Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Tuesday, 23 August 2016

Diam Pada Saat Yang Tepat



Seorang lelaki miskin mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulakn kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasilnya yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi. Tetapi. Ia terkenal sebagi orang yang sabar.

Suatu waktu, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Setelah cukup lama, dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia memikulnya dipundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar, orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ia lalu berteriak, “Minggir……… minggir! Kayu bakar mau lewat!.” Orang-orang pada minggir memberikan jalan, dan agar mereka tidak terkena ujung kayu.

 Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tiba lewat seorang bangsawan kaya raya di hadapanya tanpa memperdulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget. Tak sempat menghindari. Akibatnya, ujung kayu bakarnya tersangkut di baju bangsawan dan merobeknya. Bangsawan itu marah-marah kepadanya, tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampai di hadapan hakim, orang kaya itu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya bersama si lelaki itu.

Hakim bertanya, “Mungkinia tidak sengaja,”

Bangsawan itu membantah, sementara si lelaki itu hanya diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh si bangsawan, akhiranya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar.

Namun, setiap kali hakim itu bertanya, ia tak menjawab sama sekali. Ia tetap diam. Setelah beberapa pertanyaan yang tak di jawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pad bangsawan itu, “Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatakanmu ketika di pasar tadi.”

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata, “Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarkannya berteriak di pasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!” dengan nada sedikit emosi.”pokoknya saya tetap ganti,”Lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, “Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?”Jika sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang yang kuarang memperdulikan peringatannya.”


Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi boomerang baginya. Akibatnya ia pun pergi. Dan , lelaki tukang kayau bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu hanya dengan diam.

KRITIK

"Sebenarnya Jalan Sukses itu adalah Jalan Allah yang Lurus nan lapang tanpa rintangan dan penghalang. Hanya saja kita merasa terlalu cerdas sehingga menciptakan atau melintasi jalan-jalan lain yang berkelok, mendaki dan curam yang justru akan membingungkan dan menyesatkan kita lalu menjauhi Jalan Kesuksesan yang telah Allah buat untuk kita. " "

Sunday, 21 August 2016

Tiga Rahasia Kematian



Berikut ini ada TIGA rahasia kematian yang
mungkin jarang kita sadari :

1. Rahasia WAKTU : Kita tak akan pernah tau
Kapan kematian akan menjemput kita...

2. Rahasia TEMPAT : Kita tak akan pernah tau Di
mana kematian akan menjemput kita...

3. Rahasia CARA : Kita tak akan pernah tau dengan
Cara apa kematian menjemput kita...

ALLAH SWT merahasiakanya agar
kita selalu siap setiap saat. Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi,oleh karena itu..

Jangan menunda amal ibadah..!!
Jangan menunda nunda tobat..!!
Jangan menunda perbaikan diri..!!
Jangan main-main dengan maksiat..!!

Semoga diakhir hayat kita HUSNUL KHOTIMAH..
Mati dalam keadaan suci dari DOSA..

Shodaqoh Sebagai Pelebur Dosa dan Penangkal Musibah


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda tentang apa yang beliau terima dari Allah : “Seorang hamba Allah berbuat dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku. Allah SWT berfirman: Hamba-Ku telah melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa ia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Kemudian hamba Allah tersebut kembali melakukan dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku. Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Kemudian hamba Allah tersebut kembali melakukan dosa, lalu berdoa: Wahai Tuhanku! Ampunkanlah dosaku.

Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa, tetapi dia tahu bahwa dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni dosa atau menghukumnya karena dosanya. Oleh karena itu berbuatlah sesukamu, Aku akan ampuni dosamu. Hamba tersebut berkata: Aku tidak tahu sehingga yang ketiga kalinya atau yang keempat kalinya aku meminta ampunan, tetapi Allah tetap berfirman: Berbuatlah sesukamu, Aku tetap akan mengampuni dosamu ( Riwayat Bukhari dan Muslim).

Benar! …. Meski Allah akan dan selalu mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang beriman karena Allah Maha Pengampun, akan tetapi yang tidak banyak diketahui hamba-Nya, bahwa pengampunan dosa tersebut terkadang harus ada syaratnya, yakni kafarot (peleburan dosa), padahal kafarot tersebut seringkali diturunkan dalam bentuk musibah atau ujian hidup manakala orang yang mau bertaubat itu tidak suka bershodaqoh.

Tentang KAFAROT atau peleburan dosa ini Allah menegaskan dengan firman-Nya :
”Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya”(QS.Al-Ma’idah:45).

Disamping musibah dan ujian hidup itu sebagai kafarot, sesungguhnya juga bertujuan sebagai pelajaran bagi yang mampu mengambil hikmahnya. Namun oleh karena tidak semua hati orang beriman siap menerima musibah, kebanyakan lebih memilih senang daripada susah, maka dengan musibah itu bisa jadi malah menjadikannya semakin terjebak dalam dosa. Itu apabila musibah tersebut tidak mampu diterima dengan hati selamat hingga berkembang menjadi fitnah yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu, disamping orang beriman harus selalu bertaubat kepada Tuhannya, juga hendaknya rajin bershodaqoh. Shodaqoh itu diniatkan mengeluarkan kafarot bagi dosa-dosa yang sengaja dilakukan maupun yang tidak. Jadi, disamping shodaqoh itu merupakan kafarot dan penangkal musibah juga pelicin kehidupan untuk menggapai segala kesuksesan, karena ketika sumbatan telah terbuka maka jalan kehidupan menjadi lancar.

WAKTU ADALAH NYAWA KITA

"Kita seringkali beralasan TIDAK punya Waktu, namun kita membiarkan Iblis mengambil alih Waktu kita untuk mengatur hidup kita, padahal semestinya kitalah yang harus mengatur sedetail mungkin waktu kita agar tak ada sedetik waktupun yang berlalu tanpa ada nilai disisi Allah SWT, ya karena sebenarnya waktu itu adalah NYAWA kita, maka hargai waktu seharga nyawa kita. "

Kunjungan Seorang Jurnalis dari Prancis



Alhamdulillah, pada hari jumat 19 Agpustus 2016, Rumah Yatim Indonesia Tasikmalaya, dikunjungi seorang jurnalis dari Prancis. 

Namanya Elsa Moley, negara Prancis pekerjaan seorang jurnalis. Ia datang selain silaturahmi dengan anak yatim, ia juga memberikan sedikit tentang jurnalis ala prancis, motivasi serta hadiah kepada anak-anak Rumah Yatim Indonesia.

"Harapan suatu saat anak-anak kita bisa belajar langsung di perancis. Karena saat ini anak-anak juga di ajarkan 4 bahasa asing, salah satunya bahasa Prancis" ujar salah satu guru SAI Rumah Yatim Indonesia.

Kami ada karena Anda PEDULI www.rumahyatimindonesia.com

Saturday, 20 August 2016

Tiga Orang Tamu





Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan." sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Suami-istri pun sekarang mengerti kenapa tiga orang tamu tersebut memberikan pilihan.