Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Friday, 22 February 2019

Tilawah Qur'an Hari Jumat









Sahabat, berikut adalah kegiatan tilawah Al-Qur'an 6-7 Juz bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat, Ba'da Shubuh. Semoga dengan mengawali hari dengan membaca Al-Qur'an mampu menjadi awal yang baik untuk memulai rutinitas serta menjadi penguat iman dalam menjalani kehidupan. Aamiin~





Bersyukur Menjadikan Nikmat Berlipat


Allah SWT Berfirman:“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)

Kita sebagai hamba yang lemah, sudah seharusnya kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Bukan hanya bersyukur atas nikmat senang, akan tetapi kita juga harus bersyukur atas ujian yang Allah beri.

Bukankah Allah sudah sangat baik kepada manusia dengan menunjukkan jalan yang lurus kepada mereka? Namun manusia tetaplah pada sikapnya. Bagi yang menundukkan bisikan hawa nafsunya, jadilah mereka sebaga hamba-hamba yang bersyukur pada Allah. Tetapi bagi yang ditundukkan oleh hawa nafsunya, jadilah mereka sebagai hamba-hamba yang kufur kepada-Nya. Setiap keputusan yang diambil selalu disertai resiko. Manusia berhak menentukan apa saja yang menjadi pilihannya dan setiap pilihan ada pertanggungjawabannya di sisi Allah Swt. Yang bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat yang berlipat ganda dari Allah, sementara yang kufur akan memperoleh siksa yang amat pedih dari-Nya.

Manusia memang tidak ada yang sempurna, yang menyebabkan kita selalu saja merasa kurang atas apa yang sudah di dapat, sehingga kita lupa untuk bersyukur.

Ada banyak sekali hal-hal yg kita anggap sepele yang membuat kita sering mengeluh dan tidak bersyukur, padahal terdapat limpahan nikmat didalamnya.

Bersyukur sesungguhnya merupakan jalan pintas yang dapat ditempuh setiap hamba Allah untuk mendekatkan diri pada-Nya. Bersyukur juga merupakan cara cepat untuk meraih kecintaan Allah. Karena bersyukur merupakan ibadah yang cepat mengundang turunnya kasih sayang Allah, maka Iblis berusaha semaksimal mungkin menjauhkan manusia dari sifat syukur ini. Iblis berjanji di hadapan Allah akan menjerumuskan manusia dari jalan yang lurus dan membuat mereka untuk tidak bersyukur kepada-Nya.

Jika kita percaya akan nikmat Allah yang berlipat ganda setelah bersyukur maka kita akan mendapatkannya, Begitupun sebaliknya.

Maka sudahkah kita bersyukur hari ini?

Mulai dari sekarang, marilah kita bersyukur dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu dan perlahan akan meningkat. Agar kita selalu ditambah nikmat nya oleh Allah Swt.

Thursday, 21 February 2019

Suami,Apa Yang Kau Cari?


Sejatinya, suami adalah imam di keluarganya. Nahkoda bagi pelayaran abadi dalam bahtera rumah tangga. Namun, realitanya ada diantara suami yang menggadaikan perannya sebagai kepala keluarga. Yang terkadang membuat sang istri pun terpaksa harus turun tangan, menjalankan peran ganda. Ya sebagai istri, ibu, suami dan ayah sekaligus.

Pasalnya, Islam telah mengatur sedemikian rupa, bahwa” Ar-Rijaalu Qawwaamuuna ‘alan- Nisaa: laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan.” Tetapi pada kenyataanya, ada saja rumah tangga yang di bangun belum berdasarkan landasan di atas.

Hal-hal yang bisa membuat peran suami tergadai, diantaranya adalah:

Suami belum memahami betul fungsinya sebagai Qawwam/pemimpin di keluarganya. Bisa jadi, karena keterbatasan ilmu. Tetapi tidak di barengi dengan kemauan untuk terus belajar memperbaiki diri. Yakni, dengan terus menambah pengetahuan, serta tidak berhenti belajar. “Uthlubul ‘ilma minal mahdi ila llahdi : Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Karena menjadi seorang suami dan ayah itu merupakan Long life education: proses pembelajaran sepanjang hidup.

