Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Wednesday, 16 January 2019

Allah Pasti Mengganti Dengan Yang Lebih Baik


Kehilangan sesuatu yang berharga pasti amat menyedihkan. Apalagi untuk mendapatkannya perlu perjuangan yang tidak mudah. Ketika sesuatu itu hilang, pasti ada rasa sedih, kesal, dan marah. Tidak hanya rasa tersebut, tidak jarang kita juga menyalahkan seseorang atas kehilangan sesuatu yang berharga. Dan tidak jarang pula yang akhirnya menyalahkan Allah.

Apa yang hilang dari kehidupan kita, tidak perlu disesali. Tanamkan dalam diri bahwa semua adalah milik Allah. Apa yang kita miliki hanyalah titipan Allah semata. MilikNya yang Allah percayakan kepada kita untuk menjaga. Jadi, jika kehilanganpun tidak sedih secara berlebihan. Tapi justru kita bersyukur pernah dipercaya oleh Allah untuk memiliki sesuatu yang berharga itu.

Demikian pula dengan kehidupan yang sedang kita jalani. Kehilangan pekerjaan atau usaha yang bangkrut tidak perlu diratapi secara berlebihan apalagi sampai menyalahkan Allah sebagai sumber masalahnya. Masya Allah. Justru gunakan sebagai ajang introspeksi. Mungkin selama kita menjalankan pekerjaan atau usaha, ada perbuatan kita yang kurang berkah.

Dengan introspeksi, memperbaiki sikap yang mungkin salah, insya Allah, Allah akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Skenario Allah selalu adil terhadap hambaNya. Allah selalu memiliki kejutan baik untuk setiap hambaNya yang senantiasa bersyukur dan bertawakal dengan ketetapanNya.

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu” (HR Ahmad no 23074)

Jika Allah mengambil satu nikmat, insya Allah Dia telah mempersiapkan nikmat lain yang lebih baik. Yang pastinya akan sangat berguna bagi kita. Ingat, jika satu pintu tertutup, jangan terus meratapi pintu yang tertutup tersebut dan menunggu sampai pintu itu terbuka. Tapi perhatikan sekitar, masih banyak pintu-pintu yang terbuka dan menunggu kita datangi dan disanalah menunggu kenikmatan yang jauh lebih baik dari sesuatu yang telah hilang.

Bertawakal dan sabar adalah kunci dari pembuka pintu-pintu yang lain. Jika kita terus meratapi kehilangan, niscaya mata kita tidak akan awas melihat pintu-pintu dan peluang yang ada didalamnya. Peluang yang mungkin tidak akan kita dapatkan jika kita tidak pernah merasakan kehilangan sebelumnya.

Tuesday, 15 January 2019

Setoran Hafalan Al-Qur'an








Assalamu'alaikum wr wb..

Sahabat, berikut adalah kegiatan setoran hafalan Al-Qur'an serta ujian bahasa dan Qur'an yang tengah berlangsung di Yayasan Rumah Yatim Indonesia. Doakan kami ya, semoga seluruh santri dapat melaksanakan ujian dengan lancar. Aamiin~







Monday, 14 January 2019

Letak Kekayaan Yang Sesungguhnya










Seorang anak bertanya kepada ibunya : 
Ibu, mengapa kita miskin?

Dengan tenang sang ibu berkata :

Nak, hidup ini seperti jalan2 di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yg membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti
Siapa yg membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.

Sementara kita tak mungkin membawa apa2. Karena tak punya uang untuk membelinya.
Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang2 kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang2 kaya ditanya tentang 
Darimana hartanya mereka peroleh ?
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.

Anakku
Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin.

BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

BERPIKIRLAH POSITIF,
Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa

Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.,

Menunggu kita Siap Menerimanya....

Ingatlah apa yg disampaikan Rasulullah.. Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada banyaknya harta benda, tapi pada "hati dan ketenangan jiwa"

Saturday, 12 January 2019

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan


Allah SWT Berfirman:“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Pernahkah kita  merasakan sebuah keadaan dimana berbagai cobaan datang silih berganti, berbagai musibah datang menerpa, berbagai kesulitan hidup menghimpit jiwa dan menyesakkan dada–dada kita. Pernahkah Anda merasakan sebuah keadaan, dimana berbagai upaya, berbagai sarana telah kita tempuh, berbagai ikhtiar dan doa telah kita jalankan, akan tetapi permasalahan itu tak kunjung selesai, hanya tinggal kepasrahan atas kehendak Allah, yang menyelimuti pikiran kita, pernahkah kita mengalaminya?

