Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Thursday, 28 July 2016

Masihkah Kita Enggan Bersyukur?


Begitu banyak nikmat yang telah kita terima dari ALLAH SWT, tapi kebanyakan dari kita banyak yang kurang bersyukur atas apa yang telah kita miliki di dunia ini. Haruskah kita jabarkan dan menghitungnya? Agar rasa syukur selalu ada untuk kita panjatkan? Jika itu yang memang harus kita lakukan, marilah kita berhitung bersama.

Kita mulai dengan nikmat kemudahan dalam mengunyah makanan, bayangkan saja ketika seseorang harus kehilangan nikmat makannya karena berbagai akibat. Misal karena kecelakaan beliau harus kehilangan beberapa jumlah giginya dan itu sangat berpengaruh kepada cara makannya.

Misal, untuk satu gigi imitasi beliau harus membayar Rp. 100.000,- maka jika Allah SWT memakai rumus dagang seperti manusia, berapakah kita harus membayar? Mari kita kalikan, jumlah gigi orang dewasa 32 buah X Rp. 100.000,- maka hasilnya Rp. 3.200.000,- itu pun untuk gigi imitasi yang hanya bisa bertahan beberapa bulan dan harus melakukan perawatan lanjutan. Masihkah kita enggan bersyukur?

Kemudian bagaimana dengan nafas yang selama ini kita hirup secara gratis? Bayangkan saja ketika kita sakit dan memerlukan oksigen dan nitrogen di Rumah sakit. Misal, harga oksigen di Rumah sakit Rp. 30.000,-/liter dan harga nitrogen Rp. 10.000,-/liter.
Manusia bisa menghirup 2.880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen dalam satu hari. Jika harus kita hargai berarti kita kalikan keduanya maka hasilnya mencapai Rp.200juta/hari. Kalau dikalikan sebulan maka Rp.200jutaX30hari maka hasilnya mencapai Rp.6Milyar/orang. Apabila Allah SWT memakai rumus dagang seperti manusia, kita tidak akan mampu untuk membayarnya. Masihkah kita enggan bersyukur?

Bagaimana dengan tempat tinggal yang kita tempati sejak lahir? Bersyukurlah yang menempati rumahnya secara gratis. Bagaimana jika kita harus membayarnya selama kita hidup? Jika satu bulan saja harga sewa kontrakan Rp.500.000,- maka satu tahun Rp.6.000.000. Silahkan kita kalikan tiap tahunnya selama kita hidup. Maka jumlahnya jika 10 tahun Rp.60.000.000 dan 60 tahun mencapai Rp.360.000.000. Masihkah kita enggan bersyukur?

Mungkin itu sebagian nikmat yang kita jadikan sebagai contoh. Sesungguhnya Allah SWT benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebagaimana Firman Allah SWT, ”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Q.s. An-Nahl : 18).

Sebenarnya apa yang kita lakukan ini adalah suatu kenaifan, tapi semua ini hanya mengingatkan dan sebuah perumpamaan. Setelah apa yang kita dapatkan selama ini, masihkah kita enggan bersyukur?

Firman Allah SWT, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.s. Ar-Rahman : 13). []