Sang istri akhirnya mengambil alih (sementara) peran suaminya. Ia yang membimbing dan memberikan qudwah(contoh) bagi suaminya. Ia pun yang mendidik sendiri anak-anaknya.

Suami malas bekerja (mencari nafkah sebagai ma’isyah). Bisa jadi, karena kurang bisa mengasah keterampilan kerjanya. Ataupun karena bawaannya yang memang enggan melamar pekerjaan, serta gengsi jika harus berwiraswasta. Tidak mau melamar kerja dengan dalih ditolak terus. Dan tidak mau buka usaha sendiri dengan alasan tidak punya modal, juga bisa jadi karena malu dengan gelar kesarjanaan yang disandangnya, jika harus berwirausaha.

Padahal telah secara jelas Allah berfirman: “…Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf…(QS. Al-Baqarah: 233)

Sang istri pula yang pada akhirnya harus turun tangan, ikut membantu suaminya mencari nafkah. Ada yang mengajar, berdagang, dan lainnya. Itu semua di lakukan semata untuk menghidupi keluarganya. Sedangkan sang suami menganggur dan hanya bisa berpangku tangan. Ia tidak mau berusaha untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Suami kecanduan game online (gadget). Waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga, malah dialihkan untuk bermain game online yang bisa memakan waktu lama. Sampai berjam-jam bahkan begadang semalaman. Sehingga intensitas pertemuan dengan istri dan anaknya pun berkurang. Padahal, secara psikologis peran ayah sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak.

Apalagi bagi anak perempuan sosok ayah merupakan cinta pertama baginya.

Sebagai ibu, ia juga yang akhirnya mengajak anaknya untuk bermain, seorang diri tanpa di temani suami sebagai bapak dari anak-anaknya.

Berkaca dari Sirah Nabawiyyah, bagaimana seorang Nabi Muhammad yang sangat mencintai dan menyayangi anak-anak. Beliau senang sekali bercanda dan bercengkrama dengan mereka. Bahkan pada suatu kesempatan Rasulullah mengajak cucunya Hasan dan Husain untuk bermain kuda-kudaan, mereka naik ke punggung kakeknya itu. Beliau merupakan Teladan yang Baik (Uswatun Hasanah). Sedangkan kita umatnya di anjurkan untuk senantiasa menghidupkan sunnahnya.

Suami lebih suka berkumpul dengan teman-temannya di luar rumah. Selepas bekerja seharian, bukannya pulang ke rumah malah main dengan konco-konconya. Padahal anak dan istrinya sedang menunggu di rumah. Berangkat saat anak masih tidur dan pulang saat anak telah terlelap. Harta mungkin bisa dicari, tetapi masa emas(golden age) anak hanya sekali, takkan bisa terulang lagi.

Sangat di sayangkan, jika sampai terlewatkan. Apa artinya materi berlimpah jika anak dan istri lapar perhatian serta haus kasih sayang. Dari pada mengobrol dengan orang lain, lebih baik ngobrol dengan istri dan anak di rumah.

Kisah Telur Dadar Gosong












Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami sarapan dan makan malam.

Suatu malam, ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yang gosong di depan meja ayah. Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu.

Ternyata yang dilakukan ayah adalah menyantap makanan yang disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya menikmati lauk telor dadar yang gosong.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena telor dadar yang gosong itu.

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yang gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telor dadar gosong?

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi dengan memakan telor dadar gosong tidak akan menyakiti siapa pun".

Tahu kah kamu nak, yang menyakiti hati seseorang itu adalah

KATA KATA KASAR, ...!!!

Lalu ayah melanjutkan, "Kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal. Dengan demikian yang ayah lakukan adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis. Hidup ini terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian. Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya...". Ingatlah pada pepatah, Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif.... Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani. Jangan terlalu perhitungan. Jangan hanya mau menang s╬Ándiri. Jangan suka menyakiti sesama. Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang. Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah. Belajarlah, lepaskan beban hidup dengan ceria. Tak ada yang tak bisa diikhlaskan.... Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan... Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

Setiap detik hidup ini adalah berkah-Nya. Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya. Tapi sudahkah kita bersyukur ?

