Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Monday, 9 March 2015

Hujan



Ada banyak hal menarik ketika kita berfikir tentang hujan, namun satu hal yang patut jadi pelajaran kita, ternyata HUJAN mampu menguak misteri tentang REZEKI kita. 

Ternyata rezeki kita itu PERSIS seperti turunnya hujan.

Hujan di sepanjang kehidupan kita itu sudah masuk dalam SKENARIO DRAMA KEHIDUPAN, kapan saja turunnya, dimana saja harus turun den seberapa besar turunnya, semuanya telah TERCATAT dalam DATA BASE PUSAT ( Lauh Mahfudz), Pasukan Malaikat tinggal melaksanakan skenario itu sesuai perintahNya.

Nah, ketika hujan turun, ada diantara kita yang dengan sigap mempersipakan sarana agar dapat memanfaatkan air hujan secara maksimal, membuat penampungan air minum, mengolah sawah dan ladang, membuat kolam ikan, menyiapkan kincir untuk pembangkit listrik dll. Maka wajar dong kalau kita hidup berkecukupan.

Ada juga diantara kita yang bersantai ria karena menganggap hujan sebagai hal biasa dan alamiah, maka wajar kalau kita seperti ini hanya dapat sejuknya hujan atau sekedar kebasahan.

Namun ada juga diantara kita yang merasa sangat dirugikan dengan turunnya hujan, kita mengeluh, memaki bahkan menghujat Allah SWT, maka wajar kalau Banjir langganan melanda kita. 

Demikian hal yang sama terjadi dengan REZEKI kita, REZEKI kita juga turun dimana saja, kapan saja, dengan besaran yang telah disesuaikan dengan kebutuhan kita bahkan sangat dilebihkan, Rezeki disebarluaskan oleh Pasukan Malaikat dengan PerintahNya sesuai Skenario Drama Kehidupan. 

Di antara kita menyambut dan menjemputnya dengan berbagai upaya agar dapat sesuai dengan harapan, walau kita tau tidak selamanya jumlah yang kita dapatkan sesuai harapan, namun kita juga YAKIN bahwa Allah sangat kuasa untuk melebihkan rezeki yang kita harapkan dengan memerintahkan Malaikat untuk memindahkan rezeki nya orang-orang malas dan orang-orang kikir kepada orang-orang yang dikehendakiNya.

Jadi Volume Rezeki bagi setiap orang itu sebenarnya JUMLAH DAN KADARNYA TETAP, tinggal kita siap menjemputnya atau membiarkan berlalu, seperti air hujan ketika kita gak menampungnya maka dia akan mengalir ketempat lain atau meresap kembali ke dalam Bumi, yang kemudian masuk ke dalam SUMUR-SUMUR orang lain yang memiliki banyak sumur.

Dan ternyata SEDEKAH kita adalah salah satu SUMUR yang kita buat, untuk menampung tambahan rezeki kita yang tak kita duga sebelumnya, sudah sebanyak dan sedalam apa kita telah menggali 'Sumur' ?