Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Monday, 19 February 2018

Setoran Hafalan Al-Qur'an








Assalamualaikum wr wb...

Sahabat, inilah salah satu agenda di Rumah Yatim Indonesia yaitu setoran hafalan Qur'an. Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan generasi Qur'an serta menjadikan anak-anak santri menjadi pribadi yang shaleh dan shalehah.

Bukan hanya dituntut untuk menghafal Al-Qur'an saja, anak-anak pun diharapkan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena pedoman hidup yang sesungguhnya berasal dari Al-Qur'an. Semoga kelak anak-anak santri disini bisa menjadi hafidz Qur'an. Aamiin....



24 Jam Hanya Untuk Allah SWT


Kalau kita ditanya, penting mana Dunia atau Akhirat, pasti kita jawab Penting AKHIRAT karena Allah sendiri yang bilang begitu di Al-Qur’an, tapi kalo ditanya banyakan mana waktu untuk mengejar Dunia atau mengejar Akhirat ? coba kita hitung, 6 Jam buat tidur, 8 Jam buat kerja bahkan lebih, 2 jam buat acara makan, 2 jam buat santai, 3 jam habis untuk diperjalanan, sisa 3 jam untuk sholat, baca A-Qur’an, Pengajian itupun kadang kurang…..astaghfirullah.

Coba hitung juga belanja kita, untuk beli atau cicilan rumah ? untuk beli atau cicilan kendaraan ? untuk asuransi ? untuk investasi ? biaya konsumsi ? belanja busana dan asesorisnya ? perawatan kesehatan ? pendidikan ? dan lain-lain itu semua rutin kita anggarkan setiap bulan, lha untuk belanja kebutuhan di Akhirat berapa persen dari semua itu, lebih kecil atau lebih besar ?

Ya ya ya… itulah kita mengingkan KEBAHAGIAAN ABADI dengan investasi sekecil-kecilnya, untuk KENIKMATAN SESA’AT kita anggarkan sebesar-besarnya, masya Allah…..astaghfirullah.

Bagaimana supaya kita bisa lebih mementingkan Akhirat daripada Dunia ini, paparan dibawah ini semoga bisa menjadi pertimbangan.

Sahabat, apa yang teringat oleh kita ketika kita baru saja terkena panah cinta dari calon pasangan kita? mau makan ingat dia, mau mandi ingat dia, mau tidur ingat dia, bahkan sholatpun ingat dia, Lalu apa yang selalu terbayang oleh kita ketika kita jadi orang kaya baru banyak duit ? mobil mewah, rumah indah, angka digital rekening-rekening kita, mungkin juga orang ketiga yang selalu perhatian sama kita?!

Yang pasti ketika cinta kita kepada Allah SWT sudah mulai retak, maka akan ada banyak nama dalam hati kita yang selalu kita sebut dan selalu kita kenang selain nama Allah, ada nama suami, istri, pacar, ada merk mobil, ada kapling exclusive, ada Rupiah, Dollar, ada juga nama orang-orang special, maka ketika itu nama Allah lambat laun mulai pudar dan jarang kita sebut.

Sahabat itulah cara canggih kerja Setan supaya kita menjauh dan melenyapkan nama Allah SWT dalam hati dan perasaan kita, Sebenarnya Setan bukan menjelma sebagai pocong, gondoruwo, kuntilanak, hantu, Dracula, atau dedemit yang menakutkan sebagaimana rekayasa sutradara film dan sinetron. Tetapi Setan justru menjelma dan bergentayagan dalam bentuk Rupiah, Dollar, wanita sexy, pria macho perkasa, mobil mewah, rumah indah, mega proyek bisnis dan glamornya kehidupan papan atas.

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah GOLONGAN YANG RUGI.”
(Al-Mujadilah :19 )

Apa sih untungnya kita tambatkan nama-nama duniawi dalam hati dan perasaan kita ? nama wanita atau pria misalnya apakah dengan selalu teringat dia, membuat kita semakin kaya ? atau hidup kita semakin bahagia jika selalu bersamanya ? bukankah seiring dengan berjalannya waktu, dia akan pasti meninggalkan kita ?!

