Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Kisah Inspiratif

Smart Family

Tafakur

Terbaru

Friday, 21 July 2017

Pilihan Kita Bukanlah Keputusan Orang Lain






Alkisah, ada seorang pemuda tampan yang rajin bekerja dan terkenal ringan tangan menolong sesama. Sayangnya, dia terkadang sulit melakukan beberapa pekerjaan, terkendala karena memiliki kaki yang tidak normal, sehingga agak timpang saat berjalan. Ketidaknormalan ini telah dibawa sejak lahir. Untuk itu dibutuhkan sepasang sepatu yang harus dipesan khusus agar dia bisa berjalan layaknya orang normal .
Suatu hari, si pemuda mendatangi seorang pembuat sepatu yang terkenal. Setelah diukur dengan teliti, si paman pembuat sepatu berkata, “Anak muda, paman pasti buatkan sepasang sepatu yang nyaman dipakai dan kelak akan membuatmu berjalan layaknya orang normal. Nah, sambil paman persiapkan bahan-bahannya, silakan kamu pilih modelnya. Apakah berbentuk bulat di depan atau lancip seperti model sekarang?”
“Terima kasih, Paman. Saya sungguh berharap, sepatu yang dibuat Paman akan membantu saya untuk bisa berjalan layaknya orang normal. Mengenai modelnya.. terserah Paman saja. Saya percaya Paman akan memilihkan yang terbaik!”
Selang dua minggu, sepatu pesanan pun akhirnya selesai dan diantar langsung ke rumah si pemuda. Saat membuka kotak, si pemuda kaget dan takjub memandang sepasang sepatu di tangannya. Sungguh indah dan sangat halus buatannya! Tetapi dengan penasaran dia bertanya, “Paman, sepatu ini sungguh indah sekali. Tetapi kenapa modelnya berbeda antara sepatu yang kiri dengan yang kanan?”
Sambil tersenyum si paman menjawab, “Anak muda. Katamu waktu itu, modelnya terserah paman. Dan menurut paman, itu adalah model yang terbaik untukmu. Jika kamu merasa tidak cocok, itu adalah urusanmu. Ingat anak muda: Jika kamu tidak membuat keputusan dan menentukan pilihan, sama artinya kamu membiarkan orang lain yang akan memutuskan dan menentukan pilihan untukmu!”
Mendengar hal itu, si pemuda tersentak. Katanya, “Terima kasih Paman. Ini adalah pelajaran yang luar biasa buat saya dan sebagai pengingat, saya akan pajang sepasang sepatu ini di tempat yang mudah terlihat untuk peringatan jika saya tidak bisa menentukan pilihan maka orang lain yang akan membuat pilihan untuk saya."
Di bulan Mulia inilah saat yang tepat untuk MEMILIH menjadi PRIBADI BARU YANG LEBIH BAIK, dan berjanji meninggalkan KEPRIBADIAN LAMA KITA YANG BEGITU KELAM, sekarang juga jangan lagi bilang NANTI, karena IBLIS siap setiap saat membentuk kepribadian kita agar kita mau dan setia kepadanya.
HIDUP YANG SESA'AT INI AKANKAH POLA HIDUP KITA DITENTUKAN OLEH IBLIS ?

Thursday, 20 July 2017

Yuk Bahagiakan Yatim Dan Dhuafa Dengan Berqurban


Sahabat, diantara sekian besar nikmat yang telah kita peroleh itu, dibandingkan dengan pengabdian kita yang tak seberapa selama ini, lalu di hari Idul Adha, Allah SWT menyuruh memberikan harta terbaik kita sebagai bukti nyata ketaatan kita dan keseriusan kita mendekat kepadaNYA.

Sahabat, ibadah qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan (sunnah muakkadah) bagi yang memiliki kelapangan harta sebagai perwujudan dari ketauhidan dan ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya serta sebagai perwujudan kepedulian sosial kepada sesama.
" Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah " (QS.Al-Kautsar).

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) kemudian dia tidak melakukan peneyembelihan (ibadah qurban) maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami”. (HR. Ahmad & Ibnu Majah).

Ini merupakan sebuah harapan besar bagi para Anak Asuh Yatim dan Dhuafa kita untuk BERBAHAGIA bersama di hari IDUL ADHA, ketika para Sahabat semua berkenan menunaikan ibadah qurban di Rumah Yatim Indonesia.

