Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 21 April 2015

Menjadi Modal Buat Anak Kita



Kita sebenarnya sedih dengan cerita bangga yang disampaikan anak kita. kita tidak habis pikir kenapa seorang ibu bisa dengan sangat bangga bercerita bahwa perilaku-perilaku anak yang baik bukan karena mendapat contoh dari oragtua, melainkan dari film kartun? Padahal, orangtua seharusnya menjadi model bagi anak untuk melakukan identifikasi diri. Anak menjadikan orangtua sebagai cermin, sehingga dari sini anak belajar mempercayai orangtua dengan sepenuh hati.

Apa yang terjadi jika anak kehilangan model identifikasi diri? Mereka lebih mudah mengalami krisis identitas, sehingga sulit membangun ‘izzah atau self-esteen (harga diri). Ini akan berkait erat dengan kekuatan keyakinan. Padahal untuk inilah Nabi Saw berdakwah selama tiga belas tahun di Mekah. Selama fase Mekah, perhatian utama hanya pada Tauhid = Keyakinan akan kemahatunggalan Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya di Alam Semesta yang layak ditaati segala AturanNya dan diakui kemahabisaanNya. Sesudah fase Madinah, baru menyentuh aspek-aspek Syariat dan Muamalat ( Aturan Hukum dan Kemasyarakatan )

Pertanyaan kemudian, apakah TV harus dibuang? Bukan demikian persoalannya. kita sendiri kadang-kadang mendambakan tentang stasiun TV yang benar-benar islami. Bukan sekedar memproduksi siaran yang memiliki nuansa Islami dan berbagai aspek broadcasting lainnya, sekedar agar anak TIDAK BERKATA, “Ya... azan Maghrib busyeet. Lagi asyik nonton, sudah azan lagi.” itu saja sudah cukup baik

Di luar itu, kita perlu menuliskan masalah ini karena kita melihat telah banyak keluarga yang merasa tidak bisa hidup tanpa TV. kita juga melihat, banyak di antara kita yang memiliki ketergantungan sangat besar terhadap benda-benda yang manfaantnya belum tentu, sedangkan mudharatnya sudah di depan mata.  

Jika kita dan anak-anak kita masih ringkih dalam menyikapi itu, perubahan apa yang bisa kita harapkan pada mereka ?

Ya, anak-anak kita mendambakan kita bisa menjadi MODEL yang layak diteladani dalam segala hal, tutur kata kita yang lembut, perilaku kita yang santun, cara berbusana kita yang anggun, kesungguhan kita dalam beribadah, hiburan yang mendidik, kreatifitas dan etos kerja kita yang bisa dibanggakan.