Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Tuesday, 11 December 2018

Tenangkanlah Hatimu


Sahabat, roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah kita  jalani saat ini, tenangkanlah hatimu.

Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..

Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenara.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada:“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no. 17894)

Oleh karena itu, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala situasi dalam hidup ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah. Jika hati dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Dan dengan itulah kemudian insya Allah kita akan meraih keuntungan.

Wednesday, 5 December 2018

Tahap Kedua Pengecoran








Sahabat, berikut adalah kegiatan gotong royong seluruh santri dalam tahap pengecoran pembangunan Asrama dan gedung pendidikan. Ini adalah tahap pengecoran lantai 2, yang Insya Allah bangunan ini akan dibangun setinggi 3 lantai. Doakan kami ya sahabat, semoga pembangunan gedung asrama dan pendidikan ini segera selesai agar semua anak-anak santri bisa mendapatkan tempat yang lebih layak untuk ditinggali.

Terimakasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan amanah nya kepada kami. Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan serta keikhlasan ibu & bapak donatur sekalian. Aamiin....












Thursday, 29 November 2018

Taubat Karena Riya






Manshour bin Ammar berkata: “Dulu seorang temanku selalu berbuat maksiat, lalu kemudian ia bertaubat. Aku melihatnya sering melakukan ibadah dan shalat tahajjud. Tiba-tiba aku tidak melihatnya beberapa hari. Ada yang mengatakan kepadaku bahwa ia sedang sakit. Aku pun lantas mendatangi rumahnya. seorang puterinya keluar menemuiku, ia berkata: “Ingin bertemu siapakah engkau?”.
Aku menjawab: “Ayahmu”. Maka ia pun mengijinkanku.
Aku masuk ke dalam rumahnya dan mendapati ayahnya berada di ruang tengah rumahnya dalam keadaan terbaring di atas kasurnya. Wajahnya nampak hitam, kedua matanya mencucurkan air mata, dan bibirnya nampak tebal dan membiru.
Dalam keadaan khawatir, aku berkata kepadanya: “Wahai saudaraku, perbanyaklah mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah!”. Ia pun membuka kedua matanya, lalu memandangi diriku, kemudian ia pingsan lagi. Aku pun
berkata lagi kepadanya: “Wahai saudaraku, perbanyaklah mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah!”. Kemudian aku mengatakannya lagi untuk yang ketiga kalinya.
Ia membuka kedua matanya, lalu berkata: “Wahai saudaraku, Manshour! Sungguh kalimat ini telah tertutup antara diriku dengannya”. Aku pun berujar: “Laa haula walaa quwwata ilia billahil ‘aliyyil ‘azhiim (Tiada daya dan kekuatan selain milik Allah yang Maha Tinggi lagi Mulia). Wahai saudaraku, di manakah shalat, puasa, dan tahajjud yang sering kamu lakukan itu?”.
Ia menjawab: “Aku melakukan semua itu bukan atas nama Allah. Taubatku adalah kebohongan belaka. Aku melakukan semua itu agar aku dikenal orang-orang sebagai ahli ibadah. Sungguh aku telah riya’ (beribadah cuma ingin dilihat oleh orang lain).
Pada saat aku tengah sendirian, aku mengunci pintu dan tidak peduli lagi dengan rasa malu, lalu aku menenggak minum-minuman keras. Aku memperlihatkan kemaksiatanku kepada Tuhanku. Kulakukan itu semua selama beberapa lama, hingga akhirnya aku menderita sakit dan dekat dengan kematian.
Aku berkata kepada puteriku  ini: ‘Ambilkanlah aku mushaf AI-Quran, Aku pun lantas berkata dalam hati: ‘Ya Allah, aku bersumpah demi kalimat agung-Mu yang tertuang dalam kitab suci AI-Quran ini, jika Engkau memberiku kesembuhan maka selamanya aku tidak akan kembali lagi kepada perbuatan dosa’. Allah pun menyembuhkan penyakitku.
Namun setelah sembuh dari penyakitku, justru aku kembali lagi melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang sering aku lakukan sebelumnya. Aku menuruti hawa nafsuku dan menikmati kenikmatan yang haram. Setan benar-benar telah membuatku lupa akan janjiku kepada Allah. Aku melakukan hal itu selang beberapa lama hingga akhirnya aku jatuh sakit lagi dan aku merasa sudah dekat dengan kematian.
Aku pun memerintahkan keluargaku untuk memindahkanku ke ruangan tengah rumahku, sebagaimana aku selalu melakukan hal tersebut. Aku pun kemudian meminta diambilkan mushaf Al-Quran, lalu aku membacanya. Selanjutnya aku mengangkat mushaf tersebut seraya berkata: ‘Ya Allah, demi kehormatan kalimat-kalimat-Mu yang tertulis dalam mushaf yang mulia ini, aku ingin diberi kesembuhan oleh-Mu’.
Allah pun mengabulkan permintaanku dengan menyembuhkan penyakitku. Namun justru aku kembali lagi melakukan kemaksiatan sebagaimana sebelumnya. Aku pun kembali sakit lagi.
Aku menyuruh keluargaku untuk memindahkanku lagi ke ruangan tengah rumahku seperti yang engkau lihat
sekarang ini, lalu aku minta diambilkan mushaf Al-Quran untuk aku baca. Namun ternyata satu huruf pun dari Al Quran tersebut tidak terlihat oleh mataku. Aku tersadar bahwa Allah Ta’ala telah marah kepadaku. Aku pun lantas menengadahkan wajahku ke langit seraya berkata: ‘Ya Allah, Penguasa langit dan bumi, sembuhkanlah Aku!’. Tiba-tiba aku seakan mendengar suara berbicara:
Sungguh engkau bertaubat dari dosa-dosamu, jika
engkau ditimpa sakit
Lalu engkau kembali kepada perbuatan dosa, setelah sembuh
Seberapa banyak kesulitan, Dia menyelamatkanmu darinya
Dan seberapa sering musibah, Dia melepaskannya darimu
Lalu mengapa engkau menakuti kematianmu?
Padahal engkau telah berlaku licik kepada-Nya

