Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 20 May 2016

Memanen Apa Yang Ditanam


Dari Abu Shirmah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Barangsiapa yang menimbulkan mudharat niscaya Allah akan memudharatkannya. Dan barangsiapa yang mempesulit niscaya Allah akan mempersulitnya’.” | riwayat Ibnu Majah, at-Tirmidzi.

Hadits ini menunjukan dua pokok di antara pokok-pokok syari’at, yaitu:
Pertama, Balasan itu sama dengan jenis perbuatan, baik dalam kebaikan maupun keburukan.
Orang yang mengerjakan perkara yang dicintai oleh Allah maka ia akan dicintai pula oleh-Nya. dan siapa yang mengerjakan perkara yang dibenci oleh Allah maka ia akan dibenci oleh-Nya.

Orang yang memberi kemudahan kepada seorang muslim niscaya ia akan diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang memberi kelapangan atas seorang mukmin terhadap suatu kesusahan dunia niscaya akan Allah beri kelapangan dari suatu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di akhirat.

Allah Ta’ala memenuhi kebutuhan seorang hamba selama hamba itu memenuhi kebutuhan saudaranya. Begitu pula orang yang menimpakan mudharat atas seorang muslim akan dimudharatkan oleh Allah Ta’ala. Siapa yang membuat tipu daya atas seorang muslim niscaya tipu dayanya dibalas oleh-Nya. siapa yang menyulitkan seorang muslim akan dipersulit pula oleh Allah Ta’ala.

Kedua, Mencegah madharat dan larangang menimbulkan mudharat. Tidak boleh saling memudharatkan. Hal ini mencakup semua jenis mudharat. | Syaikh 'Abdurraham ibn Nashir as-Sa'di/Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu 'Uyunil Akhyar fi Syarh Jawami'il Akhbar.