Itulah dinamika hidup yang sering kita lalui dan kita jalani, roda-roda kehidupan pun akan terus berputar, keadaan akan selalu berubah, kadang di atas, kadang di bawah, begitu juga setiap orang pasti mengalami hal tersebut. Seperti sebuah sunnatullah, setelah lapar ada kenyang setelah haus ada kepuasan, setiap kegelapan akan terang benderang dan setiap kesulitan ada kemudahan.

Jadi sahabat, sebagai seorang mukmin kita harus meyakini bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, ayat di atas memberikan pelajaran bagi kita untuk tidak berputus asa, yakinlah apabila himpitan dan kesulitan itu telah mencapai puncaknya, maka insya Allah ia akan berakhir dan terlampaui dengan hadirnya kemudahan dan kelapangan.

Wahai sahabat, setiap kita melihat hamparan gurun sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan, dibalik itu ada oase-oase yang menyegarkan. Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Selalu berprasangka baiklah atas ketentuan Allah terhadap diri kita, karena itulah yang terbaik, janganlah merasa terhimpit sejengkal pun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun akan datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua.
Wahai sahabat, yakinlah bahwa dengan izin Allah bersama kesulitan itu akan muncul kemudahan. 

Wallahua’lam bishowab.



Friday, 11 January 2019

Sedekah Nasi Untuk Santri








Alhamdulillah, berikut adalah pembagian nasi dari donatur untuk buka puasa sunah senin - kamis untuk seluruh santri yatim dhuafa dan penghafal Qur'an.
Jazakallah khoiron katsiiro, terimakasih kepada bapak/ibu donatur yang telah rutin memberikan sedekah nasi untuk seluruh santri. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan serta keikhlasan seluruh donatur. Aamiin~








Thursday, 10 January 2019

Keajaiban Sedekah 5000 Rupiah







Kisah ini menceritakan tentang sedekah dua lembar uang lima ribuan yang dilakukan oleh seseorang dengan tulus pada saat dia sendiri sedang dalam kondisi sangat membutuhkan uang itu. Kisah yang terjadi pada masa yang namanya krisis moneter, dan dia baru saja terkena dampak krisis itu. Masa setelah lengsernya Presiden Suharto. Dimana pada saat itu perekonomian baru saja terpuruk. Pengangguran dan PHK sedang begitu gencarnya, kejahatan sedang merajalela.

Tersebutlah sebuah keluarga dengan dua orang anak. Sang suami terpaksa berhenti dari pekerjaanya karena tempatnya bekerja (perusahaan sablon) bangkrut. Simpanannya sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Bahkan sekarang untuk makan dan biaya sekolah anak-anaknya sang istri harus menghutang tetangganya.
Suatu hari lelaki itu pergi keluar rumah dengan niat mencari pekerjaan. Akan tetapi hingga tengah hari tidak menghasilkan apa yang diharapkan. Ia berhenti di sebuah masjid dan menunaikan sholat dhuhur. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan.

Perutnya sudah sangat lapar. Dia bermaksud pergi ke warung. Tetapi niatnya digagalkan demi melihat seorang tua renta yang meminta-minta dihadapannya. Di dompetnya hanya ada dua lembar uang masing-masing lima ribuan. Satu lembar diberikannya kepada pengemis itu.”Ini buat makan ya pak….” Dia memberikan satu lembar uang lima ribuannya. Uang yang rencananya untuk makan siang. Uangnya tinggal tersisa lima ribu rupiah.