Manshour bin Amman berkata: “Demi Allah, tidaklah aku keluar dari rurnahnya melainkan aku telah memperoleh beberapa ‘ibrah (pelajaran). Belum sempat aku sampai di pintu rumahku, tiba-tiba ada yang memberitahuku bahwa temanku itu telah meninggal”.

Tuesday, 27 November 2018

Moving Class Alun-Alun Tasikmalaya










Ada istilah yang mengatakan kita bisa meraih ilmu dimana saja dan kapan saja. Meraih ilmu atau belajar tidak melulu harus di dalam kelas, duduk di atas kursi dan meja yang tersusun, serta berseragam dengan rapi. Belajar pun bisa kita lakukan di luar kelas atau ruangan.

Kali ini, santri putra Yayasan Rumah Yatim Indonesia diajak untuk mengunjungi Alun-alun Tasikmalaya. Tujuannya bukan hanya untuk tour, tapi untuk study juga. Belajar di luar ruangan ini kita sebut sebagai kegiatan moving class. Hal ini jelas memberi manfaat untuk perkembangan anak. Belajar di luar ruangan bisa membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal. Serta bisa mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat berkembang optimal.




Bersyukur Allah Masih Memberi Kesempatan Bertaubat


Sahabat, sadar atau tidak, kita pernah atau bahkan sering melakukan kesalahan dan dosa. Tidak seorangpun yang luput dari noda dosa, baik sengaja maupun tidak.

Hanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam yang ma’shum (suci), karena beliau dijaga Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari dosa dan maksiat. Dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah, baik yang terdahulu maupun akan datang. Beliau adalah sosok manusia yang paling bertakwa dan mendapat jaminan masuk surga. Walaupun demikian, Rasulullah tetap beristighfar dan bertaubat kepada Allah setiap harinya seratus kali, sebagaimana sabdanya: “Demi Allah, sesungguhnya saya beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Wahai manusia, bertaubatlah pada Allah Swt dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya saya bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim).

Pertama, kedua hadits tersebut merupakan dalil atas wajibnya bertaubat, karena Nabi saw memerintahkannya.

Kedua, hadits ini menjadi dalil bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah orang yang paling kuat ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala dan paling bertakwa.

Ketiga, hadits ini menunjukkan bahwa Rasul adalah guru kebaikan dengan lisan dan perbuatannya. Namun demikian, beliau senantiasa memohon ampun kepada Allah dan menyuruh manusia agar membaca istighfar, hingga mereka meneladani beliau dalam menjalankan perintah dan mengikuti sunnahnya.

yuk segera bertaubat, Jangan menunda taubat dan amal. Karena kitapun tidak tahu kapan maut menjemput kita, dimana pada saat itu pintu taubat telah ditutup. Maka gunakanlah pintu taubat selagi masih ada kesempatan, selama masih terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Monday, 26 November 2018