Mari berbagi kebahagiaan di Hari Raya dengan berbagi kepada Yatim dan Dhuafa. Silahkan dipilih Paket Qurban Rumah Yatim Indonesia sesuai keinginan dan kemampuan kita:

1. Kambing A Rp.2.100.000,- (berat kisaran 20 kg)
2. Kambing B Rp.2.500.000,- (berat kisaran 25 kg)
3. Kambing C Rp.3.100.000,- (berat kisaran 30 kg)
4. Sapi A Rp.16.100.000,- (berat kisaran 200 kg)
5. Sapi B Rp.18.300.000,- (berat kisaran 220 kg)
6. Sapi C Rp.20.400.000,- (berat kisaran 250 kg)
7. Sapi (Patungan) Rp.2.300.000,- untuk 7 orang (berat kisaran 200 kg)

Caranya : Transfer Dana Qurban, lalu konfirmasi SMS/WA : "BISMILLAH, NAMA, NIAT QURBAN.........EKOR............KARENA ALLAH SWT UNTUK YATIM & DHUAFA ", lalu Kirim ke : 087885554556 (SMS/WA)

Rekening Donasi Qurban:
》Bank BCA : 054 0766 100
》Bank MANDIRI : 13 10010 47 1011
》Bank MUAMALAT : 151 00191 38
》Syari’ah MANDIRI : 70 323 619 48
》Bank BNI : 0244 928 496
》BNI Syari’ah : 65 235 181 41
》Bank BRI : 01000 1001 8853 00
》Bank bjb : 001 777 8552 100
Atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Alamat Kegiatan: Jl Bandung Blok II No 140 Perumnas Kotabaru Cibeureum Tasikmalaya Tlp 0265-2351868






Penyesalan Seorang Perampok







Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Bagdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka.

Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.

“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.

Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.

Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”

“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.

“Di mana kamu meletakkannya?”

“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.

Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.

Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.

“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.

“Empat puluh dinar.”

“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”

“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.

“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”

“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.

Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”

Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.

Indahnya Berbagi dan Peduli


Marilah kita berbagi dan peduli. Hal ini mengandung makna bahwa dalam kehidupan hendaknya kita saling berbagi dan peduli dengan dan kepada orang lain. Berbagi tidak dapat dilepaskan dari peduli. Berbagi dan peduli ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Beberapa ahli mengatakan bahwa peduli mengawali langkah dalam berbagi.

Berbagi merupakan sikap yang terpuji. Orang yang senang berbagi berarti ia punya kepedulian terhadap orang lain. Ketika kita punya harta, tenaga dan ilmu, sementara orang lain di sekeliling kita membutuhkan ketiga hal itu, maka sangatlah arif, bijaksana dan pantas bila ketiganya dibagikan kepada orang lain yang memerlukan, terlebih apabila orang lain itu berada dalam kesusahan. Itulah cermin dan wujud kepedulian seorang manusia terhadap manusia yang lain.

Berbagi dan peduli termasuk dua perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai implementasi dari sifat tolong-menolong, dan ini diperintahan Allah swt. dalam Surat Al-Maidah ayat 2:

“....Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran... (Q.S Al-Maidah: 2)”.

Manusia merupakan makhluk yang ditaruh dalam hatinya oleh Sang Pencipta kerinduan untuk senantiasa berbagi. Berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi. Semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan. Pengorbanan yang paling tinggi adalah dalam bentuk penyangkalan diri, yakni ketika yang dikorbankan adalah harga diri sendiri untuk meningkatkan harga diri orang lain. Disinilah keindahan berbagi daripada sekedar menerima.

Friday, 14 July 2017

Taubatlah Sebelum Masuk Liang Lahat






Ada seorang wanita Cantik yang belum pernah Berhijab sebelumnya. Banyak teman dan Kerabat yang mengingatkan nya, namun ia belum juga melaksanakannya.

Hari demi hari,ia mengumbar Aurat Rambutnya, seperti ingin di ketahui banyak orang bahwa dia begitu Cantik dengan rambut dan keelokan tubuhnya,

Tapi hari itu berbeda, hari itu dia Berhijab dengan sempurna, dia menyusuri sepanjang jalan di kampung itu,

Dan para tetangga pun keheranan,dan bertanya-tanya siapakah dia,,??

Ketika itupun banyak tetangga yang meneteskan air mata, melihat perubahan hari itu,

Dia benar-benar berbeda dari biasanya, Ia menuju masjid di ujung jalan itu, banyak orang melihat dari luar masjid dengan linangan air mata,

Dan ia pun berada di Shaf terdepan di dalam Masjid yang tak seperti biasanya, sungguh banyak tetangga yang menyayangkannya,

Ternyata dia Berhijab dengan sempurna dan berada di Shaf terdepan hanya ketika di Sholatkan.
Dia Berhijab sempurna, setelah pintu Taubat nya tertutup dengan Sempurna.