Bukankah Allah telah mengingatkan, “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah ORANG-ORANG YANG RUGI.” ( Al-Munafiqun : 9 )

Untuk supaya nama Allah SWT selalu terukir dalam hati dan perasaan kita, sebenarnya tidaklah sesulit apa yang diajarkan oleh para ahli tasawwuf atau ahli Tharikat, harus bersila di masjid memutar tasbih ribuan kali dengan membaca kalimat-kalimat tertentu atau puasa puluhan hari dengan tidak memakan makanan tertentu. Karena Allah SWT tidak pernah mempersulit dengan ritual atau birokrasi yang njelimet agar dapat berkomunikasi denganNYA, tidak , tidak , tidak sama sekali.

Lalu bagaimana supaya 24 jam waktu yang diberikan Allah SWT ini hanya benar-benar untuk Allah SWT, tanpa meninggalkan aktifitas duniawi kita ? ah mustahil itu ! bisa kok, asal kita mau saja….. ya paling tidak 80% lah atau jangan sampai kurang dari 50% supaya posisi kita aman di Akhirat kelak.

Baik, mari kita coba optimalkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini :

Ketika kita mau tidur, ingat sahabat….ternyata TIDUR adalah sebuah kondisi dimana kita SANGAT DEKAT denga Allah SWT karena RUH kita pada saat itu ada dalam ‘genggaman Allah SWT’ kita diwafatkan sejenak, harusnya kita sangat khawatir dan mempersiapkan diri jangan-jangan itu adalah tidur kita yang terakhir, oleh karena itu dianjurkan sebelum beranjak tidur kita wudhu dulu, bagi yang suami istri yang kebetulan ‘main bola’ di malam hari, sebaiknya mandi janabah dulu sebelum tidur, lalu baca “ bismillah, dengan namaMU ya Allah aku hidup dan dengan namu ya Allah aku mati “, lalu baca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan Ayat Kursi, setelah itu baca Istighfar dengan mengingat dosa dan khilaf kita hari itu sampai kita tertidur, tapi jangan lupa minta dibangunkan 1 jam sebelum Shubuh supaya kita bisa Sholat Tahajjud, boleh juga minta supaya dikasih ‘MIMPI INDAH’, kalo ini kita lakukan secara konsisten….maka kita akan merasakan tidur kita begitu indah dan nikmat, bahkan suatu saat kita akan merasakan sebuah rekreasi perjalanan wisata yang menakjubkan yang belum pernah kita temui di Dunia ini. Oh ya ? gak percaya ? coba aja lakukan

Jika ini kita lakukan, maka selama kita tidur nama Allah akan tetap di hati kita. Berarti waktu jam tidur kita sudah kita habiskan hanya untuk Allah SWT, Ketika kita bangun tidur kita ucapkan “ Alhamdulillah, Engkau hidupkan aku kembali sesudah kematianku “. Sebagai wujud kesyukuran kita. (=6 jam untuk Allah SWT)

Ketika kita akan berangkat kerja, kita awali dengan Bismillah bahwa apa yang akan kita lakukan dalam rangka mensyukuri kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada kita dalam rangka untuk memberi manfaat kepada banyak orang, memberi nafkah yang layak kepada keluarga agar mampu beribadah mematuhi Aturan Allah SWT dengan baik, juga membantu perjuangan saudara-saudara kita yang sedang terseok-seok di Jalan Allah SWT. Maka itu artinya seluruh aktifitas selama kita kerja sudah kita berikan hanya untuk Allah SWT (=8 jam untuk Allah SWT)

Ketika dalam perjalanan adalah sebuah moment yang juga harus kita waspadai karena begitu banyak resiko yang sering tidak kita duga, cobalah menikmati alunan indahnya Al-Qur’an atau meresapi zikir-zikir yang mudah kita ucapkan selama dalam perjalanan sambil melihat peristiwa atau ayat-ayat Allah yang dibentangkan dihadapan kita, maka kita akan merasakan begitu indah perjalanan kita bersama Allah SWT, akan ada banyak pelajaran yang diberikan kepada kita untuk hidup yang lebih baik dan mulia. (=3 jam untuk Allah SWT)

