close

Silahkan kunjungi website program-program mulia kami, klik tombol dibawah ini

www.rumahyatimindonesia.org


Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Friday 1 March 2024

Latihan Speaking


 

Assalamu'alaikum wr wb,

Sahabat, berikut ini santri ikhwan sedang melaksanakan kegiatan latihan berbicara bahasa inggris. Latihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris mereka serta menumbuhkan keberanian untuk berbicara di depan umum.

Sahabat, yuk ikut berpartisipasi dalam program pendidikan untuk yatim, dhuafa dan penghafal Al-Qur'an, agar mereka tidak terputus menimba ilmu.





Monday 26 February 2024

Surat Yasin Pada Pertengan Sya'ban


Pada malam pertengahan pada bulan sya'ban, Santri Rumah Yatim Indonesia sangat antusias sekali membaca surat Yasin berjamaah.









Thursday 22 February 2024

Ridha Pada Takdir

Ridha merupakan salah satu buah makrifatullah .Karena itu bila kita telah mengetahuinya pasti akan ridha pada takdirNya.Kadang-kadang ketetapan Allah memang mengandung kepahitan ,hal ini bisa dirasakan oleh orang yang ridha.Tapi bagi orang yang sudah makrifat,hanya sedikit kepahitan saja yang dirasakannya,lantaran saking manisnya rasa makrifatnya.Dan jika ia telah naik dari tingkatan makrifat ke tingkatan cinta tentu kepahitan-kepahitan takdir akan terasa manis

Ridhailah sesuatu yang berasal dari-Nya tapi jangan meridhai kemalasan dan keteledoran,karena ia berasal dari dirimu.

Lakukan kewajiban-kewajibanmu terhadap-Nya secara sempurna dan doronglah dirimu untuk melakukan apa-apa yang bisa mendekatkanmu kepada-Nya,jangan sekali-kali meridhai kemalasanmu dalam beribadah,dan ridhailah ketetapan-ketetapanNya.

Suatu saat seseorang bercerita di majelis Rabi'ah Al-Adawiyah rahimahallah tentang seorang abid yang mengambil makanan dari tempat sampah.Lalu seorang mengatakan,"mengapa ia tidak meminta Allah memberinya rezeki dari jalan lain?" maka Rabi'ah rahimahallah mengatakan ,"seorang yang ridha tak akan pilih-pilih dan orang yang telah merasakan manisnya makrifat pasti akan merasakan manisnya mahabbah sehingga ia pun pasti meridhai.

Karena itu seseorang wajib bersungguh-sungguh memburu makrifat berdasarkan dalil.Lalu beramal dan mengabdi dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tuntutan makrifatnya.

Wednesday 21 February 2024

Keadilan Allah Yang Sempurna

Sahabat,seseorang yang merenungkan secara saksama perbuatan-perbuatan,Allah niscaya melihatnya didasarkan pada keadilan.Ia akan menyaksikan hukuman adil disiapkan buat orang yang akan memperolehnya,sekalipun masih menunggu waktu yang telah ditetapkan .Dengan demikian seseorang yang belum memperoleh hukuman tak boleh terpedaya lanatran hukuman kadang memang tak langsung diberikan seketika.

Salah satu dosa terparah yang hukumannya telah disiapkan adalah terus menerus mengerjakan dosa,lalu pelakunya diberi kemampuan untuk beristighfar.Ia kemudian mendirikan shalat sambil berprasangka bahwa amalan-amalannya ini akan memberinya manfaat.

Sedangkan makhluk Allah yang paling terpedaya adalah orang yang mengerjakan sesuatu yang dibenci Allah tetapi dia meminta Kepada-Nya sesuatu yang disenanginya.

Rasulullah SAW Bersabda:Orang lemah adalah orang yang memperturutkan keinginan hawa nafsunya namun dia mengharapkan banyak hal dari Allah.(HR.Ahmad)

Salah satu perkara yang wajib diwaspadai seseorang yang berakal adalah datangnya hukuman.

Karena itu orang yang berakal hendaklah mengetahui bahwa neraca keadilan tidak bisa dicurangi.


Tuesday 20 February 2024

Memikirkan Akhir Kehidupan


Sahabat,orang yang memikirkan akhir kehidupan pasti akan menaruh kewaspadaan dan orang yang meyakini lamanya perjalanan tentu akan melakukan persiapan.

Sungguh heran kepada orang yang meyakini sesuatu namun kemudian melupakannya,kepada orang yang mempercayai bahaya tetapi lantas mendekatinya dan kepada orang yang takut kepada manusia padahal seharusnya takut hanya kepada Allah.

Kita menuruti hawa nafsu untuk mengejar apa yang disangkanya tetapi tidak memaksanya untuk mengejar apa yang kita yakini.

