Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Saturday, 18 February 2017

Ketika Yang Haram Menjadi Halal






Pada zaman Nabi Muhammad Saw ada seorang pencuri yang hendak bertobat, dia duduk di majelis Nabi Saw di mana para sahabat berdesak-desakan di Masjid Nabawi. Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi Saw: "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal."

Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis, dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh di bawah, sang pencuri merasa tersisihkan

Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri merasakan perutnya lapar. ia pun keluar dari masjid demi melupakan rasa laparnya 

Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan naluri pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci, dan timbullah perang dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi. Tapi ini ada kesempatan, masak dilewatkan begitu saja?

Terjadilah peperangan dalam batinnya dan ada suara aneh yang membisikkan hatinya : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu"
Setelah berpikir keras ia memutuskan untuk mengingatkan pemilik rumah di dalam agar mengunci pintu rumahnya karena sudah lewat tengah malam.

Dia hendak memberi salam, namun timbul kembali suara tadi : "Hei pemuda ! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah dibuka oleh pencuri itu, bila engkau mengucapkan salam, akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap! " Ah, benar juga, pikirnya.

Maka masuklah ia ke rumah itu tanpa suara. Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling, ada satu meja yang penuh makanan, nah, timbullah keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar, tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.

Masuklah ia dengan hati-hati, nah... syukurlah tidak ada pencuri, berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang. Ah! ternyata ada yang tidur, mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.

Tanpa disadari, kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor yang ada dalam dirinya.

Begitu besarnya hasrat itu hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang di dadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung di samping tempat tidur... Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertobat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidak !

Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya, ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana? ringankah perasaanmu sekarang, setelah melawan hawa nafsu birahimu?" Hmm... ya, Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapar berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda.

Suara itu berkata : "Maka sudah sepantasnya engkau mendapat ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbul perasaan ingin mencuri lagi !"

Si pemuda berpikir, patutkah ia berbuat seperti itu? " Hei, tiba-tiba ia tersadar serta berucap dalam hati. Engkau daritadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu menjadikan aku tamu tak diundang seperti ini, tidak... aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberikan nasihat seperti itu. Pasti engkau setan !!! Celakalah aku jika ada orang diluar yang melihat perbuatanku, aku harus cepat-cepat keluar"

Maka tergesa-gesa ia keluar dari rumah wanita itu, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucapkan salam yang terdengar serak dan menakutkan. Ia bermaksud membangunkan si pemilik rumah. Namun, ia khawatir suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan resah namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia.

Sesampainya di masjid, ia melihat Nabi Saw sedang berdiri shalat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca Al Qur'an dengan khusyuksambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para sahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar seklai perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dialami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.

Tapi... tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang di dekat orang yang sedang membaca Al Qur'an. Di tengah melamunnya, ia mendengar sayup namun jelas bait-bait suci...

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (TQS Ibrahim 14:21-22)

Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang didengarnya, berkatalah ia, "Engkau berbicara kepadaku ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segala rasanya badannya.

Cukup lama ia mendengarkan bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat NaBi Saw duduk berzikir, dan wajah wanita itu... adalah wanita tadi !!! Wanita cantik yang rumahnya telah dimasukinya.

Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada di ruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin lelaki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu??? Ah celaka !!!

Namun anggota tubuhnya bergetar hingga tak mampu bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang membaca Al Qur'an tadi hendak tidur dan tak lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi Saw.

Hampir celentang jatuh ia ketika mendengar suara Nabi Saw : "Hei fulan, kemarilah !" Dengan perlahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya.

Ia mendengar sang wanita masih berbicara kepada Nabi Saw, katanya : "...benar ya Rasulullah, saya sangat takut pada saat itu, saya bermimpi rumah saya kemasukan pencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak... ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekeliling, ternyata pintu rumah terbuka sebagaimana mimpi saya dan terdengar suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka saya segera menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian di mimpi saya tidak terjadi bila ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui Engkau disini agar memilihkan calon suami bagi saya".

