close

Silahkan kunjungi website program-program mulia kami, klik tombol dibawah ini

www.rumahyatimindonesia.org


Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Friday 12 July 2024

KEGIATAN JUMAT BERSIH


Sahabat, Kebersihan dalam Islam menjadi salah satu ajaran yang memiliki konsekuensi dari keimanan kepada Allah SWT.  Kebersihan juga merupakan salah satu hal yang disukai Allah, hal ini berdasarkan hadits:

"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR Tirmidzi).

Pada hari jumat ini, para santri Rumah Yatim Indonesia melakukan kegiatan jumat bersih di lingkungan Pesantren. Dengan mencabuti rumput-rumput liar yang sudah tumbuh tinggi, memberihkan sampah-sampah, serta membersihkan saluran air. Agar lingkungan Rumah Yatim Indonesia terlihat bersih dan asri.








Friday 7 June 2024

Kajian Akhlak


Sahabat, inilah salah satu kegiatan kajian Akhlaq yang diselenggarakan di Rumah Yatim Indonesia, guna untuk memberikan ilmu agama serta hal-hal yang bermanfaat untuk anak-anak santri. Yang insyaallah akan menjadi bekal untuk anak-anak dalam menjalani hidup dan untuk akhirat kelak.


Pasalnya memberikan ilmu agama terhadap anak sejak dini itu sangatlah penting sekali. Pendidikan islami harus ditanamkan dari usia dini karena apabila dari usia dini seorang anak sudah mengenal agamanya dan sudah mulai beribadah kepada Allah maka insya Allah sampai ia dewasa nanti ia akan terbiasa melakukan ibadah nya dalam kehidupan sehari-hari.






Tuesday 21 May 2024

Asih - Ahad Bersih


 

Assalamu'alaikum wr wb,

Sahabat, berikut ini adalah kegiatan ASIH, yaitu Ahad Bersih yang rutin dilaksanakan di Rumah Yatim Indonesia pada hari Ahad / Minggu pagi.

Kegiatan Asih ini dilakukan di sekitar lingkungan Pesantren, agar lingkungan Pesantren menjadi bersih dan asri. Sehingga seluruh santri bisa melakukan kegiatan belajar, mengaji dan lainnya dengan nyaman.

Kegiatan bersih-bersih harus diterapkan di lingkukan sekolah / Pesantren. Mendidik serta mengajarkan santri untuk menjaga kebersihan sejak dini adalah awal untuk mengutamakan kesehatan .








Thursday 16 May 2024

Jangan Ragukan Sang Pemberi Rezeki

Pernahkah kita berpikir dan merenung, bagaimana hewan yang berhabitat di alam bebas bisa bertahan hidup? Atau mungkin, bagaimana cara orang gila yang hidup bebas di luar dapat bertahan tanpa adanya tempat tinggal?

Tak perlu pusing mencari jawabannya. Jelas bahwa Allah adalah zat Yang Maha Pemberi Rezeki. Semua makhluk di alam raya ini Allah tanggung rezekinya tanpa memandang keimanan maupun kekafirannya, bahkan tidak peduli apakah dia manusia, jin, hewan, maupun tumbuhan.

Rasulullah saw. mendorong kita dalam sabdanya untuk mencintai Allah karena Dia yang telah menganugerahi makanan dan minuman. “Cintailah Allah karena Dia telah memberi makan kalian dari nikmat-nikmat-Nya! Cintailah aku karena kecintaan (kalian) kepada Allah! Dan, cintailah Ahli Baitku karena kecintaan (kalian) kepadaku!” (HR.At-Tirmidzi) 

Jika membahas soal rezeki Allah, cakupannya sangat luas. Karena tidak ada satu pun di dunia ini yang bukan pemberian-Nya. 

Dalam keadaan hidup dan mati, semuanya berjalan atas kehendak-Nya. Tidak ada satu pun di dunia ini yang terlepas dari pengaturan-Nya. Andai seseorang berdoa dengan kekhusyukan untuk meminta agar Allah tidak memberinya rezeki, Allah akan tetap memberikannya.

Jangan khawatir ketika kita belum bisa meraih apa yang kita inginkan. Apa yang sudah Allah takdirkan untuk kita, maka akan datang dan kembali kepada kita. Namun, jika Allah tidak memberi kita takdir itu, maka tidak akan pernah kita mendapatkannya. Jangan pula kita berlarut-larut dalam kesedihan atas duka yang menimpa kita, karena sesungguhnya Allah telah menyiapkan rencana besar untuk kita.

