Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Tuesday, 22 January 2019

Yakinlah Rezeki Itu Jaminan Allah






Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki duduk di bawah pohon kurma. Kemudian dia terlentang dengan merebahkan punggungnya. Tiba-tiba dia melihat burung pipit yang di mulutnya terdapat buah, terbang dari pohon kurma yang berbuah ke pohon lain yang tidak berbuah. Dia melihat burung tersebut melakukan ini berulang-ulang. Dia pun heran terhadapnya. Dia berkata dalam hati, “Sungguh, saya akan memanjat pohon ini, agar saya tahu apa yang terjadi.” Lalu dia memanjat pohon. Ternyata dia melihat di dalam pelepah pohon kurma ada seekor ular buta yang membuka mulutnya. Sedangkan burung pipit menjatuhkan buah di mulut ular tersebut. Dia pun merasa takjub dengan kejadian ini dan berkata, “Maha Benar Allah yang telah berfirman:
Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6)
Diceritakan bahwa Ibnu Absyadz an-Nahwi suatu hari sedang berada di atap Masjid Jami Mesir. Dia makan suatu makanan. Di sisinya terdapat banyak orang. Lalu seekor kucing mendatangi mereka. Lantas mereka memberikan sesuap makanan kepada kucing tersebut. Kucing itu pun mengambil dengan mulutnya dan pergi meninggalkan mereka. Kemudian kucing tersebut kembali lagi, lalu mereka melemparkan kepadanya makanan lain. Lantas kucing itu pun melakukan hal yang sama sampai berulang-ulang. Setiap kali mereka melemparkan makanan, kucing itu mengambilnya, lalu pergi, kemudian kembali lagi seketika. Sehingga, mereka merasa heran dengan kucing tersebut. Mereka yakin bahwa makanan semisal itu tidak mungkin dimakan si kucing sendirian karena terlalu banyak.
Ketika mereka penasaran dengan kejadian tersebut, maka mereka mengikuti kucing. Ternyata mereka mendapatinya naik ke atas dinding di atap Masjid Jami, kemudian ia turun ke tempat yang searah dengannya di antara reruntuhan. Ternyata di dalamnya terdapat kucing lain yang buta. Semua makanan yang diambil si kucing dibawa kepada kucing yang buta tersebut dan diletakkan di hadapannya, lalu kucing buta memakannya. Mereka pun takjub dengan kejadian ini. Lalu Ibnu Absyadz berkata, “Jika untuk binatang buta ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menundukkan kucing ini untuknya. Kucing ini memenuhi kecukupannya dan tidak menghalangi rezekinya, maka bagaimana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala menyia-nyiakan orang semisal aku?”

Muhasabah Diri


Sahabat, mari kita muhasabah diri. Apakah selama ini kita lebih takut kepada selain Allah? Lebih mendahulukan tugas-tugas kantor karena takut pada atasan hingga meninggalkan atau melalaikan kewajiban pada AllahSubhanahu wa Ta’ala.

Coba renungkan apa terkadang sahabat tidak lagi takut dan khawatir saat melakukan hal-hal yang dilarang oleh syari’at. Bisa saja sudah mulai abai terhadap apa yang telah tangan kita lakukan untuk keburukan.

Mungkin saja yang lebih sering terjadi yakni takut pada bos, pimpinan, atasan, komandan, atau ketua yang sebenarnya mereka hanyalah seorang hamba dari Yang Maha Perkasa.

Sahabat, mengapa kita harus memiliki rasa takut pada Allah? Tentu saja jawabannya adalah karena sifat takut ini yang akan menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya.
Seharusnya diri ini lebih merasa takut karena tak ada jaminan kita akan memasuki surga Allah, atau menemui Allah dalam kondisi diridhoiNya.

Terbayang, bagaimana jika seorang hamba tidak memiliki rasa takut pada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Ia akan melakukan apa saja sesuka hatinya, tidak peduli hal itu baik atau buruk menurut syari’at. Yang terpenting ia melakukannya hanya untuk kesenangan dan kepentingan dirinya semata.

Sahabat, rasa takut bisa muncul jika kita menyadari bahwa hidup ini memiliki akhir, menyadari adanya malaikat pengawas yang mencatat setiap gerak-gerik kita, dan mengenali azab-Nya yang pedih dan amat keras di akhirat kelak.

Rasulullah SAW, bersabda: “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi,

Maka, jangan sampai rasa takut kita pada manusia melebihi rasa takut kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena rasa takut pada-Nya lah yang akan menuntun kita semakin mendekat dan mencintai-Nya

Friday, 18 January 2019

Sedekah Menjadikan Harta Berkah


Allah SWT Berfirman:“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhoaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disirami oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai).” (Q.S Al-Baqarah: 265)

Perumpamaan yang diketengahkan Al-Quran di atas mengindikasikan betapa besar pahala yang diperoleh oleh orang yang bersedekah. Sedekah juga merupakan perbuatan yang mulia dan cermin dari kepribadian orang yang berakhlak terpuji, yang peduli terhadap orang lain, yang menolong dan membantu terhadap segala aktivitas maupun kegiatan yang mengarah pada kepentingan ukhrawi.