Nabi Saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata " Hei fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini, maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengar itu, tetapi dengan cepat mengangguklah ia.

Dan setelah shalat shubuh, Nabi Saw mengumumkan hal ini dan meminta para sahabat menumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.

Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Saw yang lalu "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika ia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal"

Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadinya haram kini dengan halal, dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai istrinya yang halal.

Amalan Harian yang Mampu Menghapuskan Dosa-Dosa


Sahabat, kalau dosa-dosa kita Allah perlihatkan, mungkin akan menandingi tinggi dan besarnya kumpulan gunung di seluruh dunia.

Akan tetapi Allah yang Maha Pemaaf memberikan kita kesempatan untuk menghapus dosa-dosa tersebut tiap harinya dengan amalan-amalan sederhana yang berdampak luar biasa, apa sajakah amalan yang dimaksud? 

1. Berdzikir

“Sesungguhnya ucapkan kalimat Subhanallahu walhamdulillahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar itu menggugurkan kesalahan-kesalahan seperti pepohonan menggugurkan dedaunan.” 
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad)

2. Bersabar terhadap ujian dari Allah

Rasullullah s.a.w:  “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, 'Sesungguhnya apabila Aku menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya." (Hadis Riwayat Ahmad)

3. Bersedekah

Rasullullah s.a.w:  “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Baqarah ayat 271)
Rasullullah s.a.w: “Sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api.” 
(Hadis Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan selainnya)

4. Memperbanyak bersujud

Sabda Rasulullah yang bermaksud : “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada-Nya melainkan Dia mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahan (dosa) darimu.” (Hadis Riwayat Muslim)

5. Menyempurnakan wudhu

“Jika seseorang berwudhu’ lalu menyempurnakan wudhu’nya kemudian berangkat solat dengan niat hanya untuk solat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa.” (Riwayat At-Tirmidzi)

6. Shalat 5 waktu

Melakukan sholat, dengan dalil sabda Rasulullah, “Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab, “Tidak ada sisa kotorannya sedikitpun.”” Beliau bersabda, “Sholat lima waktu menjadi sebab Allah menghapus dosa-dosa.” (Riwayat Al-Bukhari)

Friday, 17 February 2017

Mengeluhlah Hanya Kepada Allah


Sahabat, Allah suka melihat hambaNya mengeluh, tapi hanya jika sang hamba mengeluh pada Allah.

Allah justru benci melihat seorang hamba yang mengeluh pada sesama manusia, seolah-olah hamba tersebut mengadukan perbuatan Allah pada makhluk lain.

Jika engkau mengeluhkan (kondisimu) kepada anak Adam maka sesungguhnya…
Engkau sedang mengeluhkan Allah Yang Maha Penyayang kepada anak Adam yang bukan penyayang…

Nah, apakah kita masih suka berkeluh kesah pada orang lain yang sebenarnya tak pernah bisa memberi jalan keluar? Ataukah kita sudah mengerem keluhan dan hanya mengadukan keluhan pada Allah saja?

"Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya)" (QS An-Naml : 62)

Memang mengeluh sudah jadi sifat dasar manusia, namun alangkah dahsyatnya jika kita mulai meminimalisir keluhan. Mungkin hanya mengeluh pada satu orang terdekat saja, itupun setelah mengadukan segala sesuatunya pada Allah.

Bahkan Allah menyukai seorang hamba yang meminta permohonan sampai yang paling terkecil sekalipun. Karena dengan demikian, berarti sang hamba benar-benar menyadari bahwa ia membutuhkan Allah saja.

"Hendaknya salah seorang dari kalian meminta kepada Robnya seluruh kebutuhannya (hajatnya) bahkan sampai untuk memperbaiki tali sandalnya jika terputus" (HR At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Misykaat no 2251, akan tetapi dalam sanad hadits ini ada pembicaraan, sehingga Al-Albani berubah pendapatnya dan melemahkannya di Ad-Do'iffah no 1362. Namun makna hadits ini tentu benar tanpa diragukan lagi, karena berdo'a adalah ibadah, dan seorang hamba disukai berdoa kepada Allah dalam segala hal dan kondisi)

Kita juga perlu ingat bahwa mengeluh pada Allah merupakan perbuatan para Nabi dan Rasul. Jadi jangan pernah bungkam hanya karena tak ingin mengeluh pada Allah. Justru Allah senang jika kita merendah dan meminta pertolongan di hadapanNya.