Dia berpikir, sisa uangnya masih cukup untuk membeli nasi. Niat yang tadi tertunda rupanya tertunda lagi karena tiba-tiba ada seorang tua renta yang mengendarai sepeda onthel (sepeda angin) terserempet mobil di depan matanya. Dia berusaha menolongnya karena mobil yang menyerempetnya melarikan diri. Sepedanya rusak. Dengan tulus dia membawa orang tersebut dan sepedanya ke bengkel terdekat. Lagi-lagi dia berada dalam posisi yang sangat sulit, satu sisi perut lapar dan perih tapi di sisi lain ada orang yang lebih membutuhkan. Dia harus membantu perbaikan sepeda orang tersebut karena kebetulan bapak tua tadi tidak mempunyai ongkos untuk memperbaikinya.

Dia pulang ke rumah dengan tanpa membawa hasil apapun, melainkan perut kosong dan perih, tetapi hal itu diterima dengan lapang dada. Dia masih berharap, Tuhan memberikan jalan baginya. Keadaan itu berjalan berbulan-bulan hingga barang-barang di rumah sudah habis terjual.

Malam itu dia tidak bisa tidur, Pikirannya menerawang kemana-mana. Satu persatu teman-temannya sewaktu SMA dulu terlintas dibenaknya. Tiba-tiba ingatanya tertahan pada teman karibnya dulu, dimanakah dia sekarang?, apakah hidunya sudah mapan?. Teman karibnya itu tergolong mampu, buktinya dia sempat melanjutkan kebangku kuliah dan dia sendiri tertahan karena keterbatasan keuangan oarang tuanya waktu itu.

Allah SWT memang Maha Besar, tanpa disangka-sangka seorang sahabat karib yang sempat terlintas di lamunannya kemarin malam tiba-tiba bertamu kerumahnya. Belakangan diketahui teman karibnya itu sudah menjadi ketua sebuah partai di Jawa Tengah.

Berawal dari saling menceritakan pengalaman hidupnya itu maka diapun diminta temannya itu untuk membuat umbul-umbul dan bendera dalam jumlah ribuan lembar. Jumlah yang sangat besar dibandingkan sewaktu dia masih menjadi karyawan perusahaan sablon dulu tempat bekerja. “Ada apakah ini? “pikirnya. “Apakah Allah SWT mendengar doa-doaku? dengan cek senilai 50 juta rupiah untuk modal yang diberikan teman karibnya itu, dia sendiri masih bingung cara memakainya, maklum baru sekali ini melihat yang namanya cek. Minimal kegalaunya tentang modal awal dari pesanan yang begitu banyak sudah ada jalan keluar.

Semenjak itulah dia mulai bekerja secara mandiri. Bahkan sekarang sudah memiliki gudang dan karyawan sampai 25 orang untuk menangani bagitu banyaknya order pesanan.

Ketika ada orang bertanya, apa yang menyebabkanmu menjadi sukses dalam dunia sablon? dengan sederhana dia menjawab,” Menurut saya karena dua lembar uang lima ribuan, satu lembar untuk peminta-minta yang sedang lapar dan lembar yang kedua untuk seseorang yang perlu perbaikan sepeda. Saya mengatakan itu yaa karena kenyataanya seperti itu, pada waktu itu barang-barang di rumah sudah habis dijual untuk menyambung hidup, tapi keinginan bertemu dengan sahabat karib SMA dulu kok tahu-tahu dia sudah bertandang ke rumah. Tidak ada akibat tanpa sebab. Saya yakin dengan sedekah, apalagi sedekah pada saat kita sendiri lagi susah, bersedekah ketika miskin sangat bernilai di mata Allah SWT, tetapi bersedekah pada saat lapang seperti sekarang ini jangan ditinggalkan.

Jawaban sederhana yang dapat membuat orang lain tertarik dengan kisah hidupnya. Subhanalloh……

Wednesday, 9 January 2019

Donasi Dari Komunitas Bikers Shubuhan








Assalamua'laikum wr wb..

Sahabat, berkat Rahmat Allah Swt, kami segenap Pengurus Yayasan Rumah Yatim Indonesia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari komunitas Bikers Shubuhan Tasikmalaya atas bantuan yang telah diberikan kepada seluruh santri yatim dhuafa dan penghafal Qur'an disini.

Jazakallah Khoiron Katsiiro, kami terima sedekahnya, semoga Allah Swt membalas semua kebaikan serta keikhlasan dari seluruh donatur. Aamiin~