Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Wednesday, 22 September 2021

Santri Bermurojaah Al-Qur'an


 Assalamua'laikum wr wb...

Sahabat, inilah kegiatan para santri putri yang sedang murojaah Qur'an. Kegiatan murojaah Qur'an ini rutin dilaksanakan setiap harinya ba'da ashar.

Dengan menggunakan metode ini dalam menghafal Qur'an, diharapkan para santri bisa menjaga hafalannya dan saling mengingatkan jika ada temannya yang lupa.

Semoga mereka semua selalu istiqomah dalam melaksanakan amal shaleh. Yuk dukung terus para santri Rumah Yatim Indonesia dengan mengikuti program beasiswa pendidikan, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak.





Friday, 17 September 2021

Hadapi Kesulitan Dengan Kesabaran

Tidak ada yang bisa menyangkal kesulitan yang telah Allah tetapkan kepada kita, hanya saja kita bisa tetap baik-baik saja dalam kesulitan yang menimpa dikala kita mampu tidak menyerah dan yakin bahwa kita bersama Allah.

Lantas bagaimana dengan dia yang menangis sebab kesulitan yang terjadi? Tentu yang demikian adalah hal yang salah, karena untuk apa menangis? Sebab menangis tidak akan membuat kita keluar dari kesulitan itu sendiri.

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR Muslim Nomor 2999).

Ingat, kesulitan tidak akan selesai bila hanya ditangisi dan diratapi, namun dikala kita mampu menghadapinya dengan rasa sabar dan yakin bahwa dengan Allah kita bisa, sungguh jalan mudah akan kita temui.

Karena tidak akan pernah ada kata sulit yang hinggap di pikiran mauupun di hati kita, jika kita mampu untuk bersabar atas segala hal yang telah menjadi takdir-Nya.

Maka bersabarlah sebanyak-banyaknya, hingga keyakinan kepada Allah itu tumbuh dengan sendirinya, sehingga jalan untuk senantiasa kuatpun senantiasa terbentang didepan mata.

Sebesar dan sebanyak appaun kesulitan yang menghadang kita, tentu tidka akan kita kita keluhkan sulit jika kita mampu yakin bahwa dengan Allah kita pasti bisa bertahan hingga akhir.

Karena masa sulit, lika-liku kehidupan yang terjal inii hanya sementara, semuanya akan berakhir semestinya, dan tugas kita hanyalah terima kesulitan itu dengan penuh rasa sabar dan yakin bahwa dengan Allah kita mampu melewatinya.

Dan perlu kita ingat, bahwa kesulitan itu sebenarnya hanyalah jalan untuk kita menuju kemudahan, sebab bukankah didalam Al-qur’an telah disebutkan kalau dibalik kesusahan apasti ada kemudahan.

Maka, yakini saja tidak akan ada masa sulit yang abadi, semua akan berganti mudah sesuai masa yang telah ditetapkan Allah. Dan sebab itulah mengapa kita kita harus mampu bersabar dalam kesulitan itu sendiri.

Sadarkanlah hati untuk terus mengingat bahwa tidak akan ada kesulitna yang abadi, karena pada akhirnya sesuatu yang kita anggap sulit atau bahkan sangat sulit akan berubah menjadi mudah.

Kapan? Disaat kita mampu besarkan hati dengan rasa ikhlas, berlapang dada, bersabar, dan yakin bahwa setelah kesulitan itu akan ada kebahagiaan yang indah dan luar biasa.

Serta tahukah kamu apa tujuan Allah kadang menahan kita dalam kesulitan yang besar atau kesulitan yang begitu lama? Yaitu tak lain agar kita tahu caranya bersabar dan yakin secara bersungguh-sungguh hanya kepada-Nya.


Thursday, 16 September 2021

Jangan Lelah Menuntut Ilmu


Assalamu'alaikum wr wb... 

Sahabat,  sebagai seorang manusia yang hidup di muka bumi ini sepatutnya kita untuk terus menuntut ilmu. Agar kita tidak buta ilmu dan bisa hidup dengan terarah. Kita jangan pernah merasa lelah dalam menuntut ilmu,  karena pada dasarnya setiap hari kita selalu belajar yang disadari maupun tidak disadari. 

