Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Tuesday, 23 May 2023

Ketika Dunia Melalaikanku

Taat pada Allah tak semudah membalikkan telapak tangan. Ringan di lisan, berat diamalkan. Karena senantiasa ada penghalang ketaatan yang bermula dari diri sendiri, yaitu kelalaian. Lalai dalam niat, pikir dan amal. Lalai niat berarti berbicara tentang amalan hati. Acap kali tanpa disadari pemiliknya, niat amal bukan lagi tertuju pada Allah. Tapi teralihkan pada ridha dan pujian manusia serta meraih kenikmatan dan kesenangan dunia.

Lalai pikir berarti lupa mengingat Allah dalam aktivitas keseharian. Allah terlupakan seiring dengan kesibukan dunia. Bahkan tak menyadari diri terjatuh pada maksiat. Pun maksiat yang dilakukan mulai terasa biasa saja tanpa berdosa. Seolah lupa bahwa Allah senantiasa Maha Melihat dan Mengawasi aktivitas diri tanpa jeda, tanpa istirahat.

Lalai amal berarti kurangnya amal yang mendekatkan diri dengan Allah. Kurangnya syukur, sikap tamak dan tak pernah cukup yang menguasai diri. Belum lagi pengaruh gaya hidup yang tak jarang semakin membuat amal bernafsu pada kenikmatan dunia.

Tak ada jalan lain, selain kembali. Maksudnya kembali menata niat, pikir dan amal. Menata niat adalah hal yang paling mendasar.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Niatlah yang membedakan kedudukan hamba di sisi Allah. Karena akan berbeda kedudukannya antara yang mengharap ridha Allah dengan yang menghendaki kenikmatan dunia. Allah pun akan memberikan balasan sesuai niat hambanya. Bagi yang mengharap ridha Allah, balasannya tak hanya dapat dunia tapi juga kebaikan akhirat. Sebaliknya bagi mengharap dunia, hanya akan mendapatkan sekadar kenikmatan dunia saja.

Singkatnya kehidupan dunia, meniscayakan kenikmatannya hanyalah secuil. Ibarat air yang tersisa pada jari setelah dicelupkan dan diangkat dari lautan, Tak sebanding dengan kenikmatan hakiki di akhirat.

Mindset bahwa hidup di dunia hanya sementara dan kenikmatannya hanya secuil, tak akan menjadikan pikiran terobsesi hanya meraih dunia saja. Pikiran akan terobsesi pada kenikmatan hakiki, yang tak mungkin diraih jika melupakan Allah dalam aktivitas kehidupan. Yang tak mungkin diraih jika bermaksiat dan melanggar hukum syara’.

Menata amal berarti berusaha untuk memperbaiki kualitas amal dan semakin mendekatkan diri pada Allah. Hal yang fitrah bahwa setiap manusia jatuh pada kelalaian amal. Tapi sebaik baiknya yang harus dilakukan hamba yang beriman adalah muhasabah dan memperbaiki amal diri.


Monday, 17 April 2023

Mustajabnya Do'a Orang Berpuasa

Setiap orang pasti memiliki harapan yang ingin segera terwujud. Maka iringilah puasa di Bulan Ramadhan ini dengan perbanyak doa kepada Allah karena hanya Dia yang bisa mengabulkannya.

”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi.” (H.R Tirmidzi)

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum bulan untuk kita berdoa serta terkabulnya sebuah doa. Perbanyaklah berdoa dan mintalah dengan kesungguhan hati. Ada banyak waktu mustajab pada bulan suci Ramadan ini yang dipandang  terkabulnya sebuah doa yaitu sebelum adzan Magrib sebelum berbuka puasa dan juga waktu sahur merupakan saat yang paling baik untuk berdoa.

Semoga Allah mendengar doa-doa kita dan mengabulkannya. Aamiin.

Tuesday, 11 April 2023

Raih Kemuliaan Ramadhan Dengan Lailatul Qadar

Bulan Ramadhan menyimpan banyak keistimewaan di dalamnya. Rahmat, ampunan, dan pahala yang melimpah menjadikan berlomba-lombanya umat Muslim mengerjakan amal sholeh kala Ramadhan datang. Salah satu keistimewaan lain dari bulan Ramadhan yaitu dengan adanya Lailatul Qadr.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa setiap tahun terjadi Lailatul Qadr. Malam tersebut menjadi mulia bukan saja karena waktu diturunkannya Alquran, akan tetapi malam itu sendiri memiliki kemulian, yang kemudian kemuliaannya bertambah dengan turunya Alquran. Firman Allah ta’ala dalam Alquran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (Q.S. Al-Qadr: 1-5)

Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Rasulullah tidak pernah menjelaskan secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadr. Karenanya para ulama memiliki argumen yang berbeda berkaitan dengan ini.

Hikmah yang terkandung dalam rahasia kapan terjadinya Lailatul Qadr adalah agar umat Islam selalu beribadah, memperbanyak, dan memaksimalkan amal sholeh selama bulan Ramadhan seraya berharap dapat menjumpai malam tersebut.

