Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 19 January 2018

Tutuplah Aib Saudaramu!






Diceritakan dalam sebuah kisah yang sangat masyhur...
Suatu hari Rasulullah saw didatangi seorang wanita yang mengaku telah berbuat zina. Rasulullah saw kemudian berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya. Setiap kali bertatap muka, Rasulullah saw akan memalingkan wajah darinya. Ini dilakukan karena beliau tidak ingin mendengar aib wanita tersebut. Namun wanita ini tetap membandel dan tetap menemui Rasulullah saw. Kali ini ia datang bersama ayahnya dan Rasulullah saw pun kemudian bertanya,
“Kau sudah hamil?”.
Dijawab oleh sang wanita, “Ya, hamil”.
Lalu Rasulullah saw berpesan kepada ayahnya, “Bawa anakmu dan berbuat baiklah kepadanya”.
Di sini ada 2 pelajaran berharga yang dapat kita ambil hikmahnya...
Pertama, Rasulullah saw tidak bertanya dengan siapa dia berzina. Kita tahu yang namanya perbuatan zina itu sudah pasti dilakukan oleh 2 pelaku. Tapi beliau tidak menanyakan hal itu. Ini karena beliau suka menutup aib orang lain.
Yang kedua, Rasulullah saw takut wanita itu dianiaya oleh ayahnya sehigga beliau berpesan agar berbuat baik terhadap putrinya. Beliau khawatir ayahnya akan berbuat aniaya atas nama kehormatan keluarga. Inilah bentuk kasih sayang dan simpati Rasulullah saw. Setelah melahirkan, wanita ini datang kembali menghadap Rasulullah saw. Maka beliau kemudian menyuruhnya untuk menyusui anaknya. Anehnya di sini adalah beliau tidak menahan wanita itu. Tetapi beliau lebih suka untuk melepaskannya.
__________
Dalam kisah yang lain, Rasulullah saw menceritakan ada seorang mukmin kelak pada hari Kiamat yang mempunyai keistimewaan karena di dunia ia suka menutup aib saudaranya. Di saat menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, berbicara di hadapan Allah swt, ia mendapatkan perlakuan khusus.
Pada saat itu orang-orang yang menghadap kepada Allah, berbicara kepada Allah, maka pembicaraan antara dia dengan Allah swt akan dipertontonkan di hadapan lautan manusia, termasuk segala perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan selama di dunia juga akan diperlihatkan di depan manusia. Semua akan ditampakan. Akan tetapi, khusus bagi mereka yang suka menutup aib saudaranya di dunia maka akan dibuatkan tirai yang melindungi pembicaran antara orang tersebut dengan Allah sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun.
Yang bisa tahu dan dengar pembicaran tersebut hanya dirinya dengan Allah swt. Ketika itu Allah mengatakan,
“Wahai Fulan, bukankah kamu pada hari sekian, waktu sekian dan dalam keadaan sekian telah berbuat maksiat ini dan itu?”.
Disebutkan semuanya oleh Allah perbuatan maksiat atau keburukan yang pernah ia lakukan selama di dunia. Ia pun mengakuinya. Hanya saja pembicaraan ini ditutup oleh Allah swt, dan tidak dipertontonkan di hadapan manusia. Meskipun dosanya tetap dibicarakan oleh Allah tetapi tidak diperlihatkan kepada orang-orang saat itu. Hanya dirinya dan Allah swt yang tahu. 
Allah swt katakan kepada orang tersebut, “Dulu sewaktu hidup di dunia engkau menutup aib saudaramu maka sekarang ini semua dosamu diganti dengan kebaikan (hasanat)”. 
Bayangkan kegembiraan yang bakal ia dapatkan di akhirat kelak. Bukan hanya aibnya yang ditutup oleh Allah saja bahkan Allah swt menjamin akan mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan. Semua ini ia peroleh karena dulu ia suka menutup aib saudaranya di dunia. Subhanalloh…