Maka, apa pun yang terjadi pada kita saat ini, sudah tercatat di lauhulmahfuz jauh hari sebelum kita lahir ke dunia, termasuk rezeki kita. Jika ada orang resah akan rezeki dan tidak memiliki rasa syukur dalam hidupnya, maka ketahuilah, ialah orang yang jauh dari Sang Pemberi Rezeki.

Rezeki yang dimiliki setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi kita sedang susah dalam hal ekonomi, tapi kita sukses dalam hal kesehatan. Bisa jadi kita kurang beruntung dalam pekerjaan, tapi kita sukses dalam hal keharmonisan keluarga. Cara pandang semacam itu penting untuk menyadarkan rasa syukur kita kepada Allah, Sang Pemberi Rezeki.

Orang yang tidak meminta rezeki saja, Allah tetap memberikan rezeki kepadanya. Apalagi terhadap orang-orang yang selalu bersimpuh memohon rezeki kepada-Nya. Janganlah khawatirkan rezekimu, karena Allah sudah menjaminnya untuk semua yang hidup. Tapi khawatirkan amalanmu, karena Allah tidak menjaminmu masuk surga. Iringi doamu dengan usaha. Celakalah manusia yang meminta kepada Tuhan selain Allah, sebab permohonan mereka pasti sia-sia belaka. 


Monday 13 May 2024

Sahabat Nabi Yang Sabar


Abdulah bin Muhammad ia mengatakan, "Suatu hari, aku pernah berada di daerah perbatasan, wilayah Arish di negeri Mesir. Aku melihat sebuah kemah kecil, yang dari kemahnya menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang yang sangat miskin.


Lalu akupun mendatangi kemah yang berada di padang pasir tersebut untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Kemudian aku melihat laki-laki ini sedang berbaring dengan tangan dan kakinya buntung, telinga sulit mendengar, matanya buta, dan tidak ada yang tersisa selain lisannya yang berbicara.

Dari lisannya orang itu mengucapkan, "Ya Allah berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan Engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain."

Kemudian aku pun menemuinya, dan berkata kepada orang itu, "Wahai saudaraku, nikmat Allah mana yang engkau syukuri?"

Kemudian laki-laki pemilik kemah itu menjawab, "Wahai saudara, diamlah. Demi Allah, seandainya Allah datangkan lautan, niscaya laut tersebut akan menenggelamkanku atau gunung api yang pasti aku akan terbakar atau dijatuhkan langit kepadaku yang pasti akan meremukkanku. Aku tidak akan mengatakan apapun kecuali rasa syukur."

Aku kembali bertanya, "Bersyukur atas apa?"

Laki-laki pemilik kemah itu menjawab lagi, "Tidakkah engkau melihat Dia telah menganugerahkan aku lisan yang senantiasa berzikir dan bersyukur. Di samping itu, aku juga memiliki anak yang waktu salat ia selalu menuntunku untuk ke masjid dan ia pula yang menyuapiku. Namun, sejak tiga hari ini dia tidak pulang kemari. Bisakah engkau tolong carikan dia?"

Aku pun menyanggupinya dan pergi untuk mencari anaknya. Setelah beberapa saat mencari, aku mendapati jenazah yang sedang dikelilingi oleh singa. Ternyata anaknya sudah meninggal diterkam oleh singa.

Aku pun bingung bagaimana caraku untuk mengatakannya kepada laki-laki pemilik kemah itu. Aku pun kembali dan berkata kepadanya, untuk menghiburnya, "Wahai saudaraku, sudahkah engkau mendengar kisah tentang Nabi Ayyub AS?"

Laki-laki itu menjawab, "Iya aku tahu kisahnya."

"Sesungguhnya Allah telah memberinya cobaan dalam urusan hartanya. Bagaimana keadaannya dalam menghadapi musibah itu?" tanyaku.

Ia menjawab, "Ia menghadapinya dengan sabar."

Aku kembali bertanya, "Ia pun diuji dengan tewasnya semua anak-anaknya, bagaimana keadaannya?"

Ia menjawab, "Ia tetap bersabar."

Aku kembali bertanya, "Ia juga diuji dengan penyakit di badannya bagaimana keadaannya?"

Ia menjawab dan balik bertanya, "Ia tetap bersabar. Sekarang katakan padaku di mana anakku?"

Kemudian aku berkata, "Sesungguhnya putramu aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah SWT melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau."

Kemudian laki-laki itu menjawab, "Alhamdulillah, yang Dia tidak meninggalkan keturunan bagiku yang bermaksiat kepada Allah SWT sehingga ia diazab di neraka."

Kemudian ia menarik napas panjang lalu meninggal dunia. Aku pun membaringkannya di tangannya dan kemudian dibantu oleh empat orang laki-laki yang mengendarai kuda. Kemudian Abdullah bin Muhammad bersama empat laki-laki itu pun memandikan, mengkafani, dan mensalatkannya, sebelum akhirnya memakamkan Abu Qilabah.