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang". (QS Al-Anbiyaa' : 83)

Sahabat Ummi, semoga kita semakin pandai mengeluh pada Allah dan semakin jarang mengeluh pada manusia.
Amiin.....

Thursday, 16 February 2017

Membatu Orang Lain Berarti Membantu Diri Sendiri







Suatu sore Adin berjalan dengan lesu, dagangan es cincau yang dipikulnya makin terasa berat. Hujan yang mengguyur di sepanjang hari ini menjadi alasan dagangannya masih belum laku terjual. Adin memikirkan istrinya yang sedang hamil tua, bagaimana dia mengumpulkan biaya persalinan untuk istrinya, itulah yang terbayang dibenaknya.

Ketika berjalan diatas genangan air, mamat melihat seorang wanita yang memakai pakaian bagus sedang membuka kap mesin mobil dan terlihat sedikit mengotak-atik. Adin mendekat, namun ada perasaan bingung yang menghampiri wanita tersebut, lalu masuklah wanita tersebut ke dalam mobil dan menutup kuncinya takut jiga Adin akan berbuat jahat padanya.

Adin melihat ke dalam jendela mobil seraya mengetuk kaca perlahan, "Ibu, ada yang bisa saya bantu?" Tawarnya.

Kaca mobil pun di buka perlahan, lalu wanita itu menjelaskan masalahnya. Setelah terjadi perbincangan beberapa menit, akhirnya wanita tersebut bersedia menerima pertolongan dari Adin. Adin pun lekas menaruh pikulannya dan memulai mengotak-atik mesin mobil.

"Anda tak perlu turun kalau takut Nyonya." Kata Adin

Tak perlu waktu banyak untuk Adin membetulkan mesin mobil tersebut karena dulu ia pernah bekerja lama di sebuah bengkel. Akhirnya ia pun selesai, namun dia nampak sekali kotor dan lelah. Melihat Adin sudah selesai membetulkan mobil, wanita tersebut pun membuka kaca jendelanya dan berterimakasih kepada Adin seraya menawarkan sejumlah uang, berapapun yang Adin minta ia akan bayar.

Adin hanya tersenyum dan menolak diberi bayaran seraya berkata, "Menolong orang bukanlah pekerjaan yang harus dibayar." Namun wanita tersebut merasa terimakasih saja tidak cukup. Dalam benak Adin berkata jika dia menolong seseorang tanpa berharap imbalan pasti Allah SWT akan membalas amal perbuatannya.

Wanita tersebut pun pergi, setelah beberapa meter dia teringat akan membeli makanan untuk anaknya. Berhentilah ia di tukang nasi goreng pinggir jalan. Sambil menunggu dia melihat seorang wanita yang sedang hamil tua sedang mengumpulkan sisa-sisa plastik di jalan, ia merasa iba dan ingat akan pertolongan Adin tadi. Dia pun memanggil wanita hamil dan memberinya sejumlah uang.

Wanita hamil pun bersyukur sambil berkata, "Ibu terima kasih banyak, tapi uang ini terlalu besar. Saya tak tahu harus berbuat apa."

"Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan, jangan pernah berhenti memberkan cinta dan kasih sayang."

Malam harinya wanita hamil pulang ke rumahnya dan memberitahu kepada suaminya bahwa ada seorang wanita yang memberikan sejumlah uang kepadanya. Mereka bersyukur karena uang tersebut bisa dipakai untuk biaya persalinannya. Dan ternyata suami tersebut adalah Adin. Tanpa Adin tahu bahwa wanita tersebut adalah orang yang ditolongnya Dan lewat tangan Allah SWT lah rezeki untuk biaya persalinannya ada.

“Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri..” (QS.Al-Isra: 7)

Anak Shalih Lahir Dari Orangtua Shalih



Abdullah bin al-Mubarak adalah seorang ulama terkenal. Beliau dilahirkan pada tahun 118 H. Ayahnya, al-Mubarak, dulunya hanyalah seorang mawla (pelayan) dari seorang saudagar besar.

Pada suatu hari, datanglah saudagar tersebut ke perkebunannya. Ia menyuruh al-Mubarak mengambilkan buah delima yang manis dari kebunnya. Al-Mubarak pun bergegas mencari pohon delima dan memetik buahnya, kemudian menyerahkan buah itu kepada tuannya.

Setelah tuannya membelah dan memakan delima itu, ternyata rasanya kecut. Tuannya kesal sambil berkata, “Aku minta yang manis. Kamu malah ngasih yang kecut. Ambilkan yang manis!” Al-Mubarak segera bergegas kembali dan memetik delima dari pohon yang lain. Buah delima itu lalu diberikan kepada tuannya. Namun, lagi-lagi buah itu rasanya kecut. Tuannya makin kesal kepada al-Mubarak .

Hal itu berlangsung sampai tiga kali. Akhirnya, tuannya bertanya, “Sekian lama kamu merawat kebun ini, kamu tidak bisa membedakan yang manis dan yang kecut?” Al-Mubarak menjawab, “Tidak, Tuan.” Tuannya bertanya lagi, “Mengapa?” Al-Mubarak menjawab, “Karena saya belum pernah sekalipun mencoba mencicipi buah yang ada di kebun ini.”Tuannya bertanya lagi, “Mengapa bisa begitu?” Al-Mubarak menjawab, “Karena selama saya bekerja di sini, Tuan belum pernah mengizinkan saya untuk mencicipi buah di kebun ini.” .

Mendengar jawaban itu, tuannya merasa takjub. Ia takjub atas sikap amanah al-Mubarak. Al-Mubarak pun mendapat tempat di hati tuannya. Tuannya lalu menikahkan al-Mubarak dengan putrinya.

Dari perkawinan keduanya lalu lahir seorang bayi laki-laki yang diberi nama Abdullah. Dialah yang kelak kemudian menjadi ulama besar: Abdullah ibn al-Mubarak yang dijuluki sebagai Al-Hafizh, Syaikh al-Islam, Fakhr al-Mujahidin, Pemimpin Para Ahli Zuhud dan masih banyak gelar lainnya.

Tanda Allah Mencintai Hambanya


Sahabat, bicara cinta pasti tidak habis-habis, ibarat sumur zam-zam yang tak pernah berhenti mengalir. Demikian juga, cinta tak habis dibahas oleh manusia.

Nah, kalau disebut cinta, nama siapa kah yang langsung muncul di benak kita? Suami? Istri? Orangtua? Anak? Guru? Rekan sejawat? Lalu... Adakah asma Allah menggetarkan hati kita saat menyebut cinta?

Sebagaimana seorang pecinta kepo terhadap perasaan orang yang dicintainya, maka pertanyaan selanjutnya,Apakah Dia cinta padaku?

Ya, apakah Allah mencintai kita? Bagaimana cara mengetahui Allah mencintai kita atau tidak?

Berikut ini beberapa tanda Allah mencintai hamba-Nya, semoga kita pernah menemukan tanda-tanda ini:

1. Allah berikan kesadaran beragama

"Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci . Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai. Maka barang siapa diberikan (kesadaran) agama oleh Allah, berarti ia dicintai olehNya” ( HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)

2. Allah berikan kelembutan pada hati kita

Dia akan menjadikan hamba-Nya sosok yang tenang, pribadi yang tidak emosional dan mudah bergejolak hanya karena hal-hal sepele.

” Jika Allah menginginkan kebaikan penghuni satu rumah, maka Dia masukkan kelembutan” 
(HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan At Tarmidzi)

3. Ketika kita melakukan kejahatan, langsung Allah segerakan balasannya

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.”
 (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).