Wednesday, 20 February 2019

Wakaf Al-Quran Untuk Santri







Assalamu'alaikum wr wb..

Alhamdulillah, kami dari segenap pengurus dan santri Yayasan Rumah Yatim Indonesia mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada seluruh donatur yang ikut serta dalam program wakaf Al-Qur'an dan busana shalat untuk santri yatim dhuafa dan penghafal Qur'an. Insya Allah Qur'an dan sarung ini sangat bermanfaat bagi semua santri dan menjadi motivasi untuk mereka agar semangat untuk murojaah serta menghafal Qur'an.

Semoga kebaikan serta keikhlasan dari semua donatur dibalas oleh Allah Swt dengan pahala yang berlipat. Aamin~





Mendekati Allah Dengan Harta


Sahabat,inilah dua perkara yang kerap kita abaikan. Kita ingin mendekati Allah, tetapi justru menjauhi apa yang disukai-Nya untuk kita lakukan. Kita ingin Allah menyayangi kita dan keluarga, tetapi kita sendiri justru lebih menyayangi harta benda daripada diri sendiri. Kita lebih rela diri kita sakit dan semakin jauh dari Allah, hanya karena kita tidak mau harta kita berkurang meski hanya sedikit.

Di sekeliling kita, mungkin ada orang-orang yang lapar. Mereka gelisah tak dapat memejamkan mata malam hari, sementara sebagian dari kita barangkali justru tak kuat bangun karena kekenyangan. Di penghujung malam, barangkali ada suara-suara yang tak sanggup kita dengar,suara-suara rintihan yang tertahan karena tubuh mereka telah teramat lelah menahan rasa lapar yang memilin perutnya, sementara pada saat yang sama ada yang tak sanggup terjaga karena perut yang terlalu penuh saat jatuh ke pembaringan.

Inilah ironi yang tak seharusnya terjadi. Inilah ironi yang dapat merusak iman kita, meski kita merasa telah meyakini-Nya dengan sepenuh hati.

Ingatlah ketika Rasulullah bersabda,“Bukanlah seorang Mukmin, orang yang tidur di malam hari sedangkan tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Hakim).

Sudah seharusnya kita sebagai seorang Muslim mengedepankan hak-hak saudara kita yang seharusnya dipenuhi. Bagaimana mungkin kita bisa dekat dengan Allah sedangkan kita berbuat sesuatu yang membuat kita semakin menjauh dari-Nya? Jadikanlah harta yang kita punya sebagai alat untuk kita terus mendekatkan diri pada-Nya. Keluarkanlah hak-hak orang lain yang terdapat dalam harta kita agar Allah ridha. 

Tuesday, 19 February 2019

Jangan Berhenti Di Tengah Badai













Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya.

Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“Bagaimana, Bu? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.
Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

“Teruslah.. !”, kata Ibu.
Anaknya tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.
“Bu....?" “Teruslah mengemudi..!!” kata Ibu, sambil terus melihat ke depan.
Namun... tetap mengemudi walaupun sangat perlahan. Anaknya tetap mengemudi degan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.
Si Anak mulai takut.
“Silahkan berhenti & keluarlah”, kata Ibu

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.
Setelah beberapa kilometer, sampailah mereka pada daerah yg kering & matahari bersinar.
Dia baru mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidak pastian.

“Kenapa sekarang ?”, tanya-nya.

“Agar kau bisa melihat seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia membayangkan orang² yg terjebak di sana.
Kita tidak kan pernah berhenti, tetapi maju terus Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...

Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.
Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU. Hidup tak selamanya berjalan mulus.
Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai

Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati
Butuh semak berduri supaya kita waspada
Butuh persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih
Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan
Hidup butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan
Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati

Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara kerja keras
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.

Butuh tertawa dan senyum supaya kita tahu mengucapkan syukur
Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak sendiri
Jangan selesaikan masalah dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah-marah, selesaikan saja dengan sabar, bersyukur dan jangan lupa tersenyum.
Teruslah melangkah walau mendapat rintangan, Jangan takut..
Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah.
Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh ke dalam relung hati.
Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk gaya hidup.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk kebutuhan hidup.
Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu.