Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 3 March 2017

Harapan Dan Angan-Angan


Harapan dan angan-angan adalah dua hal yang serupa tetapi datang melalui saluran yang berbeda, lalu meninggalkan kesan yang berbeda. Segala hal yang datangnya dari qudrah dan iradah Allah swt akan diasingkan ketika sampai ke perbatasan langit dunia. Sebagian diserahkan kepada dunia dan sebagian lagi dipelihara dari gangguan dunia. Apa saja yang diserahkan melalui dunia akan melahirkan kebingungan dan keraguan serta menutup kebenaran. Apa yang tidak diusik oleh dunia akan tetap berada dalam kesucian yang murni dan tidak putus dari tali kebenaran. Siapa yang menerima porsi dari dunia akan menerima dampaknya yaitu gambar-gambar sangkaan dan khayalan. Salah satu efek yang didatangkan oleh dunia adalah angan-angan.

Angan-angan adalah sejenis alam khayalan yang berada di bawah atap langit dunia. Di dalam alam ini seseorang bisa mendapatkan apa saja dengan cara berkhayal, dan yang diperoleh dari khayalan itu menimbulkan sejenis kelezatan atau kepuasan kepada nafsu orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang pemuda yang tergilakan seorang gadis, bisa mendapatkan gadis itu di dalam alam khayal dan berbuat apa saja yang mendatangkan kelezatan dan kepuasan. Alam khayalan ini juga yang menyambut pecandu-pecandu narkoba dan peminum alkohol. Banyaklah yang tersedia di dalam alam khayalan, tapi ketika kesadaran datang kembali seseorang itu akan berpisah dari semua yang dimilikinya di dalam alam khayalan tadi. Kelezatan di sana bisa dinikmati di sana saja, tidak bisa dibawa ke alam nyata ini.

Pada saluran yang tidak diganggu oleh dunia, hal yang berbeda terjadi. Ketika seseorang memperoleh karunia dari Allah swt yang tidak dikotori oleh dunia, akan lahirlah satu energi di dalam dirinya yang disebut harapan. Jika angan-angan menyeret seseorang ke alam khayalan, harapan pula membereskan posisinya berpijak di atas bumi kenyataan. Energi harapan adalah energi yang datangnya dari Allah swt pengurniaan energi harapan adalah tanda bahwa si hamba itu diasingkan dari kekufuran karena tidak menyerah melainkan orang kafir. Energi harapan menjadi benteng memisahkan iman dari kufur. 

Orang yang memperolehnya sebenarnya mendapat taufik dan hidayah dari Allah swt Bila Allah memberikan kepada hamba-Nya harapan itu tandanya yang Dia berkenan membawa si hamba itu kepada apa yang diharapkan. Energi harapan akan memindahkannya menuju kepada apa yang disediakan untuknya. Pergerakan atau amal tidak terpisah dari tenaga harapan. Jauh sekali perbedaan antara orang yang berharap dengan orang yang berangan-angan.

 Rasulullah saw bersabda:
Orang bodoh adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan mendapatkan surga dari Allah swt (Maksud Hadis)

Allah swt berfirman:
Dan sangkaan kamu yang demikian, yang kamu sangka terhadap Tuhan kamu, itulah yang telah membinasakan kamu; (dengan sangkaan kamu yang salah itu) maka jadilah kamu dari orang-orang yang merugi "(Surah Fussilat Ayat 23 )

Orang yang diseret oleh angan-angan akan jatuh ke dalam jurang kebinasaan, rugi di dunia dan lebih rugi lagi di akhirat. Orang yang diseret oleh harapan dengan berbagai amal itulah yang berhasil, baik di dunia dan lebih baik lagi di akhirat.