Perampok Yang Bertaubat Masuk Islam







Sebuah kisah nyata yang terjadi di negara Amerika. Muhammad Sohail adalah seorang pemilik toko yang pada waktu itu lagi menjaga tokonya, Muhammad Sohail masuk dalam Topik utama pemberitaan di berbagai surat kabar atau media masa, dan elektronik. Perihal pertemuannya dengan seorang perampok yang bersenjatakan pemukul “baseball“, seketika ketika Perampok itu masuk ke dalam tokonya. Yang menarik dari kisah kejadian ini adalah sang perampok itu akhirnya masuk Islam/ menjadi mualaf.
Muhammad Sohail, yang berusia 48 thn, kala itu akan bersiap-siap untuk menutup tokonya. Tepat pada waktu tengah malam tersebut, terlihat dalam kamera pengawas/ CCTV ada seorang pria yang kekar yang datang menghampirinya sambil memegang tongkat pemukul baseball dan seorang itu dengan nada keras meminta Muhammad Sohail agar menyerahkan sejumlah uang di kasirnya.
Sejenak Muhammad Sohail merunduk terdiam, dan beliau pun tidak mau tunduk kepada perampok tersebut, kemudian Muhammad Sohail dengan cepat langsung mengambil senapan “shotgun” yang kebetulan oleh Muhammad Sohail di simpan tepat di bawah laci kasir tokonya. Pria bertopeng (Perampok) tersebut kaget, setelah berpikir merasa kalah dalam hal senjata, pria bertopeng itupun langsung ciut/ kehilangan nyali, seketika itu juga dia menangis memohon ampun dan menjatuhkan tongkat pemukulnya ke tanah.
Sang Perampok itupun mengatakan bahwa dirinya terpaksa merampok karena keterbatasan ekonomi, semata-mata untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang tengah dilanda kelaparan.
“Tolong.. tolong… jangan panggil polisi pak, tolong jangan tembak saya. Saya betul-betul tidak punya uang, saya melakukan ini karena saya tidak ada makanan di rumah saya pak,” tutur Sang Perampok tersebut sambil menangis tersedu-sedu seperti anak kecil.
Bukan seperti layaknya kebanyakan warga kulit putih Amerika lainnya, dimana pada kasus seperti itu mereka boro-boro langsung memanggil kepolisian untuk memenjarakannya (ngasih pelajaran). Beda dengan Muhammad sohail sang pemilik toko itu malah justru langsung mengulurkan uang tunai sebanyak $40 dan juga memberikan sebungkus roti, Akan tetapi dengan satu syarat, pria/ Sang perampok tersebut harus berjanji bahwa dirinya tidak akan pernah merampok lagi.
Setelah Muhammad Sohail itu memberikan uang dan sebungkus roti, beliau pun berkata, “Pulanglah kerumahmu wahai saudaraku…, dan kembalilah kepada keluargamu…!”. Terlihat ketika Sang Perampok itu menerima uang $40 dan sebungkus Roti tersebut, ia tampak sangat terkesima dengan kebaikan dan kedermawanan pemilik toko itu. Perampok itu pun tercengan sejenak, dan Alhamdulillah secara tidak disangka-sangka Allah S.W.T. memebirikan Rahmat, Taufiq, dan Hidayah kepada Sang Perampok itu, ia mengatakan kepada Muhammad Sohail (Pemilik Toko) bahwa dia dengan berbesar hati ikhlas dari hati nurani, ingin sekali menjadi seorang Muslim seperti Muhammad Sohail.
Serontak Pemilik Toko pun dengan rasa takjubnya bertanya kepada Sang Perampok itu ; “Apakah Engkau serius dengan apa yang engkau ucapkan itu???”.
Sang perampok itupun menjawab dengan sangat yakin ; “Ya… Saya ingin sekali menjadi seorang muslim yang baik hati sepertimu…!”
“Alhamdulillah.. Alhamdulillah, Allahuakbar…” ucap Muhammad Sohail, sang pemilik toko itu.
Muhammad Sohail pun kemudian membimbing perampok untuk ikut mengucapkan dua kalimat syahadat dimana seperti yang dia ucapkan sambil ia mengangkat sebelah tangannya, Lalu kemudian Muhammad Sohail pun berjabat tangan, merangkul dan memeluk sang perampok itu. mereka menangis bahagia, terharu dengan skenario Allah S.W.T. yang karena Rahmat-Nya sang Perampok Masuk Islam.
Pemilik toko itu pun melanjutkan. “Tunggulah di sini wahai saudaraku, tunggu sebentar ya, saya akan ke belakang mencarikan sesuatu untukmu dan keluargamu, mungkin ada susu di belakang yang bisa engkau bawak pulang”. Namun ketika pemilik toko kembali, sang perampok itu sudah meninggalkan toko tersebut.
Akhirnya setelah beberapa bulan kemudian, sang perampok itu mengirimkan surat kepada Muhammad Sohail, yang mana dalam suratnya itu berisi uang $40 Dollar, yang bermaksud untuk mengembalikan uang yang sudah ia kasih pada saat dirinya merampok tokonya.
Surat yang diberi nama/ judul: “You Change My Life“. yang bermakna bahwa Muhammad Sohail itu telah mengubah hidupnya. Namun sampai saat ini Muhammad Sohail merasa tak pernah mengenal dan tak pernah tahu siapa pria yang telah merampoknya pada waktu itu.
Di akhir surat, mantan perampok tersebut mengakhiri dengan kalimat tulisan ; “Your Muslim Brother“(dari Saudara Sasama muslim Anda). “Subhanallah Walhadulillah… Sang mantan perampok itu ternyata sudah benar-benar menjadi Muslim”. Ungkap Muhammad Sohail.

Thursday, 22 November 2018

Pengecoran Asrama Dan Gedung Pendidikan


Alhamdulillah, pengecoran tahap pertama untuk pembangunan gedung pendidikan Yayasan Rumah Yatim Indonesia telah dilaksanakan pada Ahad, 18 November 2018. Seluruh santri ikut serta dalam tahap pengecoran ini.

Doakan kami ya sahabat, semoga pembangunan gedung pendidikan ini segera selesai agar semua anak-anak santri bisa mendapatkan pendidikan di tempat yang lebih layak.

Terimakasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan amanah nya kepada kami. Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan serta keikhlasan ibu & bapak donatur sekalian. Aamiin....