Sedikitnya terdapat sekitar empat puluh pendapat ulama mengenai kapan waktu terjadinya Lailatul Qadr. Di antaranya ulama ada yang berpendapat bahwa Lailatul Qadr hanya sekali diturunkan mana kala turunnya Alquran, pada hari pertama atau hari terakhir bulan Ramadhan, semua hari di bulan Ramadhan, hari-hari ganjil pada hari ke sepuluh terakhir bulan Ramadhan, pertengahan Ramadhan dan masih banyak pendapat lainnya.

Rasulullah SAW bersabda: bersungguh-sungguhlah kamu beribadah pada malam Qadr yaitu pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Cara Meraih Lailatul Qadr

Kemuliaan Lailatul Qadr tidak akan didapat jika tanpa persiapan yang matang. Jika demikian halnya, maka tidak dinamai dengan mencari tetapi hanya menunggu tanpa persiapan untuk menyambutnya.

Persiapan tersebut berupa memperbanyak ibadah, memfokuskan diri mencari ridha Allah, memdoakan orang mukmin untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadr.

Perlunya ketenangan hati dan jiwa untuk menerima kedatangan Lailatul Qadr. Karena tidak mungkin malam kemuliaan datang kepada siapa yang hati dan jiwanya tidak mampu berdamai dan ikhlas menerimanya.


Saturday, 1 April 2023

Pahala Melimpah Memberi Makan Buka Puasa

Puasa adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Islam. Puasa memiliki banyak manfaat, baik secara fisik maupun spiritual. Puasa dapat meningkatkan kesehatan tubuh, membersihkan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah, dan menghapuskan dosa-dosa.

Namun, puasa juga memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Puasa membutuhkan kesabaran, ketahanan, dan keikhlasan. Puasa juga dapat menimbulkan rasa lapar, haus, lemah, dan letih. Oleh karena itu, Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi orang yang berpuasa.

Salah satu cara untuk menambah pahala puasa adalah dengan memberi makan orang yang puasa. Memberi makan orang yang puasa adalah sebuah amal yang mulia dan bermanfaat. Memberi makan orang yang puasa dapat membantu mereka untuk mengisi tenaga, menghilangkan rasa lapar dan haus, dan menambah kebahagiaan.

Memberi makan orang yang puasa juga merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian sesama muslim. Memberi makan orang yang puasa dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan rasa syukur, dan menumbuhkan sifat dermawan. Memberi makan orang yang puasa juga dapat mengundang rahmat dan berkah dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadits ini, kita dapat mengetahui bahwa keutamaan memberi makan orang yang puasa sangat besar. Pahala memberi makan orang yang puasa sama dengan pahala orang yang berpuasa itu sendiri. Pahala ini tidak akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, melainkan akan menambahnya.

Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan dengan memberi makan orang yang puasa. Kita dapat memberi makan orang yang puasa dengan berbagai cara, misalnya dengan menyediakan buka puasa bersama di masjid, rumah, atau tempat lainnya; dengan mengirimkan paket makanan atau uang kepada orang-orang yang membutuhkan; atau dengan menyumbangkan sebagian harta kita kepada lembaga-lembaga sosial yang menyalurkan bantuan kepada para fakir miskin.

Semoga Allah SWT menerima puasa kita dan memberikan kita pahala yang berlipat ganda. Semoga Allah SWT juga menjadikan kita termasuk orang-orang yang dermawan dan bermanfaat bagi sesama. Aamiin.


Wednesday, 29 March 2023

Mengapa Bulan Ramadhan Disebut Bulan Ibadah

Mengapa bulan Ramadhan disebut bulan ibadah? Tentunya bagi sebagian seorang muslim, pertanyaan tersebut masih mengundang rasa penasaran. Alasan mengapa bulan Ramadhan disebut bulan ibadah rupanya mulai banyak dicari orang. Sebagaimana diketahui, Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar di antara bulan-bulan yang lain. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. 

Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi Allah. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hal itu sebagaimana termaktub dalam hadits berikut:

“Apabila datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka,dan setan-setan diikat (dibelenggu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berikut keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat: 

1. Bulan penuh berkah Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu.  Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: 

"Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR. Ahmad).

2. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:  "Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-¬dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar," (HR Muslim).

3. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:  "Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari dan Muslim). 

4. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.   "Rasulullah SAW pernah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan,” (HR Tirmidzi) 5. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya," (HR Baihaqi).

6. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:  "Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat,” (HR Ahmad).


Saturday, 25 March 2023

Keutamaan Dahsyat Shalat Tarawih

Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan yang paling umat Islam nantikan. Ketika mendengar kata istimewa tersebut, pikiran Sahabat pasti langsung tertuju kepada waktu shalat malam yang disebut shalat tarawih. Hukum sholat tarawih yaitu sunnah muakkad yang artinya muslim sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena keutamaan shalat tarawih berpahala 27 derajat hingga dapat melengkapi kekurangan saat Anda melakukan ibadah wajib.

Keutamaan Shalat Tarawih

Patrikan kepada hati, bahwa sesibuk apapun kita, usahakan jangan lewatkan shalat malam yang mengandung beragam keutamaan spesial, salah satunya menghapus dosa di masa lalu. Kenapa? Yuk, baca hingga tuntas supaya tercerahkan.

