir.

Rosulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim)

Ini merupakan sebuah harapan besar bagi para Anak Asuh dan Santri Penghafal Al-Qur'an kita untuk berbahagia dan bergembira bersama di hari IDUL ADHA, ketika para Sahabat semua berkenan menunaikan Ibadah QURBAN di Rumah Yatim Indonesia.

Berikut ini rincian Harga dan Tipe hewan qurban ( kambing/domba maupun Sapi ) di Rumah Yatim Indonesia :

QURBAN KAMBING/DOMBA

* QURBAN ISTIMEWA

- Qurban Istimewa 1 ekor Domba (bobot 50 kg) Rp.4.500.000 

- Qurban Super Istimewa 1 ekor Domba (bobot 90 - 100 kg) Rp.6.000.000

* QURBAN TERJANGKAU

- Qurban Tipe A 1 ekor Kambing (bobot 30 kg) Rp. 3.250.000

- Qurban Tipe B 1 ekor Kambing (bobot 25 kg) Rp. 2.750.000

- Qurban Tipe C 1 ekor Kambing (bobot 30 kg) Rp. 2.350.000

QURBAN SAPI

- Qurban Tipe A 1 ekor Sapi (bobot 300 kg) Rp. 22.000.000

- Qurban Tipe B 1 ekor Sapi (bobot 250 kg) Rp. 20.000.000

- Qurban Tipe C 1 ekor Sapi (bobot 200 kg) Rp. 19.000.000

- Patungan 1 ekor Sapi atau 1/7 Rp. 2.700.000


CARANYA :

Transfer Dana Qurban, lalu konfirmasi SMS/WA : Bismillahirrohmanirrohi, NIAT QURBAN ATAS NAMA............, Kambing/Sapi........... Ekor, Karena Allah SWT, Lalu kirim ke 087885554556 (SMS/WA)






Berikut ini sebagian kecil dokumentasi Ibadah Qurban 1439H / 2018


























Tuesday, 25 June 2019

Berbagi Bingkisan Lebaran








Alhamdulillah, Jazakallah khoiron katsiro kepada Donatur yang telah berbagi keceriaan Untuk Para Santri

Semoga Allah membalas semua kebaikan nya dan selalu dalam Ridho Allah SWT

Aamiinn Ya Robbal Alamin







Friday, 21 June 2019

Dahsyatnya Bersholawat Kepada Nabi Muhammad Saw










Kisah ini diambil dari Syeikh Husna Syarif, seorang ulama besar dari Mesir, beliau bercerita tentang seorang yang terbelit banyak hutang di tengah kubangan kemiskinannya. Dulunya dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang sana sini. Setiap hari, rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang. Akhirnya ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya dan meminjam uang sebanyak 500 dinar.

Saking terkenalnya kebangkrutannya dan sudah banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya,

"Kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini ?"

”Minggu depan tuan.” jawabnya singkat.


Ia pun berhasil meminjam hutang lalu pulang dengan 500 dinar di genggamannya. Uang itu segera dia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang kepadanya sampai 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.

Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun tiba. Saudagar yang meminjamkan uang itu mendatangi rumah si miskin dan mengatakan, ”Tempo hutang anda telah tiba.”

Dengan suara lirih dia menjawab, ”Demi Allah saya sedang tak berhasil mendapatkan apa-apa untuk membayar. Tapi sungguh saya terus berusaha untuk melunasi.”


Saudagar itu merasa geram lalu mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim.
Di pengadilan, Hakim bertanya:
”Mengapa anda tidak membayar hutang anda ?”

Dia menjawab, ”Demi Allah saya tidak memiliki apa-apa tuan.”


Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.

Kemudian si miskin bangkit dan berkata, ”Wahai tuan Hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, kemudian saya akan langsung kembali untuk menjalani hukuman penjara."


Hakim meragukannya, ”Bagaimana mungkin, apa jaminannya kau akan kembali besok ?"


Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya. "Rasulullah SAW jaminanku, wahai tuan hakim, bersaksilah untukku jika besok aku tidak kembali maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah SAW.”

Sang Hakim tersentak diam, ia sadar betapa bahayanya jaminan itu jika si miskin bohong. Hakim berfikir sejenak lalu memilih untuk percaya demi Rasulullah SAW. Hukuman pun ditunda sampai besok.

Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada istrinya bahwa esok akan dipenjara. Istrinya bertanya : ”Kok sekarang engkau bisa bebas ?"


”Aku menaruh nama Rasulullah SAW sebagai jaminanku.” jawabnya.


Air hangat menetes dari mata istrinya seraya ia berkata pada suaminya, ”Jika nama Rasulullah SAW yang menjadi jaminan bagimu maka mari kita bershalawat." Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur.

Tiba-tiba dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah SAW. Beliau memanggil nama si miskin seraya berkata, ”Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke tempat Alim fulan. Sampaikan salamku padanya dan mintalah supaya ia menyelesaikan hutang piutangmu. Jika Alim itu tidak percaya maka sampaikan 2 bukti ini, pertama, katakan padanya bahwa dimalam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 kali, dan dimalam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya. Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya."

Seketika itu juga si miskin langsung terbangun dan terkejut. Tanpa ragu setelah subuh ia pergi menuju rumah sang Alim dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan mimpinya, ”Wahai tuan, Rasulullah SAW telah menitipkan salam untukmu dan meminta agar engkau sudi menyelesaikan hutang piutangku.”


Alim itu bertanya, ”Apa bukti dari kebenaran mimpimu itu ?”


”Kata baginda Nabi, di malam pertama engkau telah bershalawat sebanyak 1000 x dan dimalam kedua anda tertidur dalam keadaan ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca. Rasulullah SAW mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat anda telah diterima olehnya.”

Mendengar itu, Alim itu spontan menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah SAW. Maka alim tersebut memberi uang 500 dinar dari baitul mal untuk melunasi hutang si miskin dan 2500 dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.

Dengan dana itu si miskin langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya. Sesampainya di pengadilan, si Hakim bangkit dari kursinya menyambut si miskin seakan sudah rindu. Dengan senyum lebar sang Hakim memanggilnya seraya berkata:
”Kemarilah, berkat kamu aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah SAW akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk lunasi hutang-hutangmu."

Belum juga Hakim selesai bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap, ”Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah. Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat,Rasulullah SAW akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutangmu lunas."

”Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi (Muhammad S.A.W) maka wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.” (Al Ahzab;56)


Semoga kisah diatas menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih dan Rosul Allah SAW..

اللّهمّ صلّ و سلّم و بارك على سيّدنا محمّد و على آل سيّدنا محمّ