Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Monday, 5 December 2016

Kisah Pohon Bambu dan Bunga Mawar





Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.

Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”

Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”

“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.

Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”

Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”

Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”

“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”

Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.

Malulah Saat Berbuat Dosa


Jika berbuat akan berbuat dosa, maka usahakan jangan sampai Allah melihat perbuatanmu. Jika akan melakukan dosa, maka berbuatlah dosa jangan di Bumi Allah. Jika akan berbuat dosa, maka janganlah makan dari Rezeki Allah. | Ibrahim ibn Adham

Jika yang melihat perbuatan dosa dan maksiatmu itu adalah tetanggamu, kawan dekatmu, atau orang yang kamu hormati, apakah kamu akan meneruskan perbuatanmu? Lalu mengapa terhadap Allah kamu tidak malu, sementara Dia melihat apa yang kamu perbuat?

Masih pantaskah kita makan rezeki Allah sementara setiap saat kita melanggar perintahNya dan melakukan laranganNya? Kalau kamu numpang makan kepada seseorang, sementara setiap saat kamu selalu mengecewakannya dan dia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya?

Jika bertamu ke rumah seseorang, numpang makan dari semua miliknya, akankah kamu cukup tebal muka untuk melecehkan aturan-aturan tuan rumah itu sementara dia selalu tahu dan melihat apa yang kamu lakukan?

Dalam sebuah Atsar dari Dhahak, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu bahwa beliau berkata, "Wahai pendosa, janganlah kamu merasa aman terhadap akibat buruk dari dosamu. Ketika satu dosa diikuti dosa yang lain, itu lebih besar dosanya dari pada dosa yang sudah kamu lakukan.

Sedikitnya rasa malu kepada malaikat yang berada di sisi kanan dan kirimu ketika kamu sedang melakukan dosa, itu lebih besar dosanya daripada dosa yang sudah kamu kerjakan.

Tertawamu ketika berbuat dosa sedang kamu tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadapmu, itu lebih besar dosanya daripada dosa itu sendiri. Kebahagianmu dengan dosa yang kamu kerjakan itu lebih besar dosanya daripada perbuatan dosa itu sendiri.

Perasaan sedihmu karena tidak dapat melakukan perbuatan dosa itu lebih besar dosanya daripada dosa yang kau tanggung ketika dapat melakukan dosa itu. Rasa takutmu kepada hembusan angin yang dapat membuka tabir pintumu saat kamu tengah berbuat dosa dan tidak gelisah hatimu terhadap pengawasan Allah kepadamu, itu lebih besar dosanya daripada dosa yang kamu kerjakan.

Sunday, 4 December 2016

CINTA SAMPAI KE SORGA






Seorang perempuan yang sangat cantik berkunjung ke sebuah desa untuk mengunjungi kerabatnya. Dia bertemu dengan seorang pemuda yang sangat tampan yang bekerja di rumah kerabatnya itu.

Mereka berdua saling menatap dan jatuh cinta. Pemuda tampan itu merupakan pemuda yang sangat rajin berkerja, soleh, dan tekun beribadah. Itulah yang membuat perempuan cantik itu jatuh cinta. Sementara pemuda itu jatuh cinta kepada si perempuan cantik tidak hanya karena kecantikannya, tetapi juga karena keramahannya. Walaupun perempuan cantik itu dianggapnya tidak terlalu bisa menjaga hijab (belum berjilbab).

Pertemuan itu membuat keduanya gelisah karena cinta, hingga pemuda itu meminta orangtuanya untuk melamar perempuan cantik itu. Namun, ternyata perempuan itu sudah memiliki jodohnya dan dia akan segera dinikahkan. Perempuan itu pun mengirimkan surat kepada si pemuda.

Sesungguhnya, tidak ada kata terlambat dalam cinta kita. walau Aku memang telah dijodohkan,
tetapi aku yakin cinta kita lebih kuat daripada itu.
Sebelum aku menikah, aku ingin kau memilikiku dan aku memilikimu.
Secara sembunyi-sembunyi, kita bisa bertemu dan melepaskan dahaga cinta dan kerinduan kita
Pemuda itu menjawab surat tersebut.
Wahai Wanita salihah, Kau tahu besarnya cintaku padamu dan ini merupakan ujian bagiku. Apa yang kau tawarkan padaku tidaklah bisa aku setujui. Aku lebih takut akan murka Allah dan api yang akan menjilati tubuhku karena melakukan perbuatan yang tidak Dia ridhai.

Membaca balasan surat itu, sang perempuan cantik menangis. “Aku tidak pernah menemukan pemuda sesaleh dia. Dia sangat menjunjung tinggi apa yang dibolehkan dan dilarang oleh Allah. Aku akan mengubah hidupku.”

Sejak itulah, perempuan itu mengubah sikapnya menjadi lebih hati-hati dan bertakwa serta berhijab. Dia meninggalkan segala urusan duniawi yang melenakan untuk mendapatkan ridha Allah. Hingga akhirnya, dia meninggal dengan memendam cinta dan kekaguman kepada si pemuda.

Mendengar perempuan cantik yang dicintainya meninggal, pemuda itu menziarahi kubur dan memanjatkan doa untuknya. Suatu ketika, dia tertidur di makam perempuan itu dan bermimpi. Dalam mimpinya, dia bertemu perempuan cantik itu mengenakan baju indah dan wajah berseri.

