Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 4 April 2017

Memberi Nama Yang Baik Untuk Anak




Salah satu kewajiban orangtua adalah memberi nama anak dengan nama yang baik. Dalam islam, nama bukan sekedar panggilan biasa, tapi itu adalah sebuah doa. Bagaimana jika orangtua memberi nama yang buruk?

Imam Ibnul Qoyyim menyebutkan keadaan di zamannya, "Jarang kau dapati nama yang buruk kecuali melekat pada orang yang buruk pula. Dan Allah dengan hikmah yang terkandung dalam qadha dan qadar-Nya memberikan ilham kepada jiwa untuk menetapkan nama sesuai dengan pemiliknya.

Menurut Aisyah ra., Rasulullah saw., biasa mengganti nama yang jelek dan mengubahnya menjadi nama yang bagus. Dulu anak perempuan Umar bernama 'Ashiyah (durhaka). Rasulullah menggantinya dengan nama Jamilah (cantik). Juwairiyah mula-mula bernama Barrah (Si Baik atau Si Suci). Rasulullah menggantinya dengan Juwairiyah karena beliau tak suka (apabila beliau keluar dari rumah Juwairiyah) dikatakan keluar dari Barrah (keluar dari kebaikan atau keluar dari kesucian).

Anak saleh adalah investasi berharga yang diberikan Allah kepada orangtua. Anak yang saleh tentu memiliki nama yang baik pula. Di balik nama, selalu terkandung harapan orangtua untuk masa depan si anak. Oleh karena itu, tidak dibenarkan memberikan nama yang memiliki makna hina, berkesan negatif, dan dirasa jelek oleh masyarakat.

Orangtua dianjurkan memberi nama anak mereka dengan nama para Nabi dan orang-orang saleh guna menimbulkan kegemaran untuk meneladani mereka. Tidak dilarang memberi nama non-Arab tapi memiliki makna bagus.

Menurut Yusuf Qardhawi, tidak dilarang menggunakan nama asing yang mempunyai arti dan makna yang bagus menurut bahasanya. Banyak kaum muslim baik laki-laki maupun perempuan tetap pada nama asal mereka yang non-Arab.

Dalam nama islam, nama bukan sekedar panggilan di dunia tetapi juga panggilan di akhirat. Pada hari kiamat, mereka akan dipanggil sesuai nama mereka. Rasulullah saw., bersabda, "Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perbaguslah nama-nama kalian." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ad-Darimi)