Waktu yang Mustajab Do'a yang Akan Terkabul Pada Hari Jum'at


1. Ketika imam (khatib) naik mimbar untuk khutbah sampai dengan selesainya sholat Jum’at.

2. Setelah sholat Ashar sampai dengan tenggelamnya matahari (Maghrib)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ : فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).
Diantara fiqh hadits ini :
- Keutamaan berdoa pada hari Jumat

- Orang yang rajin beribadah adalah orang yang paling patut diterima doanya

- Anjuran untuk mencari waktu-waktu yang afdhal untuk berdoa

- Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan waktu ijabah pada hari Jumat; Al Hafizh Ibnu Hajar telah menyebutkan 42 pendapat para ulama beserta dalilnya dalam menentukan waktu tersebut. Diantara sekian banyak pendapat ada dua pendapat yang paling kuat karena ditopang oleh hadits shohih, yaitu :


Pendapat Pertama : Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallohu anhu dimana beliau berkata saya telah mendengar Rasulullah shalallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang waktu ijabah, “Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesainya pelaksanaan shalat Jumat”. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi dll.

Pendapat kedua menetapkan waktu ijabah tersebut adalah ba’da ashar terutama menjelang maghrib. Pendapat ini berdasarkan beberapa keterangan yang disebutkan dalam hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dan lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallohu anhuma dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam beliau bersabda(artinya),
“Hari Jumat 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu, Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan, “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da ashar”.

Wallahu a'lam


Thursday, 13 July 2017

Tak Ada Kebaikan Yang Sia-Sia






Ada cerita tentang seorang petani Skotlandia yang mendengar tangis seorang anak kecil yang terperosok ke dalam lumpur. Tanpa menunggu lama, si petani tersebut langsung menolong dengan mengeluarkan anak tersebut dari dalam lumpur.
Keesokan harinya ayah si anak datang untuk menyatakan terima kasih pada sang petani. Dia adalah orang kaya dan menawarkan berbagai hal pada si petani, namun petani tersebut menolaknya.
Akhirnya orang kaya itu memutuskan untuk menyekolahkan anak si petani dan menanggung semua biayanya. Anak Petani tersebut disekolahkan di universitas St. Mary's Hospital Medical School di London.
Si anak petani memanfaatkan kesempatan itu dengan belajar sungguh-sungguh. Anak itu bernama Sir Alexander Fleming dan dialah yang menemukan obat Penisilin , satu jenis turunan Anti Biotik yang sangat terkenal dan manjur waktu itu .
Bertahun-tahun kemudian anak si orang kaya diserang penyakit Pneumonia dan obat yang mampu menyelamatkan nyawanya adalah obat Penisilin.
Tahukan anda bahwa Anak orang kaya tersebut ternyata bernama Sir Winston Churchill ( Perdana Menteri Inggris pada wktu Perang Dunia ke 2 ! ) .
Disini kita melihat bagaimana amal kebaikan itu bisa kembali kepada mereka yang sudah memberikan kebaikan. Sebagaimana benih yang ditaburkan akan menghasilkan buah. Yakinlah bahwa setiap perbuatan baik yang kita lakukan akan membawa kebaikan bagi kita sendiri. Setiap hari merupakan kesempatan untuk berbuat baik.
Marilah kita menjadi penebar kebaikkan bagi banyak orang, dan menolong mereka yang membutuhkan Jadi janganlah ditunda lagi kesempatan untuk berbuat Kebajikan karena hal seperti itu belum akan terulang lagi.
Hari ini kalau ada orang yang membutuhkan uluran tangan anda, bantulah karena saat itu Amal dan Kebajikan yang anda buat pastilah akan tercatat dengan Tinta Emas baik Didunia maupun di Alam Sana .
Motifasilah diri anda agar dimampukan utk berbuat baik kepada siapapun juga hari ini. Percayalah bahwa sebagian dari rejeki dan kepandaian kita adalah juga ada bagian dari orang yang berkekurangan.
Rendahkan hati kita, agar tangan kita mampu terulur untuk menolong orang lain. Kalau harta kita tak punya, maka berbagilah ilmu yang kita punya utk teman2 dan org lain yang membutuhkan. Kalau harta dan kepandaian pun tak kita miliki, maka berbagilah Nasihat dan Senyuman... 
YAKINLAH BAHWA DENGAN KEBAIKAN DAN SENYUM, DUNIA DAN SEKITAR KITA JUGA AKAN BERUBAH !