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu,  maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) 

Jadi,  jangan pernah bosan dan lelah dalam menuntut ilmu,  jadikanlah diri kita seseorang yang haus akan belajar,  yang ilmunya bermanfaat dunia dan akhirat.

Yuk, terus dukung semangat belajar mereka dengan ikut serta dalam program BEASISWA PENDIDIKAN agar mereka bisa mengenyam pendidikan sama dengan anak pada umumnya.

Wednesday, 8 September 2021

Muhasabah Di Balik Musibah

“Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor),” (HR. Al-Baihaqi)

Jika membaca hadits di atas tentu jadi bahan muhasabah bagi manusia. Bahwa apa yang terjadi tidak lepas dari kehendakNya.

Dan apapun yang menimpa berupa keburukan dalam pandangan manusia adalah akibat ulah perbuatan manusia.

Bukan tanpa maksud mengapa Allah menghendaki musibah. Bisa sebagai ujian dan teguran agar manusia ingat pada Allah dan kembali padaNya. Mungkin manusia sudah terlampau jauh dariNya sehingga Allah cemburu ingin manusia mendekatiNya.

Allah Swt berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syuro: 30).


Allah Maha Mulia dari menduakalikan pembalasan-Nya di akhirat.

Adapun mengenai musibah yang menimpa kepada orang-orang yang tidak berdosa di dunia, dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak.

Dari penjelasan di atas maka bisa dipahami bahwa apapun yang manusia lakukan akan kembali kepadanya, kebaikan ataupun keburukan.

Namun, walaupun manusia banyak melakukan kesalahan Allah Swt Maha Pemaaf dan Pengampun atas semua kesalahan yang dilakukan oleh manusia.

Dan musibah yang terjadi bagi orang-orang yang tidak berdosa adalah untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak.

Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya sebagai petunjuk bagi seluruh alam. Semoga kita termasuk hambaNya yang senantiasa bermuhasabah saat ditimpa musibah. Sehingga semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt.

Allahu A’lam bi Shawab


Tuesday, 7 September 2021

Kisah Penggembala Yang Jujur


Di zaman sekarang sulit rasanya menemukan orang yang memiliki sifat jujur. Meski pun ada, hanya satu banding seribu orang yang bersifat jujur.

Di masa Rasulullah sendiri, hanya segelintir orang yang bersifat jujur. Padahal dengan jujur membuka pintu rizki yang melimpah.

Seperti kisah Abdullah bin Masud seorang yang punya sifat jujur. Abdullah bin Masud merupakan seorang penggembala kambing. Dia menggembala kambing milik seorang petinggi Quraisy Uqbah bin Abi Muaith. Dari pagi hingga sore dia menggembala.

Pada suatu hari saat menjaga ternaknya, ada dua orang laki-laki paruh baya menghampirinya. Kedua laki-laki itu nampak haus dan kelelahan. Mereka kemudian memberi salam kepada Abdullah bin Masud dan memintanya untuk memerahkan susu kambing tersebut.

Akan tetapi, Abdullah bin Masud menolak memberikan susu itu karena bukan miliknya. "Kambing-kambing ini bukan milik saya. Saya hanya memeliharanya," katanya jujur.

Mendengar jawaban itu, dua laki-laki tersebut tak memberikan bantahan. Walau pun sangat kehausan, mereka sangat senang dengan jawaban jujur si penggembala. Kegembiraan ini sangat jelas di wajag mereka.

Ternyata kedua orang itu adalah Rasulullah SAW dan sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq. Hari itu, keduanya pergi ke pegunungan Makkah untuk menghindari perlakuan kejam kaum Quraisy.

"Apakah kau mempunyai kambing betina yang belum dikawinkan?," tanya Rasulullah. "Ada," jawab Abdullah.

Lalu Abdullah mengajak Rasulullah dan sahabatnya melihat seekor kambing betina yang masih muda. Kemudian, kaki kambing itu diikat. Rasulullah menyuapkan tangannya ke tubuh kambing tersebut sambil berdoa kepada Allah.

Saat itulah turun rizki dari Allah. Tiba-tiba saja susu kambing itu mengalir sangat banyak. Abu Bakar segera mengambil sebuah batu cekung yang digunakan untuk menampung air susu hasil perahan.