Ketika acara makan dan santai bersama keluarga atau teman, maka rasakan betapa nikmat dan kasih sayang Allah SWT kepada kita, ketika lapar dan haus selalu ada makanan dan minuman yang bisa kita makan dan minum sementara masih ada jutaan orang yang bersimbah keringat dan bertaruh nyawa hanya untuk sesuap nasi, ketika kita kesepian ada keluarga atau teman yang bisa menemani dan berbagi beban sementara banyak saudara-saudara kita yang tidak tau kepada siapa harus berbagi rasa duka dan cinta. (=4 jam untuk Allah SWT)

Nah disela-sela kita beraktifitas sehari semalam terdapat 5 waktu ketemuan wajib dengan Allah SWT, momen inilah yang semakin memperkokoh exisistensi nama Allah dalam hati dan perasaan kita. Kita juga diberikan waktu yang cukup leluasa baik pagi, siang, sore atau malam hari untuk mengadakan meeting bersama Allah SWT, untuk membicarakan berbagai persoalan kehidupan agar dapat menemukan berbagai peluang dan jalan keluar.(3 jam = untuk Allah SWT)

Jadi apanya yang sulit agar hidup ini hanya untuk ALLAH SWT. ( total, 6+8+3+4+3=24 Jam untuk Allah SWT )

Maka jika kita sudah demikian halnya, maka Allah SWT menawarkan janjiNYA : “ ORANG YANG TIDAK DILALAIKAN OLEH PERDAGANGAN DAN JUAL BELI DARI MENGINGAT ALLAH, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat), (mereka melakukan itu) agar Allah Memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia Menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan ALLAH MEMBERI REZEKI KEPADA SIAPA SAJA YANG DIA KEHENDAKI TANPA BATAS “.( An-Nur : 37-38 ).

Wow ! Rezeki tanpa batas, bagaimana mungkin ? ya sangat, sangat mungkin dan mampu kita lakukan, oleh itu lakukan saja, mulai sekarang, mulai detik ini, jika kita sudah terbiasa melakukannya maka keluarbiasaan akan terjadi dan akan kita rasakan dalam diri kita. Kita akan mampu ‘melihat’ Allah SWT merasakan kehadiranNYA serta mampu mendeteksi semua peluang yang dibentangkan dihadapan kita disetiap kejadian, disetiap apa yang kita lihat dan kita dengar, dalam duduk, berdiri dan dalam pembaringan kita, PASTI !

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. ( Ali Imron : 190-191 )

Maka ketika kita melihat gadis sexy seronok atau Pria macho yang perkasa melintas didepan kita bukan mata kita yang mendelik lalu hati dan perasaan dipenuhi dengan bayangan wajah dan namanya, tidak, tidak akan sama sekali karena hati dan persaan kita telah merasakan betapa indah dan membahagiakan ketika ‘bertemu’ denganNYA, getaran rindu untuk selalu ‘bertemu’ terus menggebu.

Ketika hujan turun bukan umpatan “ Sialan “ yang spontan terucap tapi kesyukuran “ Alhamdulillah, Engkau telah gembirakan saudara kami yang sedang bercocok tanam untuk memenuhi lumbung logistic kami “.

Ketika melihat kelakuan para penguasa, pengusaha dan pejabat yang semakin zhalim dan serakah, bukan cacian yang meluncur dari mulut kita tapi semangat Tauhid yang justru makin menggema “ Laa ilaaha illallah, tiada system kehidupan yang layak kita jalankan kecuali Sistem Hidup yang Engkau berikan ya Allah “.

Ketika kita dihadapkan dengan berbagai kesulitan, tantangan dan hambatan dalam kehidupan kita bukan keluhan yang selalu meluncur dalam setiap kata kita, tetapi semangat pantang menyerah yang menggelegar “ Allahu Akbar, ya Allah Engkaulah yang Maha Besar, semua yang terjadi ini kecil dihadapanMU, semua ini pasti salahku dan JalanMU pasti lebih indah, Engkau Maha Tau apa yang seharusnya aku lakukan “. dst

Maka tanpa terasa lantunan kalimat “ Subhaanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Astaghfirullah “ akan senantiasa mengiringi disetiap hembusan nafas dan denyut jantung dan nadi kita, dalam duduk, berdiri dan dalam pembaringan kita.

Bukan hanya itu, ketenteraman, kedamaian dan kebahagiaan akan senantiasa bersemayam dalam kehidupan kita.

“ orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’du : 28 ).

