Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Saturday, 23 May 2020

Baju Lebaran Santri






Alhamdulillah....

Baarokallahu laka, jazaakumullah khoiron katsiiron. Terima kasih kepada donatur dermawan yang telah memberikan bingkisan lebaran untuk santri berupa baju lebaran. Alhamdulillah tahun ini seluruh santri yatim, dhuafa dan penghafal Qur'an di Yayasan Rumah Yatim Indonesia bisa memakai baju baru di Hari Raya Idul Fitri.

Semoga apa yang diberikan menjadi berkah untuk kita semua dan menjadi pahala yang terus mengalir kepada seluruh donatur. Aamiin....






Sunday, 17 May 2020

Kisah Pemilik Kebun Anggur Yang Sombong











Di dalam Alquran, banyak sekali kisah yang bisa kita jadikan pelajaran. Salah satunya tertulis dalam Surat Al-Kahfi, kisah dua orang laki-laki yang berteman. Keadaan mereka satu sama lain berbeda, lelaki pertama merupakan orang yang dicoba dengan kesulitan harta, tetapi memiliki keimanan yang kuat. Sementara lelaki yang satunya lagi diberi kekayaan, tetapi dirinya kufur kepada Allah akibat sifat sombongnya.

Allah berfirman dalam Surat Al-Kahfi Ayat 32-33, "Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar."

Merasa memiliki kekayaan, lelaki tersebut merasa sombong. Dijelaskan pada ayat 34, "Maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia, 'Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat'."

Kesombongan lelaki tersebut semakin besar saat dia berpikir bahwa hartanya di dunia akan kekal. Dijelaskan pada ayat 35, "Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri, ia berkata, 'Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya'."

Bahkan si kaya berpikir bahwa di akhirat dia pun akan tetap kaya seperti di dunia. Allah menjelaskan pada ayat 36, "Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu."

Melihat temannya yang kufur, lelaki yang miskin mengingatkan kepada si kaya agar mau bertobat. Dijelaskan dalam ayat 37, "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?"

Si miskin juga memberikan nasihat yang dijelaskan pada ayat 39, "Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Masya Allah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan."

Si miskin kemudian berdoa, "Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu ini dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin, atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi."

Selanjutnya Allah membinasakan harta milik si kaya yang sombong. Setelah kehilangan hartanya, barulah si kaya merasa menyesal. "Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata, 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku'."

Allah berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 43, "Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya."

Kisah di atas dapat memberikan pelajaran kepada kita, bahwa dengan memiliki kekayaan bukan berarti kita hebat, justru kita harus bisa bijaksana dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Begitu pula apabila kita diuji dengan kesulitan ekonomi, bukan berarti Allah tidak sayang, melainkan kita diuji agar mampu menjadi orang yang sabar.

Thursday, 14 May 2020

Setoran Hafalan Qur'an







Assalamu'alaikum wr wb..

Sahabat, inilah kegiatan santri yang sedang menghafal Al-Qur'an. Masing-masing menghafal ayat suci Al-Qur'an sesuai targetnya. Setelah mereka selesai menghafal lalu langsung setoran hafalan Qur'an kepada pengurusnya. Doakan kami ya sahabat semoga kami tetap istiqomah dalam menghafal Al-Qur'an...







Tuesday, 12 May 2020

Jangan Lupa Tunaikan Zakat Fitrah, di Rumah Yatim Indonesia Bisa !



