Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Thursday, 4 March 2021

Bukti Ketulusan Cinta Kepada Orang Tua


Dahulu kala di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila.. Uwais gila…” kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya ibunya heran. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka’bah karena Rasullah SAW berpesan “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wednesday, 3 March 2021

Paving Blok Untuk Pondok Tahfidz Yatim & Dhuafa

 



Assalamu'alaikum wr wb...

Alhamdulillah, Jazakallah khoiron katsiro kepada seluruh Donatur yang telah memberikan Sedekahnya untuk pembangunan pondok Tahfidz yatim dan dhuafa berupa Paving Blok yang Insya'allah akan segera dipasang.

Semoga menjadi Amal Jariyah yang terus mengalir untuk kita semua, Aamiin Ya Robbal Alamin

Yuk Ikutan bantu untuk pembangunan pondok tahfidz yatim dhuafa, mulai dari 50rb rupiah atau semampunya kita.





Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Orang tua bertanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anak-anaknya.  Namun, terkadang mereka kurang memahami bagaimana cara mendidik anak.

Kesalahan mendidik anak dapat menyebabkan anak mulai menganalisis peristiwa yang terjadi di sekitar mereka dan menciptakan pandangan yang berdampak pada kehidupan masa depannya. Berikut kesalahan orangtua yang dilakukan kepada anaknya.

Anak tidak pernah diajarkan untuk mengambil keputusan sendiri

Ketika orangtua membuat keputusan untuk anak-anaknya, mereka tidak membiarkan anaknya mandiri. Setiap anak berhak untuk membuat pilihan dengan dukungan dan sesuai dengan usia mereka. Ketidakmampuan dalam mengambil keputusan membuat orang tidak mampu memecahkan masalah. Jika hal itu terjadi pada anak, ketika dewasa mereka akan sulit bertahan dan selalu membutuhkan bantuan orang lain. 

Berdebat di depan anak

Jika orangtua terus berdebat, anak-anak mungkin berpikir bahwa mereka yang harus disalahkan. Mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan berpikir mereka bersalah. Ketika dewasa nanti biasanya mereka mencoba menghindari konflik yang berbeda atau sebaliknya, melecehkan orang lain.

Di masa depan, anak perempuan yang sering melihat orangtuanya debat akan secara tidak sadar menunjukkan kepada pria bahwa mereka lebih kuat. Mereka akan berpikir bahwa laki-laki dapat mengulangi perilaku ayahnya. Selain itu, mereka sering memahami bahwa apa yang mereka lakukan adalah buruk dan dapat menyebabkan masalah.

Orangtua menuntut yang tidak mungkin

Seorang anak mempercayai orang dewasa dalam kehidupan mereka, terutama orang tuanya sendiri. Mereka akan berjuang untuk melakukan semua yang diperintahkan. Jika gagal, mereka mulai berpikir bahwa mereka adalah pecundang yang tidak pantas dicintai.

Di kehidupan dewaasa, mereka akan selalu terlalu fokus pada kesuksesan. Jika mereka gagal melakukan yang terbaik (menurut pendapat mereka), mereka akan merasa tidak bahagia, dan bahkan tertekan. Orang-orang ini juga biasanya berusaha mencegah anggota keluarga mereka dari bahagia.

 Terlalu memanjakan anak

Anak yang mendapat perlakuan ini biasanya tidak dapat menjalani kehidupan secara mandiri dan akan bergantung kepada orang lain. Mereka juga tidak mengerti apa yang mereka inginkan dan itu mempengaruhi kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai masalah.

Meremehkan perasaan anak 

Dalam kehidupan orang dewasa, anak-anak seperti ini tidak dapat membagikan emosi mereka dan menekan amarah mereka sampai meledak. 


Tuesday, 2 March 2021

Hasil Yang Tidak Diduga Karena Sedekah


Sahabat, dikisahkan dari Mullah Fatih Ali bahwa seorang kawan dekatnya, laki-laki mengaku memiliki sejumlah lahan pertanian.

Namun, selama setahun perekonomian di daerahnya memburuk sehingga banyak orang menderita akibat kelaparan. Akhirnya, laki-laki itu memutuskan untuk memberikan hasil panen dari salah satu ladang pertaniannya untuk orang-orang miskin.

Ia pun pergi ke masjid dan mengumumkan kepada semua orang bahwa mereka boleh memanfaatkan tanah ladangnya, dan mengambil semua hasil panennya sesuai kebutuhan.

Orang-orang pun berbondong-bondong pergi ke ladang milik sang Laki-laki dan menggarap dalam jumlah besar. Pemilik lahan tersebut cukup sibuk dengan pekerjaanya sehingga tidak pernah memerhatikan ladang pertaniannya.

Setelah ia memanen semua lahan pertaniannya, ia teringat akan ladang yang diberikan untuk sedekah itu. Segera ia memerintah orang untuk mengumpulkan semua batang kering, tumbuhan, dan bulir-bulir yang masih tersisa.

Menakjubkannya, para pegawai sang Lelaki melihat bahwa masih ada banyak hasil panen yang tersisa. Mereka juga mendapati hasil panen melebihi hasil panen tanah pertanian yang lain.