Saturday, 17 February 2018

Rasulullah Sangat Rindu Terhadap Umat Akhir Zaman











Suatu ketika berkumpullah Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq.

“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku (saudara-saudaraku).”
Kemudian terucap dari mulut baginda yang sangat mulia:
Suasana di majelis itu hening sejenak. Semua yang hadir diam seolah sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi sayidina Abu Bakar, itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihinya melontarkan pengakuan demikian.
“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran.
Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Baginda bersabda,“
“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” Suara Rasulullah bernada rendah. “Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain pula.
“Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”
(Ibn Asakir 30/137, dan dalam Kanzul Ummal, 14/48.) Dari Abu Hurairah, bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda: "Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, " sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita." Para Sahabat bertanya, 'Tidakkah kami semua saudara-saudaramu wahai Rasulullah? Beliau menjawab dengan bersabda: "Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan
Beliau bersabda lagi: ''Maka mereka datang dalam keadaan muka dan kaki mereka putih bercahaya karena bekas wudlu.
saudara-saudara kita ialah mereka yang belum berwujud." Sahabat bertanya lagi, ''Bagaimana engkau dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab dengan bersabda: "Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih didahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu? '' Para Sahabat menjawab, ''Sudah tentu wahai Rasulullah.'' Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan suatu ketika selepas shalat shubuh, seperti biasa Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam duduk menghadap para sahabat. Kemudian beliau bertanya,
dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat'. Aku memanggil mereka, 'Kemarilah kamu semua'. Maka dikatakan, 'Sesungguhnya mereka telah menukar ajaranmu selepas kamu wafat'. Maka aku bersabda: "Pergilah jauh-jauh dari sini." (HR. Muslim No. 367). Siapa Manusia Yang Paling Menakjubkan Imannya Menurut Rosulullah Saw? Sahabatku, Berbahagialan kita ummat Nabi Muhammad karena kita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah orang yang paling menakjubkan imannya menurut Rasulullah Saw. “Wahai manusia siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan?”. “Malikat, ya Rasul,” jawab sahabat.
Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam terdiam sejenak, kemudian dengan lembut beliau bersabda,
“Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Tuhan?”Tukas Rasulullah. “Kalau begitu, para Nabi ya Rasulullah” para sahabat kembali menjawab “Bagaimana nabi tidak beriman, sedangkan wahyu dari langit turun kepada mereka?” kembali ujar Rasul. “Kalau begitu para sahabat-sahabatmu, ya Rosul”. “Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, dan juga menyaksikan dengan mata kepala sendiri tanda-tanda kerosulanku.” Ujar Rasulullah. “Yang paling menakjubkan imannya,” ujar Rasul
“Berbahagialah orang yang pernah melihatku dan beriman kepadaku” Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengucapkan itu satu kali.
“adalah kaum yang datang sesudah kalian semua. Mereka beriman kepadaku, tanpa pernah melihatku. Mereka membenarkanku tanpa pernah menyaksikanku. Mereka menemukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka mengamalkan apa-apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membela aku seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu.” Kemudian, Nabi Shallallahu alaihi wasallam meneruskan dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 3, “Mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menginfakan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada mereka.” Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,


Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku.”
Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam mengucapkan kalimat kedua itu hingga 7 kali.
(HR. Musnad Ahmad juz 4 hal 106 hadis no 17017. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi juz 2 hal 398 hadis no 2744)
Semoga kita semua, orangtua kita dan anak-anak keturunan kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang sholeh, orang-orang yang menakjubkan imannya menurut Rosulullah saw dan kelak bisa mendapatkan syafaatnya serta berkumpul dengan Rosulullah Saw di Surga.
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.
Wallahu a'lam

Thursday, 15 February 2018

Belajar Bersama Di Saung Sahabat



Sahabat, di hari yang cerah ini anak-anak santri sedang melakukan kegiatan belajar di sebuah saung, yang kami beri nama Saung Sahabat. Ya, inilah kondisi tempat kami belajar, di sebuah saung yang masih asri dengan banyak pepohonan di sekitarnya.

Walaupun melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tempat terbuka dan bukan di dalam ruangan yang tersusun meja serta kursi yang rapi, ini tidaklah mengurungkan niat anak-anak santri untuk belajar dan meraih ilmu. Anak-anak santri tetap bersemangat dan di tempat terbuka seperti ini mampu meningkatkan motivasi belajar pada anak.