Sahabat, jangan sampai perjuangan kita mengisi Ramadhan dengan berbagai Amal Sholeh ini menjadi sia-sia gara-gara LUPA TIDAK BAYAR ZAKAT FITRAH yang nilainya tidak seberapa besar.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma ia berkata:
فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yg sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
MENUNAIKAN ZAKAT FITRAH, ini adalah AMALAN WAJIB bagi setiap Jiwa yang hidup sebelum 1 Syawal / Akhir Ramadahan, dari mulai bayi, anak-anak, remaja, pemuda sampai kakek nenek, laki-laki dan perempuan. Wajib Dibayarkan sekali dalam 1 tahun mulai awal Ramdahan hingga batas Akhir Ramadhan. Berupa 2,5 kg Beras atau senilai Rp.30.000,-
Lakukan segera ketika saatnya tiba, Jangan sampai terlupa karena ini adalah sarana PENSUCIAN JIWA KITA. BAYAR ZAKAT FITRAH Rp.30.000,- per Jiwa.
CARANYA :
Transfer Dana Zakat Fitrah sejumlah orang/Jiwa yang akan kita bayarkan Zakat Fitrahnya ke rekening dibawah, lalu ketik konfirmasi berikut :
" BISMILLAH, NIAT ZAKAT FITRAH ........JIWA, KARENA ALLAH SWT, ATAS NAMA :
1.......
2.......
3.......dst " lalu kirim WA/SMS ke : 087885554556

Transfer Zakat:
 BCA : 054 0766 100
 MANDIRI : 13 10010 47 1011
 MUAMALAT : 151 00191 38
 BSM : 70 323 619 48
 BNI : 0244 928 496
 BNI Syari’ah : 65 235 181 41
 BRI : 01000 1001 8853 00

 bjb : 001 777 8552 100
Atas Nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia


Pusat Kegiatan: Jl. Bandung Blok II No. 140 Perumnas Kotabaru, Cibeureum - Tasikmalaya
BANTU SHARE YA

Terima Kasih Donatur Brunei Darussalam







Assalamu'alaikum wr wb..

Alhamdulillah, semakin banyak donatur dermawan yang ikut berpartisipasi dalam program sedekah buka puasa dan sahur untuk santri yatim dhuafa dan tahfidz. Salah santunya donatur dari negara nun jauh disana, Brunei Darussalam. Baarokallahu laka, jazaakumullah khoiron katsiiron. Semoga menjadi amalan yang tak terputus pahalanya, Aamiin.





Saturday, 9 May 2020

Husnul Khatimahnya Seorang Ahli Qur'an





Ada seorang yang shalih membiasakan diri membaca Qur'an al-Karim sebanyak sepeuluh juz setiap hari. Pada suatu hari dia sedang membaca surat Yasin. Sehingga, ketika dia sampai pada ayat:
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yasin: 24)
Maka, ruhnya melayang ke langit. Sahabat-sahabatnya yang ada di sekitarnya pun heran dan berkata, “Laki-laki ini adalah orang shalih, bagaimana mungkin hidupnya diakhiri dengan ayat ini:
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yasin: 24)
Setelah dia dimakamkan, seseorang yang shalih lainnya memimpikannya di dalam tidur. Dia berkata kepadanya, “Wahai Fulan! Hidupmu diakhiri dengan ayat:
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yasin: 24)
Bagaimana kondisimu sekarang di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Lantas dia menjawab, “Ketika kalian telah menguburkanku dan meninggalkanku, datanglah dua malaikat. Keduanya bertanya kepadaku dengan mengatakan, ‘Siapa Rabbmu?’ Lantas saya menyempurnakan bacaan surat tersebut. Saya pun menjawab:
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.” (QS. Yasin: 25)
Dikatakan:
“Masuklah ke surga.”
Dia berkata:
Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan“. (QS. Yasin: 26-27)
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Friday, 8 May 2020

Kajian Sore Ramadhan









Assalamu'alaikum wr wb..

Sahabat, berikut adalah kegiatan kajian sore ba'da ashar yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadhan sembari menunggu buka puasa tiba. Kajian rutin ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran beragama santri dalam aspek pengetahuan agama seperti cara beribadah dengan baik, tata cara mendekatkan diri kepada Allah. Dan dengan kajian ini akan membuat hati lebih tentram dan tenang saat mendengarkan ceramah yang diberikan oleh ustadz.