Amal Yang Tidak Ada Titik Akhir

Waktu terus berjalan tanpa berhenti sejenak pun. Hari demi hari akan terus berlalu. Dan kematian akan selalu setia menunggu kita. Kematian tidak mengenal tempat, ia hanya mengenal waktu untuk sampai kepada kita, tanpa memedulikan dimana dan sedang apa kita.

Tidak ada alat atau ilmu pengetahuan yang bisa mengubah semua itu. Pertanyaannya bukan kapan dan dimana kematian itu akan datang, tetapi kita siap atau tidak dengan kedatangannya?

Amal adalah satu-satunya bekal yang bisa kita bawa ke dalam akhirat. Tidak ada bekal lain yang bisa kita bawa ke dalamnya. Amal bagaikan sahabat yang selalu menemani kita dalam sana. Ia juga sekaligus akan menolong kita. Tetapi, apakah amal kita sudah cukup untuk menemani kita di akhirat?

Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika anak Adam telah meninggal, maka amalnya akan terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakan orangtuanya.” (HR.Muslim)

Amal tanpa titik akhir  yang pertama adalah sedekah jariah.

Ia adalah harta benda yang selalu digunakan oleh orang lain dari kita. Ketika kita memberikan suatu barang kepada orang lain, dan orang tersebut menggunakan ataupun memanfaatkan benda pemberian kita, maka kita akan mendapatkan pahala yang terus mengalir selama orang tersebut memanfaatkannya.

Amal tanpa titik akhir yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan orang lain dari ilmu yang kita sampaikan.

Ketika kita memberikan ilmu yang baik kepada orang lain, lalu orang tersebut mengamalkannya, maka kita akan mendapatkan pahala seperti pahala orang tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Yang Ketiga anak saleh yang selalu mendoakan orangtuanya.

Kita sebagai anak yang saleh harus selalu mendoakan orang tua kita. Mau mereka masih hidup ataupun sudah meninggal. Kita harus tetap mendoakan mereka. Karena, doa anak yang saleh akan menjadi amal yang besar untuk orang tua kita. Amal yang akan menolong mereka kelak di akhirat nanti.

Dan marilah kita tingkatkan amalan-amalan kita, khususnya tiga amalan tadi, agar kita mendapatkan pahala yang akan menjadi bekal di akhirat nanti. Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang akan masuk surga bersamanya


Wednesday 8 May 2024

Bekal Kematian

Sahabat, Orang yang berpikir dengan saksama tentang akhir kehidupan dunia alias kematian, ia akan senantiasa waspada.

Siapa yang yakin betapa panjangnya jalan yang akan ditempuh, maka akan menyiapkan bekas sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu, namun justru melupakannya.

Betapa aneh mereka yang mengetahui bahaya sesuatu, namun juga menutup mata.

Orang yang berpikir dengan saksama tentang akhir kehidupan dunia alias kematian, ia akan senantiasa waspada.

Siapa yang yakin betapa panjangnya jalan yang akan ditempuh, maka akan menyiapkan bekas sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang yakin akan sesuatu, namun justru merupakannya.

Betapa aneh mereka yang mengetahui bahaya sesuatu, namun juga menutup mata.

Allah ta’ala berfirman: “Engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti.” (QS Ahzab ayat 37)

Kita terperdaya kesehatan, namun lupa betapa dekat penyakit dengan diri Kita. Telah Kita saksikan dengan mata kepala sendiri tempat pembaringan akhir Kita. Telah ditampakkan orang-orang yang ada di sekitar Kita ranjang-ranjang kematian. Sungguh Kita telah tenggelam dan hanyut dalam kelezatan-kegiatan dunia sehingga melupakan kehancuran diri Kita sendiri.

Kita laksana tiada mendengar kabar mereka yang telah lalu. Tiada pula Kita melihat waktu memperlakukan teman-temanmu. Jika Kita tak sadar bahwa itulah rumah-rumah mereka yang abadi. Kubur-kubur mereka lenyap diterpa angin yang menderu.

Betapa banyaknya para penghuni yang tak pernah memasukki rumahnya sendiri, sebelum mereka dipaksa memasukinya.

Betapa banyak pemilik singgasana yang terusir musuh yang kemudian menguasai istananya.

Wahai siapa saja yang detik-detik kehidupannya terus melaju, betapa anehnya kelakuan mereka, seperti manusia yang tak tahu dan tak mengerti apa-apa.

Bagaimanakah bisa matanya lelap terpejam, padahal dia tak kemana akan kembali?