Jadilah Pelopor Dalam Kebaikan


Sahabat keberadaan seorang muslim hendaknya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekitarnya. Janganlah seorang muslim tenggelam dalam waktunya mengejar kehidupan duniawi saja dan keberadaannya menjadi sia-sia bagi orang lain. Salah satu cara memberikan kontribusi kebaikan adalah dengan menjadi pelopor kebaikan yang secara tidak langsung bernilai dakwah. Dakwah merupakan pilar-pilar Islam yang menjadikan bangunan Islam itu dapat berdiri kokoh dan menyebar kemana-mana.

Beberapa dalil agar menyeru kepada kebaikan adalah sebagai berikut:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(An-Nahl:125).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyeru kepada hidayah (jalan petunjuk dan kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti (atau mengerjakan)nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang mengikuti (mengerjakan)nya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 6750).

Dari hadits tersebut dapat kita ambil beberapa hikmah sbb:

1.Hendaknya kita senantiasa bersemangat dalam berdakwah atau mengajak orang lain kepada jalan kebaikan

2.Adanya keutamaan kepada penuntut untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain dengan niat ikhlas karena mengharap wajah Allah semata

3.Akan nada kebaikan yang insya Allah akan selalu mengalir kepada dirinya sebanyak pahala orang yang menerima, mengikuti n mengamalkan ilmu yang diajarkannya

4.Adanya ancaman keras bagi siapa saja yang mengajarkan kepada orang lain tentang keburukan seperti: kemusyrikan, kekufuran, atau kesesatan lainnya, yaitu ia akan memikul dosa perbuatannya tersebut,dan dosa orang-orang yg mengikuti seruannya.

Contoh perbuatan yang bisa dilakukan dan menjadi pelopor kebaikan bagi lingkungan kita adalah:

1.Memberikan contoh dan mengajak menjaga lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang bermanfaat. Contohnya: menggunakan bekas bungkus minyak goreng sebagai polybag tanaman, dan lain-lain.

2.Membuat bak sampah, yaitu: mengumpulkan sampah masyarakat yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya dan kemudian dijual kepada pihak pabrik. Masyarakat yang menyerahkan plastik atau Koran bekas mendapatkan nominal rupiah sesuai yang diberikan.

3.Membuka silaturahim dengan berkunjung ke rumah tetangga secara bergantian dengan membawa sebagian hasil masakan secara berkala (misalnya: 3 hari sekali)

4.Membuka kelas belajar mengaji untuk anak-anak di rumah

5.Membuat gerakan-gerakan yang lebih besar seperti mengorganisasi bantuan untuk dhuafa, korban banjir, atau bencana lainnya.

Jangan lupa pula untuk menjadi pribadi yang santun, ramah dan siap menolong kepada yang membutuhkan. Islam memenangkan dakwahnya melalui aqidah dan akhlak yang baik sebagaimana akhlak Rasulullah SAW. Berdakwah dijalan memang Allah SWT tidaklah mudah. Tantangan dan rintangan pasti akan selalu ada. Namun hendaknya kita tidak mengenal lelah mengajak dalam mengajak dan menjadi pelopor dalam kebaikan.

Satu hal yang perlu diingat adalah: janganlah kita giat mengajak kepada orang lain untuk suatu kebaikan, namun diri sendiri enggan untuk melakukannya karena Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. Ash Shaff: 2-3).

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

Wednesday, 14 February 2018

Gelisah Karena Dunia


Salah satu celah godaan syaitan adalah dihembus-hembuskannya rasa takut besok tidak bisa makan, takut rezeki kurang, takut tidak bisa menghidupi keluarga, sehingga hadirlah keraguan di dalam hati kepada Allah Swt. Inilah gelisah yang dipicu urusan duniawi, kegelisahan yang sungguh menyiksa.

Kegelisahan yang demikian hanya akan menyeret kita pada kegelapan yang semakin kelam. Karena sudah terseret-seret oleh dunia yang fana, ditambah lagi jauh dari Allah karena hati yang rapuh berpegang pada-Nya. Padahal sudah pasti kepuasan yang dicari hawa nafsu tidak akan pernah ada habisnya, seperti minum air laut saat kehausan maka haus hanya akan makin menjadi-jadi sedangkan semakin banyak air laut yang diminum akan semakin rugi tubuh ini.