Orang-orang yang selalu bersedekah itu ibarat pemilik kebun di sebuah dataran tinggi yang subur. Di tempat tersebut bisa tumbuh pepohonan dengan sedikit atau banyak air. Jika hujan deras, hasilnya dua kali lipat. Dan jika hujan yang turun sedikit, tanah yang subur itu cukup untuk menghasilkan buah. Ini menunjukkan keberkahan dari apa yang dia miliki, tanahnya tetap bisa memenuhi kebutuhannya baik saat musim penghujan ataupun tidak.

Mari raih keberkahan dari harta kita dengan membelanjakannya di jalan Allah, salah satunya melalui sedekah.

Sharing Bersama Telkomsel Tasikmalaya






Assalamua'laikum wr wb..
Sahabat, berkat Rahmat Allah Swt, kami segenap Pengurus Yayasan Rumah Yatim Indonesia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Telkomsel Tasikmalaya yang telah sharing dan memberikan motivasi serta donasi kepada seluruh santri yatim dhuafa dan penghafal Qur'an disini.
Jazakallah Khoiron Katsiiro, kami terima sedekahnya, semoga Allah Swt membalas semua kebaikan serta keikhlasan dari seluruh donatur. Aamiin~










Wednesday, 16 January 2019

Allah Pasti Mengganti Dengan Yang Lebih Baik


Kehilangan sesuatu yang berharga pasti amat menyedihkan. Apalagi untuk mendapatkannya perlu perjuangan yang tidak mudah. Ketika sesuatu itu hilang, pasti ada rasa sedih, kesal, dan marah. Tidak hanya rasa tersebut, tidak jarang kita juga menyalahkan seseorang atas kehilangan sesuatu yang berharga. Dan tidak jarang pula yang akhirnya menyalahkan Allah.

Apa yang hilang dari kehidupan kita, tidak perlu disesali. Tanamkan dalam diri bahwa semua adalah milik Allah. Apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah semata. MilikNya yang Allah percayakan kepada kita untuk menjaga. Jadi, jika kehilanganpun tidak sedih secara berlebihan. Tapi justru kita bersyukur pernah dipercaya oleh Allah untuk memiliki sesuatu yang berharga itu.

Demikian pula dengan kehidupan yang sedang kita jalani. Kehilangan pekerjaan atau usaha yang bangkrut tidak perlu diratapi secara berlebihan apalagi sampai menyalahkan Allah sebagai sumber masalahnya. Masya Allah. Justru gunakan sebagai ajang introspeksi. Mungkin selama kita menjalankan pekerjaan atau usaha, ada perbuatan kita yang kurang berkah.

Dengan introspeksi, memperbaiki sikap yang mungkin salah, insya Allah, Allah akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Skenario Allah selalu adil terhadap hambaNya. Allah selalu memiliki kejutan baik untuk setiap hambaNya yang senantiasa bersyukur dan bertawakal dengan ketetapanNya.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu” (HR Ahmad no 23074)

Jika Allah mengambil satu nikmat, insya Allah Dia telah mempersiapkan nikmat lain yang lebih baik. Yang pastinya akan sangat berguna bagi kita. Ingat, jika satu pintu tertutup, jangan terus meratapi pintu yang tertutup tersebut dan menunggu sampai pintu itu terbuka. Tapi perhatikan sekitar, masih banyak pintu-pintu yang terbuka dan menunggu kita datangi dan disanalah menunggu kenikmatan yang jauh lebih baik dari sesuatu yang telah hilang.

Bertawakal dan sabar adalah kunci dari pembuka pintu-pintu yang lain. Jika kita terus meratapi kehilangan, niscaya mata kita tidak akan awas melihat pintu-pintu dan peluang yang ada didalamnya. Peluang yang mungkin tidak akan kita dapatkan jika kita tidak pernah merasakan kehilangan sebelumnya.

Tuesday, 15 January 2019

Setoran Hafalan Al-Qur'an








Assalamu'alaikum wr wb..

Sahabat, berikut adalah kegiatan setoran hafalan Al-Qur'an serta ujian bahasa dan Qur'an yang tengah berlangsung di Yayasan Rumah Yatim Indonesia. Doakan kami ya, semoga seluruh santri dapat melaksanakan ujian dengan lancar. Aamiin~







Monday, 14 January 2019

Letak Kekayaan Yang Sesungguhnya










Seorang anak bertanya kepada ibunya : 
Ibu, mengapa kita miskin?

Dengan tenang sang ibu berkata :

Nak, hidup ini seperti jalan2 di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yg membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti
Siapa yg membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.

Sementara kita tak mungkin membawa apa2. Karena tak punya uang untuk membelinya.
Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang2 kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang2 kaya ditanya tentang 
Darimana hartanya mereka peroleh ?
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.

Anakku
Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin.

BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

BERPIKIRLAH POSITIF,
Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa

Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.,

Menunggu kita Siap Menerimanya....

Ingatlah apa yg disampaikan Rasulullah.. Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada banyaknya harta benda, tapi pada "hati dan ketenangan jiwa"