Terlebih lagi, umumnya tanah pertanian yang telah dipanen harusnya dibiarkan terlebih dahulu tanpa ditanami apapun selama setahun agar tanah kembali normal. Selain itu, tanah bisa memiliki mineral-mineral yang hilang.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Namun, bedanya, tanah pertanian yang diberikan untuk sedekah justru tidak kehilangan kesuburannya sehingga bisa ditanami kembali." Hal ini sesuai dengan Quran surat Al-Baqarah ayat 261

Artinya: Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah sedekah di atas ya!

Wednesday, 24 February 2021

Penangkal Segala Kesulitan

Pernahkah Kita Merasakan terus dihantui oleh banyaknya penderitaan dan kesulitan dalam menjalani hidup? Mungkin kita perlu mengingat kembali bahwa sejatinya hidup adalah sebatas ujian yang pada akhirnya dimengerti siapa saja diantara kita yang lebih baik amalnya, baik amal dalam keadaan lapang dan sempit. Ragam enak dan tidak enaknya kehidupan menuntut sikap arif dan kesabaran level tinggi dari siapa saja.

Sabar bisa menjadi peneduh sekaligus oase di tengah merosotnya frekuensi iman kita. Sabar tidak hanya dilakukan ketika seseorang tertimpa derita dan kesulitan, melainkan bisa dapat berarti menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Menahan diri dalam keadaan lapang dan keadaan sempit dan dari hawa nafsu yang menggoyahkan iman. Karena itulah jika ada yang bertanya, apakah penangkal derita dan kesulitan hidup? Maka jawabannya adalah sabar. Dalam 

Saking pentingnya sikap sabar bagi setiap manusia, Allah menyebut kata sabar dalam Alquran sebanyak 70 kali. Sedangkan, ungkapan Allah yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang bersabar tertuang setidaknya melalui 16 ayat Alquran yang berbeda-beda.

Bersabar memang senjata ampuh dan penangkal derita dan kesulitan terbaik. Jikalau penderitaan hidup atau kesulitan hidup datang menjumpai kita, terus kita bisa bersikap sabar dalam menghadapinya, maka yang ada adalah manisnya iman dan kedekatan kita yang semakin dekat kepada Tuhan. Sikap yang demikian membuat kita tetap tangguh, tidak akan menjadi lemah dan mudah stres ketika mendapatkan penderitaan dan kesulitan hidup.

"Siapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk bersabar maka Allah akan memudahkan kesabaran baginya. Dan tidaklah seseorang dianugerahkan (oleh Allah Subhanahu wa ta'ala) pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) daripada (sifat) sabar." (HR Al Bukhari)

Orang yang tidak dapat bersabar merupakan orang yang lemah dan bersedih, padahal kita adalah hamba yang paling tinggi jika kita beriman kepada-Nya. Allah mencintai orang-orang yang bersabar, Dia akan selalu dekat dengan orang yang bersabar, memberikan kebahagiaan pada orang-orang yang bersabar. Kebahagian itulah yang akan mendominasi derita dan kesulitan yang menghapiri. Alhasil, benar adanya bahwa sabar adalah penangkal penderitaan dan penolong atas setiap kesulitan.


Tuesday, 23 February 2021

Allah Akan Mengangkat Derajat Orang Yang Berilmu



Sahabat, menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tak berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi kelangsungan hidup yang lebih baik.


Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)


Allah mengangkat derajat orang yang berilmu. Sebagaimana firman Allah, "… Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan)." (QS. Mujadilah 11)


Dan inilah kegiatan para santri yang sedang belajar bahasa Arab. Doakan kami ya agar selalu istiqomah dalam menuntut ilmu.




Friday, 19 February 2021

Setiap Manusia Pasti Diuji

Sahabat, dalam menapaki kehidupan dunia yang fana ini, kita senantiasa dihadapkan pada dua keadaan, bahagia atau sengsara. Perubahan keadaan itu bisa terjadi kapan saja sesuai dengan takdir Allah Ta’ala. Sementara semenjak diciptakan, tabiat dasar manusia memang tidak pernah merasa puas. Apabila diberi kesenangan, manusia lalai dan tak menentu. Sebaliknya jika diberi kesulitan, ia akan bersedih dan gundah gulana tak karuan. Padahal sejatinya bagi seorang mukmin, segala yang terjadi pada dirinya, seharusnya tetap menjadi kebaikan bagi dirinya. Begitulah keistimewaan seorang mukmin sejati. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah sabda yang diucapkan oleh pemimpin dan suri tauladan bagi orang-orang yang bertakwa. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sungguh menakjubkan  keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999)

Benarlah, bahwasanya hanya orang yang beriman yang bisa lurus dalam menyikapi silih bergantinya situasi dan kondisi. Hal ini karena ia meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala serta tahu akan kelemahan dirinya. Tidak dipungkiri memang, musibah dan bencana akan selalu menyisakan kesedihan dan kepedihan. Betapa tidak, orang yang dicinta kini telah tiada, harta benda musnah tak bersisa, berbagai agenda tertunda, bahkan segenap waktu dan perasaan tercurah untuk memikirkannya.