Allah Swt. berfirman, “Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir [35] : 3)

Gelisah karena urusan dunia adalah bentuk jika kita tidak bersyukur atas segala nikmat yang selama ini kita terima, sejak kita dalam kandungan hingga lahir di dunia. Mengapa khawatir tidak dapat rezeki padahal selama ini rezeki yang kita terima tidak terhingga jumlahnya. Mengapa khawatir tidak bisa menghidupi keluarga, padahal setiap makhluk adalah ciptaan Allah, milik Allah, dan Allah pula yang menjamin rezekinya.

Sedangkan jika kita tidak bersyukur maka kita sedang mengundang malapetaka lebih besar datang kepada kita. Na’udzubillaahi mindzalik! Saudaraku, dunia ini kecil, sedangkan Allah Maha Besar. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang disibukkan dengan kegelisahan karena urusan dunia. Semoga Allah memberikan keselamatan kita selama menjalani kehidupan di dunia. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Tuesday, 13 February 2018

Sedekah Membawa Keberkahan


Sedekah bagaikan pohon yang selalu disiram hingga berbuah yang subur, begitupun manfaatnya dapat membawa keharmonisan dan rezeki yang terus mengalir. Mau tau keberkahannya... simak yuk!

Setiap manusia sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Ia tidak hanya rupiah tetapi pengertiannya sangat luas sekali baik kesehatan, ketenteraman jiwa, keturunan, isteri dan anak yang baik. 

Ada yang selalu mengeluh terhadap keadaan ekonomi kesehariannya, kerana sudah membanting tulang kesana-kemari mencari rezeki tetapi belum juga merubah nasibnya.


Sebagai hamba Allah yang beriman, anggaplah semua itu adalah cobaan serta rintangan agar menjadikan diri kita lebih bersabar dan terus berusaha.
Teruslah berusaha karena setiap kesuksesan pastinya memerlukan kerja keras yang terus-menerus.

Bersikap rido dan bertawakal agar Allah SWT. memberkati segala yang kita lakukan. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi dan Pemurah atas rezeki untuk hamba-Nya.

Semua yang berlaku atas izin-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukanlah yang diterima.

Jika mereka bertawakal kepada Allah maka Allah pasti mencukupkan keperluannya. Perhatikan firman Allah berikut ini:
“Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya (memelihara). Sesungguhnya Allah menyampaikan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah mengadakan qadar (takdir) bagi setiap sesuatu.” (QS At-Taalaq: 3).


Namun taukah anda bahwa sikap memberi atau bersedekah mempunyai kelebihan dalam urusan mencari uang. Bahkan dapat membuka pintu rezeki lebih luas, kepada mereka yang melakukannya.
Amalan bersedekah penyubur kebaikan serta melipat gandakan rezeki seseorang hamba.

Allah berfirman sebagai berikut:
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah, seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji, dan Allah melipat gandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (kurniaan-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 261).

Tertarikkah anda dengan janji Allah tersebut? Pastinya lah..., semua orang ingin hidup senang; mempunyai rumah yang luas, bermobil mewah, memakai pakaian cantik dan bercuti ke luar negri .
Namun fenomenalnya kehidupan masyarakat ada yang rendah adajuga diatas rata-rata. Tujuan kita hidup bukanlah untuk memenuhi nafsu tetapi kita perlu melihat kekurangan dan kesengsaraan orang lain.

Jika Allah ‘memberi’ pinjaman kekayaan kepada kita, maka gunakan kesempatan itu untuk melihat keindahan dari ciptaan Allah. Sebenarnya masih ada lagi yang memerlukan perhatian dan bantuan.

Justru jalankan amanah kekayaan yang Allah karuniakan itu, untuk membantu golongan memerlukan. Dalam rezeki Allah itu terdapat hak orang lain yang perlu dimanfaatkan.

Bersifat individualistik melambangkan seorang itu berhati kikir, sukar didekati dan orang banyak tidak menghormatinya.

Alangkah baik jika pendekatan mencari rezeki sambil menyumbang diterapkan dalam diri kita.


Sabda Rasulullah:
“Tidaklah harta itu berkurang disebabkan oleh sedekah.” (Riwayat Muslim).