Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 24 February 2017

Waktu Sedekah yang Paling Utama


Sahabat, kebiasaan bersedekah adalah kebiasaan yang baik. Bermanfaat bagi diri kita maupun bagi orang yang menerima sedekah. Dalam Islam, kita diajarkan untuk saling berbagi melalui sedekah, wakaf, zakat, hibah dan lain-lain.

Sebenarnya, kapankah sedekah yang paling utama? Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai kapan sedekah yang paling utama.

Sahabat, sedekah dalam kondisi sehat lebih utama dibandingkan sedekah (wasiat) menjelang ajal atau ketika sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

« أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » .

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika dalam keadaan sehat, kadang kita lupa untuk menunaikan hak saudara kita. Harta (rezeki) yang Allah titipkan pada kita, kadang kita enggan untuk mengeluarkan atau berbagi pada mereka yang berhak. Maka, dalam kondisi sehatlah, sesungguhnya pembuktian kita pada Allah. Apakah syukur nikmat atau malah kufur nikmat?

Dengan bersedekah, kita telah menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia-Nya. Semoga dalam kondisi yang baik ataupun buruk, kita selalu mengingat-Nya. Menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur Pada-Nya.
Aamiin…