“Bagaimana kabarmu? Sungguh indah apa yang kau kenakan,” tanya pemuda itu.

“Aku sangat bahagia dengan hari akhirku yang baik. Cintaku kepadamu telah menuntunku menuju kebaikan.” Jawab perempuan itu sambil tersenyum.

“Lalu kemana lagi kau menuju?” tanya si pemuda.

“Aku telah mendapatkan taman surga yang nyaman dan indah dengan restu Allah. Di sinilah tempatku sekarang.” Jawabnya.

“Aku harap, kau tidak melupakanku walau kau telah sangat bahagia dengan keadaanmu sekarang. Aku selalu mengingatmu.”

“Wahai pemuda yang shalih, aku tidak pernah melupakanmu. Selama di dunia dan hingga sekarang, aku selalu berdoa kepada Allah agar kelak kita bisa bersama di surga ini. Bantulah doaku ini dengan ketaatanmu beribadah.”

“Kapan aku bisa menemui lagi ?” tanya si pemuda.

“Tak lama lagi, bersabarlah.”

Ternyata, tiga hari setelah mimpi itu, si pemuda meninggal dunia dan Allah telah mengabulkan doa perempuan cantik. Mereka berkumpul di surga.

“Barang siapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barang siapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu.” –HR AL-BAIHAQI

Sahabat, salah satu BUKTI KETANGGUHAN IMAN kita adalah ketika kita mendapatkan tawaran BERZINA dari seseorang yang sangat kita kagumi, tapi kita mampu menolaknya, “ Maaf ya, aku gak bisa, pacarku sudah menunggu aku di Sorga “. Bisa?... Harus bisa dong, masa kalah sama Iblis?!

Bersyukurlah,Jangan Mengeluh


Bersyukurlah, jangan mengeluh. Jika pun detik ini kau sedang sakit, tetaplah bersyukur. Mungkin dengan cara itu, Allah buka pintu ampunan untukmu, meranggaskan lipatan dosa yang tertimbun menggunung, Memudarkan noda-noda hati yang pekat menghitam, Menyadarkan diri bahwa sehat adalah suatu nikmat yang mahal dan kadang terlupakan.

Bukan Allah tak sayang,Di balik sebuah musibah, pasti Ia telah siapkan hikmah yang luar biasa, pelajaran yang mengejutkan, juga kesadaran yang mampu menyibak gundah hati yang lama tak terjemahkan.

Terkadang seorang hamba memang perlu merasakan sebuah pesakitan, agar ia berhenti dari berpura-pura lupa dengan kewajiban. Dan lebih dekat dengan Tuhannya dalam doa-doa dan harapan yang terlantunkan.

Bersyukurlah, jangan mengeluh.Sebab hidup ini terlalu singkat hanya untuk mencurahkan hal-hal yang kurang berguna pada manusia.Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri, membuat hidup meski singkat, paling tidak lebih berarti.

Bagi yang sedang sakit, bersemangatlah!

Yakin bahwa Allah tak akan memberikan luka tanpa mempersiapkan obatnya. Yakin tersebab sakitlah Allah gugurkan kesalahan-kesalahan kita yang kerap bermaksiat padaNya. Yakin Dia Maha penyayang dan kita termasuk hamba yang masih mendapatkan kasihNya. Bersyukurlah selalu dan jangan mengeluh.

Thursday, 1 December 2016

Solusi



Setiap kata, setiap kalimat dan setiap kejadian yang terbentang dihadapan kita sebenarnya adalah SOLUSI bagi setiap masalah yang sedang kita hadapi, hanya saja kita terlalu lama berfikir dan tidak segera take action.

Padahal ketika kita bersegera melakukan take action, maka solusi-solusi bahkan peluang berikutnya akan segera berdatangan tiada henti hingga kita tak mampu lagi menghentikannya, 
sampai kita bisa BERBAGI dengan yang lain tanpa ada yang bisa menghentikannya.

Tuesday, 29 November 2016

Bersegeralah Kepada Ampunan Allah



Jangan menunda-nunda dan jangan bermalas-malasan dalam kebaikan. Bersegeralah kepada ampunan Allah dan untuk memperoleh Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.

Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan kesalahan orang, walaupun sebenarnya ia mampu untuk membalasnya namun tidak dilakukannya. Sesungguhnya ini perbuatan yang sangat baik dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Apakah hanya orang-orang yang telah melakukan kebajikan seperti diatas? Ternyata tidak, tidak hanya orang-orang yang disebutkan diatas, namun juga bagi orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji (dosa besar yang mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina dan riba). Dan juga orang-orang yang menganiaya diri sendiri (melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil)

Lalu mereka ingat akan Allah, dan SEGERA memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, juga TIDAK mengulanginya lagi. Maka siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah...?

Allah SWT, berfirman dalam surat Ali 'Imran:133-135

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,"

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Karena itu, BERSEGERALAH kepada ampunan Allah dan unt memperoleh Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, dan Jangan ditunda-tunda lagi...

Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.


Mudah-mudahan kita semua termasuk golongan orang yang bertaqwa, Amin ya rabbal'alamin

Kisah Semut Dan Lalat





Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.