1. Hapus Dosa di Masa Lalu

Tidak bisa disangkal bahwa puasa tanpa shalat tarawih bagaikan makanan yang hambar. Tidak seperti iklan barang mainan yang dijual terpisah, puasa dan tarawih merupakan 1 paket yang tidak bisa dipisahkan. Rasulullah SAW bersabda:

 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Dosa dapat ditemukan di mana saja di setiap kegiatan kita sebagai hamba Allah. Maka dari itu, shalat tarawih menjadi bonus dari Allah yang dapat kita kejar di bulan istimewa ini. Hanya setahun sekali yang langka ini umat Islam mengumpulkan pahala melalui shalat malam tersebut.

Mungkin ada pikiran bahwa Ramadhan merupakan rutinitas tahunan. Akan tetapi, 1 tahun 12 bulan menyimpan banyak rahasia dan kejadian yang seringkali tidak kita duga atau keluar dari rencana. Maka dari itu, maksimalkan ketika memiliki kesempatan untuk shalat tarawih saat bertemu Ramadhan.

2. Meramaikan Masjid 

Sholat tarawih membuat suasana masjid menjadi hikmat dan tenang. Orang yang melakukan sholat tarawih berjamaah berpahala sebanyak 27 derajat. Seperti hadits Rasulullah SAW berikut ini:

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Salat berjemaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari).

3. Pahala Seperti Sholat Qiyamul Lail Semalam Penuh

Keutamaan sholat tarawih selanjutnya yaitu berpahala seperti sholat semalam penuh serta dianjurkan untuk dilakukan berjamaah meskipun di rumah. Hal ini seperti sabda Nabi Muhammad SAW:

“Siapa yang salat bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

Ramadhan adalah tempat untuk menimba pahala sebanyak-banyaknya. Saat rutin melaksanakan sholat tarawih, maka pahalanya setara seperti Anda melakukan qiyamul lail semalam suntuk.

4. Mempererat Tali Silaturrahmi Sesama Muslim 

Datang ke masjid untuk melaksanakan sholat tarawih ini seperti mempererat tali silaturrahmi dengan sesama muslim. Saat sholat tarawih berjamaah, hati rasanya menjadi tenang dan khusyuk. Sambil tetap mempratikkan protokol kesehatan, sholat tarawih berjamaah di masjid menjadi aman. Lalu, dengarkan ceramah baik-baik supaya silaturrahmi tidak hanya bernilai kelakar, tetapi ibadah.

5. Meningkatkan Ketakwaan dan Mendekatkan diri Pada Allah 

Pernahkah Anda merasa berada di titik ternyaman sholat tarawih karena saking enaknya imam membaca ayat Al Quran? Jika sholat dilaksanakan sungguh-sungguh dan tidak terburu-buru, maka akan timbul ketenangan batin. Dengan melakukan ibadah sunnah ini secara rutin pada bulan Ramadhan merupakan bentuk manusia yang bertakwa kepada Allah.

Lagipula, sholat tarawih hanya ada di bulan Ramadhan. Sudah sepatutnya kita semua bersyukur karena masih bisa mengumpulkan serta menambah iman dan pahala lewat kebaikan bulan mulia ini. Jadi, pacu terus semangat ibadah setahun sekali ini, ya!


Friday, 24 March 2023

Tips Puasa Anak Menjadi Menyenangkan

 

Ramadhan adalah waktu terbaik mendidik anak-anak tentang apa yang harus dipersiapkan, bagaimana mengatasi jam-jam puasa yang panjang. Ini waktunya menjadi produktif dan menyiapkan anak-anak menghadapi tantangan berpuasa. Berikut tips supaya anak berpuasa dengan menyenangkan:

Bermain karakter

Orang tua bisa menyusun permainan karakter seputar Ramamdhan dan Islam menggunakan boneka tangan atau membaca buku cerita bergambar

Kompetisi Ramadhan

Adakan kompetisi Ramadhan untuk anak-anak dan sesuaikan dengan usia mereka. Ini cara terbaik menanamkan pendidikan Islam dalam diri anak-anak dan membentuk karakter meski usia mereka masih sangat muda

Tidur siang bersama

Orang tua bisa tidur siang bersama dengan anak-anak, khususnya saat menemukan waktu-waktu membosankan

Buka puasa bersama

Orang tua bisa memasak makanan kesukaan anak untuk berbuka. Hal ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak, terutama mereka yang membantu mempersiapkannya

Tarawih berjamaah

Pergi ke masjid bersama orang tua mereka dan melaksanakan ibadah tarawih bersama menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Jika tak sempat ke masjid, laksanakan tarawih berjamaah di rumah. Ini tak kalah menyenangkan untuk anak.

Sambut Idul Fitri dengan dekorasi rumah bersama

Berikan anak-anak hadiah dan kesempatan untuk mendekorasi rumah, termasuk kamar tidur mereka. Anak-anak bisa dilibatkan membersihkan rumah atau beberapa barang, serta aktivitas membuat kue Lebaran.