Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 25 November 2016

Setiap Kesulitan Terkandung Pahala






Setiap diri kita jika mengalami kesulitan pasti berharap pertolongan. Entah itu pertolongan dari manusia atau Allah. Tetapi, jika kita melihat saudara atau makhluk hidup lain mengalami kesulitan, apakah diri kita masih tergerak hatinya untuk menolongnya?

Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam pernah bercerita tentang pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak jauh dari sumur. Kisah perjumpaan itu dimulai ketika tenggorokan lelaki tersebut betul-betul telah kering.

Lelaki ini terus melangkah meski dahaga menyiksanya sepanjang perjalanan, hingga ia menemukan sebuah sumur, lalu terjun dan meminum air di dalamnya. Air yang mengaliri kerongkongnya cukup untuk menyembuhkan rasa haus itu. Lidahnya kembali basah, tenaganya sedikit bertambah.

Saat keluar dari lubang laki-laki ini terperanjat. Di hadapan matanya sedang berdiri seekor anjing dengan muka memelas. Napasnya kempas-kempis. Lidahnya menjulur-julur. “Anjing ini pasti mengalami dahaga sangat seperti yang telah aku derita,” kata si lelaki.

Laki-laki tersebut seperti menyadari bahwa meski haus, anjing sekarat itu tak mugkin turun ke dalam sumur karena tindakan ini bisa malah mencelakakannya. Seketika ia terjun kembali ke dalam sumur. Sepatunya ia penuhi dengan air, dan naik lagi dengan beban dan tingkat kesulitan yang bertambah. Si lelaki bahagia bisa berbagi air dengan anjing.

Apa yang selanjutnya terjadi pada lelaki itu?

Rasulullah berkata, “Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosa-dosanya, lantas memasukkannya ke surga.” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah! Apakah dalam diri binatang-binatang terkandung pahala-pahala kita?”

“Dalam setiap kesulitan mencari air terkandung pahala,” sahut Nabi.

Kisah di atas memberikan kita pelajaran bahwa setiap muslim harus memiliki sifat welas asih yang berarti bahwa setiap makhluk Allah wajib kita kasihi. Tak terkecuali kepada seekor anjing. Walaupun anjing adalah kategori makhluk yang haram untuk dimakan atau bahkan air liurnya pun haram tetapi anjing juga termasuk makhluk ciptaan Allah. Kategori haram anjing tidak otomatis mengharamkan kita untuk memberikan kasih sayang kepada sesama makhluk Allah.

Selain hewan, Islam juga mengajarkan kepada kita untuk mengasihi kepada tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan juga makhluk hidup dan mereka adalah ciptaan Allah. Bahkan, Aturan peperangan dalam Islam tidak membolehkan untuk menebang atau merusak pohon. Begitunya mulianya Islam mengatur sampai hal yang terkecil sekalipun.

Setiap amalan yang dalam menunaikannya kita merasa kesulitan yang amat sangat,bersabarlah, sungguh dalam kesulitan itu terdapat pahala yang besar. Allah akan selalu menepati janjinya untuk memberikan balasan kepada siapa saja yang berbuat kebaikan walau sebesar biji djarrah.
Rasulullah juga pernah berujar, ”Sayangilah yang ada di bumi, niscaya Yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. At Thabrani).

Masihkah kita ragu untuk menolong sesama?