Ketiganya pun meminumnya bersama-sama. Setalah itu, Rasulullah berkata "kempislah". Seketika susu kambing menjadi kempis dan tidak mengeluarkan susu lagi.

Abullah pun takjub dan terkejut menyaksikan hal tersebut. Sebab kambing tersebut sebelumnya belum pernah mengeluarkan air susu. Tapi di depan matanya saat itu kambing malah mengeluarkan air susu yang banyak dan dinikmati bersama.

Itu adalah karunia Allah. Muncul kekaguman Abullah kepada tamunya. Tak lama usai peristiwa itu, Abdullah memeluk agama Islam dan kelak menjadi salah satu penghafal Alquran terbaik.

Monday, 6 September 2021

Ketaatan Istri Kepada Suami

Bagi seorang Muslimah yang telah menikah, menjadi sebuah kewajiban untuk mentaati seorang suami. Mentaati ini dalam hal-hal yang baik, bukan dalam hal-hal yang maksiat.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa pada Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau’.” (HR Ahmad)

Dalam pernikahan, suami bisa menjadi surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhaan suami menjadi keridhaan Allah. Istri yang tidak diridhai suaminya karena tidak taat, dikatakan sebagai istri yang durhaka atau kufur nikmat.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Rasul melihat wanita merupakan penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita bertanya mengenai alasan hal tersebut. Rasulullah SAW menjawab di antaranya karena wanita banyak yang durhaka pada suaminya. (HR Bukhari Muslim)

Ketaatan seorang istri akan memengaruhi kelanggengan dan keharmonisan sebuah hubungan keluarga. Islam pun memuji istri yang taat kepada suaminya. Istri yang taat dianggap sebagai wanita terbaik.

Kewajiban lain dari seorang istri adalah benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya. Baik menjaga harta suami hingga rahasia-rahasianya, dan bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah. Rasulullah SAW bersabda, “Dan wanita adalah penanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.”

Jika dilihat dari sifat ketaatan istri, mungkin bisa kita pilah secara sederhana 3 Jenis ketaatan istri terhadap suami nya sebagai berikut:

1Pertama, Ketaatan Takut dan Terpaksa

Ada istri yang taat kepada suami, namun hal itu terjadi di bawah ancaman, tekanan, intimidasi, dan paksaan. Suami memimpin istri layaknya rejim diktator yang zalim dan sewenang-wenang.

Memang istri taat dan patuh kepada suami, namun dilandasi ketakutan dan keterpaksaan. Istri merasa mendapatkan teror yang mengerikan dan membuatnya merasa takut dan tidak nyaman.

Istri diancam dengan neraka, ancaman laknat malaikat, laknat Allah, dan lain sebagainya, agar taat dan menurut kepada suami.

Kedua, Ketaatan Sadar dan Sukarela

Istri taat kepada suami berlandaskan pengetahuan dan kesadaran, sehingga memunculkan sikap patuh yang sukarela.

Suami mampu mengarahkan dan membimbing istri dengan landasan pengetahuan, bukan dengan paksaan dan ancaman.

Ketiga, Ketaatan Hormat dan Cinta

Istri memberikan ketaatan kepada suami disertai rasa hormat dan cinta yang tulus suci dari dasar hati. Tidak sekedar sadar dan sukarela, namun bahkan patuh dengan segenap kehadiran jiwa.

Ketaatan seperti ini muncul dari sikap suami yang mampu menghormati dan membahagiakan istri. Pola kepemimpinan yang diterapkan didasarkan atas cinta dan kasih sayang, sehingga istri menurut dan patuh kepada suami dengan penuh hormat dan kecintaan.

Ketaatan seperti ini bersifat membahagiakan. Istri merasa sangat bahagia bisa memberikan ketaatan dan pelayanan kepada suami. 



Saturday, 4 September 2021

Sepiring Nasi Sejuta Kebahagiaan


Assalamu'alaikum wr wb... 

Sahabat,  

Jazakallah Khairan Katsiiran untuk seluruh donatur Rumah Yatim Indonesia yang selama ini selalu memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada kami semua,  terima kasih sudah berpartisipasi dalam program sedekah makan untuk santri yatim dhuafa dan tahfidz. 

Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan bapak & ibu donatur. Semoga menjadi pahala yang akan terus mengalir. 

Aamiin Ya Robbal Alamin

"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)