Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 9 May 2017

Amalan Yang Utama


Sahabat, roda usia yang berputar seringkali tak mampu diimbangi putaran amal yang mumpuni untuk mengisi keranjang bekal hidup di negeri yang abadi nanti. Apalagi kuantitas amal tak selalu diiringi kualitas yang senilai. Karena itu, setiap kita selayaknya selalu berupaya memperbanyak amal saleh, meluruskan niat dan mengejar keutamaan dalam beberapa amal unggulan, di antaranya:

1. Shalat berjamaah

Mengapa senang sholat sendirian bila pahala sholat berjamaah dinilai Allah 27 derajat lebih baik dari shalat sendiri? Maka, tak usah ragu. Di rumah, di kampus, di kantor, di mal, pilihlah melaksanakan shalat berjamaah.

2. Shalat lail

Sangat banyak keutamaan bangun di waktu malam untuk bertahajud sebagaimana Rasulallah bersabda: Siapapun yang bangun pada malam hari dan berkata tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya. Dia pemilik kerajaan dan segala puji hanya untukNya. Dia Maha Kuasa. Segala puji hanya untuk Allah. Seluruh keagungan hanya untuk Allah.Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Tiada daya dan kuasa kecuali dengan izin Allah. Lalu ia berkata, ya Allah ampuni daku. Maka doanya akan dikabulkan. Dan apabila ia berwudhu dan melakukan shalat malam, maka sholatnya itu akan diterima Allah.

3. Dzikir

Berdzikir sesungguhnya perkara ringan dan mudah diucapkan. Namun sayang sering diremehkan sehingga hilang dari ingatan. Rasulullah bersabda: Ada satu perkataan yang amat ringan (mudah) diucapkan namun berat nilai (pahalanya) di sisi Allah yaitu kalimat subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzhim (HR Bukhari)

Begitu pula ungkapan dzikir lain semacam subhanallahu, walhamdulillah, wallahu akbar atau istigfar. Bisa dilakukan dimana saja, di rumah, kampus, kantor, di angkot, di jalan. Mudah, namun berisi!

4. Ilmu, anak saleh dan sedekah jariah

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimat. Dan ilmu yang bermanfaat lantas dimanfaatkan bagi kepentingan umat akan terus menerus memberikan manfaat berupa pahala yang tak terputus bahkan oleh kematian.

Begitu pula anak saleh yang selalu mendoakan dan harta yang disedekahkah akan memberikan jalinan pahala yang terus menerus dikucurkan kepada diri seseorang.

Karenanya, bersungguh-sungguh, bersusah payah, demi menuntut ilmu dan membaginya kepada sebanyak-banyaknya umat manusia tak perlu ditunda-tunda lagi.

Begitu juga segala pengorbanan, kesabaran dan keikhlasan hati untuk merawat, mengasuh dan mendidik anak, serta melapangkan dada untuk rutin bersedekah jariah adalah amalan yang tak kurang layaknya untuk dikejar sekuat kemampuan.