Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Saturday, 14 May 2016

Tuhan-Tuhan di Sekitar Kita



Saat ini tidak sedikit bentuk TUHAN yang disembah selain Allah SWT, ada Tuhan yang sengaja dibuat dalam bentuk berhala, ada Tuhan dalam Imajinasi, ada juga Tuhan yang hanya sekedar dalam persepsi, ada juga yang berani Menuhankan diri dan menuhankan segala sesuatu yang menjadi kecintaan.

Agar kita gak terjebak dalam bertuhan, Allah SWT memperkenalkan spesifikasi DIRINYA :

1.       DIA menamakan diriNya ALLAH
2.       DIA Maha Tunggal, satu-satunya Tuhan yang satu
3.       KepadaNYA seluruh Makhluk di Alam Semesta ini BERGANTUNG.
4.       Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan
5.       Tidak satupun Makhluk di Alam Semesta ini yang sama denganNYA.

Maka jika ada Tuhan yang TIDAK memiliki 4 sifat spesifik diatas, maka PASTI DIA BUKAN TUHAN.

Namun banyak diantara kita yang tidak merasa atau pura-pura tidak tau,  kalau kita telah mempertuhankan diri kita,  yaitu dengan membuat orang lain sangat menggantungkan nasibnya kepada diri kita.

Seorang Dokter, Tabib, Ustadz, Guru besar pengobatan,  bisa menjadi Tuhan ketika dia mampu membuat ketakutan atas penyakit yang diderita oleh pasiennyaa jika dia tidak berobat kepadanya, mereka tidak pernah mengedukasi bagaimana ummat mampu mengatasi segala bentuk gangguan penyakit yang dideritanya seperti dirinya, justru malah MERHASIAKANNYA, karena disitulah sumber dia meraup kekayaan.

Seorang guru spiritual, ustadz, kyai, syeikh, habib, Amir, Imam, bisa juga menjadi Tuhan ketika mereka membuat ummat bergantung penuh terhadap segala intruksi, ajaran, doa dan titahnya, membuat ummat tidak berani berguru dengan orang lain selain dirinya karena TAKUT SESAT, membuat ummat membanggakan, memuji, mengagungkan dan mengkutuskan dirinya. Mereka tidak mengedukasi ummat bagaimana ummat mampu belajar mandiri dan memiliki kualitas keilmuan yang lebih baik dari dirinya.

Seorang Pengusaha, Majikan juga bisa menjadi Tuhan ketika mereka membuat para karyawannya merasa bergantung penuh nasib ekonominya kepadanya,  mereka tidak mengedukasi kepada karyawannya untuk bisa hidup mandiri dan sukses seperti dirinya, mereka merahasiakan ilmu bisnisnya karena takut tersaingi, karena takut karyawannya lari dari dirinya, sehingga mereka tidak bergantung lagi padanya.

Seorang suami bisa menjadi Tuhan atas isteri dan anak-anaknya, ketika suami membuat istri dan anak-anaknya sangat mencintai dirinya melebihi Allah  dan RasulNya, membuat dirinya adalah segala-galanya buat isteri dan anak - anaknya.

Ya, begitu banyak Tuhan-Tuhan disekitar kita, membuat kita semakin tidak kenal betul siapa TUHAN kita yang sebenarnya, atau jangan-jangan tanpa kita rasa, sudah banyak orang yang telah mempertuhankan diri kita ?! Astaghfirullah. ............

Refleksi Surah Al-Ikhlash