4. Allah berikan ujian

Hadits Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” 
(HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

Ujian ini bisa kekurangan harta, ketakutan, kelaparan, ataupun penyakit.

5. Menjelang akhir hidupnya melakukan kebaikan

Rasul Bersabda: ” Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya”

Sahabat bertanya : ” Apa itu memaniskannya ya Rasulullah? ”

Ia berkata : ” Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga tetangga akan meridhainya-atau ia berkata- orang sekelilingnya” (HR. Al Hakim)

Sahabat,semoga kita menjadi bagian hamba-hambaNya yang shaleh dan mendapat cinta Allah.
Amiin.....

Tuesday, 14 February 2017

Sedekah Brutal



Andi adalah seorang pengusaha properti yang sangat sukses. Dia adalah pemilik usaha cuci mobil, seorang pewaralaba took retail yang terkenal, seorang pembicara seminar wirausaha dan seorang motivator. Mulai tahun 2003 hingga tahun 2005 perkembangan usahanya sangatlah pesat, bahkan terhitung luar biasa.
Hingga pada akhirnya Andi tergiur untuk ekspansi usahanya menjadi lebih besar dari yang ada saat ini dan memutuskan untuk bekerjasama dengan partner barunya. Dalam perjalanan bisnisnya, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Mitra kerjanya mengkhianati dan menipu Andi sehingga usahanya yang lain ikut hancur. Aset yang dia bangun bertahun-tahun habis, bahkan meninggalkan hutang hingga minus 5 milyar. Andi harus menanggung beban hutang di bank yang digunakan untuk menambah modal usaha di awal-awal merintis dulu.
Nah, di sinilah awal dari kisah keajaiban sedekah yang dia alami. Dalam kondisi bangkrut dan habis-habisan Andi tetap berpikir positif, tidak menyendiri dan punya semangat untuk bangkit sangat besar. Andi lalu mencari referensi cara mengatasi kebangkrutannya dalam kondisi habis-habisan saat itu. Andi melakukan langkah-langkah seperti ini:
Pertama, dia memohon maaf kepada Allah SWT dan orang tua dengan rendah hati atas semua kesalahan, kelalaian dan kesombongannya saat berada diatas. Bahkan bersimpuh di kaki orang tua pada saat minta maaf pun dilakukannya. Silaturahmi ke sahabat-sahabat yang dia ingat, khususnya yang pernah disakitinya.
Kedua, dia meminta motivasi, saran dan solusi dari kebangkrutan kepada temannya. Temannya merekomendasikan untuk sedekah brutal, merutinkan salat dhuha dan tahajjud. 
Ketiga, Andi melakukan aksi gila yaitu sedekah brutal. Dia menyedekahkan semua aset yang ada kecuali aset yang digunakan untuk bertahan hidup, serta keperluan sehari-hari untuk menafkahi anak istri. Andi juga rutin salat dhuha 4 rakaat, 2 rakaat tiap kali salam, serta salat tahajjud di sepertiga malam yang akhir (dini hari).
Dengan semangat yang luar biasa dan sabar, perlahan Allah SWT mulai mengabulkannya. Hanya dalam waktu tiga tahun Andi sudah bisa menyelesaikan bebannya. Mulai tahun keempat Andi sudah mulai surplus dan tahun berikutnya surplus bermiliar-miliar. Itulah kisah keajaiban sedekah yang dirasakan Andi.
Belajar dari pengalaman tersebut, Andi selalu berusaha untuk merutinkan sedekah, salat dhuha dan salat tahajjud. Tentunya tidak lupa selalu berdoa. Bagaimana? Sungguh luar biasa kisah keajaiban sedekah di atas.
Jangan pernah ragu untuk bersedekah. Dan kita tidak harus bersedekah dalam bentuk uang. Semua yang bisa kita bagi kebahagiaannya dengan orang lain, apalagi kepada yang berhak adalah sedekah. Sedekah terbaik adalah pada saat kamu habis-habisan. Namun, habis-habisan bagi dia adalah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya dalam hal apapun.
Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang yang harta bendanya sedikit.” (HR. Muslim)