Kita terpedaya oleh kesehatan tetapi kita melupakan datangnya penyakit.Kematian orang lain telah secara kasat mata memperlihatkan kematian kita dan terkaparnya orang lain sebelum kematian telah secara terang mempertontonkan terkaparnya kita.

Rasulullah SAW bersabda: "Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur," (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Maka sadarlah wahai orang yang setiap saat berjalan ke kondisi seperti itu tapi perbuatannya adalah perbuatan orang yang tidak paham dan tidak tahu.

Monday 19 February 2024

Memberi Tanpa Pandang Bulu


 

Sahabat, ada seorang pedagang selimut yang mempunyai kualitas terbaik. Selimut tersebut dibandrol dengan harga bervariasi sesuai dengan ketebalan. Lalu pada suatu hari ada seorang kakek tua renta dengan pakaian lusuhnya. Jika dilihat dari penampilannya, kakek tua tersebut adalah orang tidak berpunya. Walaupun dengan penampilan tersebut, ia tetap memberanikan diri untuk membeli sebuah selimut. Ketika kakek tua tersebut berada di dalam toko, banyak para pengunjung melihatnya dengan sinis dan tentunya penuh rasa tak suka. Namun siapa sangka pemilik toko melayani kakek tua tersebut dengan sopan, memberi perhatian yang sama dengan pembeli lainnya.

Kakek tua meminta selimut dengan harga paling murah karena ia membawa uang yang tidak banyak. Mengetahui hal tersebut, pemilik toko tetap memberikan pelayanan terbaik sekaligus mulai mencari selimut untuk kakek. Siapa sangka pemilik toko memberikan sebuah selimut dengan kualitas terbaik yang tentu mempunyai harga yang tidaklah murah. Dan memberikan selimut tersebut kepada kakek dengan sejumlah harga yang kakek punya. Lantas kakek tua tadi memberikan ucapan terima kasih yang begitu mendalam kepada pemilik toko.

Ternyata selimut yang dibeli kakek tua tersebut digunakan untuk menyelimuti anak istri dibalik tembok rumahnya. Suatu hari datanglah pengujung ingin membeli selimut yang sama kualitasnya dengan kakek tua. Pengunjung tersebut tampak marah ketika mengetahui harga dari selimut tersebut. Ia membandingkan harga yang diberikan kakek tua kemarin terhadap dirinya. Ia menganggapnya tidak adil. Dengan penuh kesabaran pemilik toko memberikan penjelasan. “Memang benar harga yang saya berikan kepada Anda berbeda dengan kakek tua kemarin. Namun kali ini saya berdagang dengan manusia, sedangkan kemarin saya berdagang dengan Allah,” ucap pemilik toko selimut. Seketika pemuda tadi tertegun dan membayar sesuai harga yang dibayarkan sambil berdoa agar kakak tua tersebut terhindar dari rasa dingin beserta keluarga. Lalu ia juga berucap dan memohon kepada Allah agar keluarganya dijauhkan dari siksaan api neraka. Pesan moral yang diberikan dari kisah tersebut adalah seberapa tinggi jabatanmu tetaplah berbagi kepada sesamamu. Banyak yang membutuhkan bantuan dengan rasa ikhlas tak peduli sebesar apa pun itu bantuanmu. Kelak keikhlasanmu dalam membantu sesama akan bisa memberikan jalan terbaik pada kehidupan di masa depan. Dan selalu ingat jika berbagi kepada sesama tidak akan membuat kita menjadi miskin.

Sahabat, jangan pernah ragu untuk berbagi penuh rasa ikhlas dengan sesama.

Merenungi Akibat Perbuatan

Sahabat,orang yang memikirkan secara saksama akibat setiap perbuatan sebelum melakukannya pasti akan menuai manfaatnya dan selamat dari madharatnya.sedang orang yang tidak mau merenungkan akibat setiap tindakan pasti akan kalah oleh hawa nafsunya.Keselamatan yang diharapkannya pun justru berubah menjadi kecelakaan,sementara kesenangan yang diinginkannya malah berubah menjadi kesengsaraan.

Di sepanjang usia kita pasti kita sudah pernah mendurhakai Allah atau menaati-Nya.Pertanyaannya,kemana kelezatan kemaksiatan yang pernah kita lakukan itu? rupanya semuanya telah pergi beserta seluruh perkara yang mengiringinya.Alangkah menyenangkannya andai dosa ikut berhenti bersamaan dengan berhentinya perbuatan.

Rasulullah SAW Bersabda:“Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah, sesunggunya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras”.(HR. Tirmidzi).

Untuk lebih menghayati marilah kita membayangkan saat-saat menjelang kematian dan pahitnya penyesalan atas keteledoran semasa hidup.

Renungkanlah akibat pasti kita akan selamat dan jangan turuti kemauan hawa nafsu,karena pasti akan menyesal.