Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Monday, 22 August 2022

Menjadi Kaya Karena Sedekah



Ada kisah penuh hikmah tentang sepasang suami istri yang tiba-tiba kaya di zaman Nabi Musa. Dikisahkan, pada masa Nabi Musa hiduplah sepasang suami istri yang hidup kekurangan selama bertahun-tahun. Kehidupan mereka tergolong sangat miskin namun mereka tetap bersabar dan berusaha keluar dari belenggu kemiskinan.
Suatu hari ketika mereka sedang beristirahat di tempat tidur, sang istri berkata kepada suaminya, "Bukankah Musa seorang Nabi Allah dan dapat berbicara dengan-Nya?" Sang suami menjawab: "Ya, benar."
Sang istri berkata lagi : “Kalau begitu mengapa kita tidak mendatanginya dan mengadukan keadaan kita kepadanya. selama sisa hidup kita.”
Keesokan harinya, keduanya mendatangi Nabi Musa dan menyampaikan keinginan tersebut. Nabi Musa juga berdoa kepada Allah dan menyampaikan keinginan keluarga. Padahal Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang tersembunyi dari-Nya.
Allah menjawab permintaan Nabi Musa. Allah berfirman: “Wahai Musa, beri tahu mereka bahwa Aku telah mengabulkan permintaan mereka dan Aku akan memberi mereka kekayaan, tetapi hanya untuk satu tahun. dan setelah satu tahun saya akan mengembalikan mereka kepada orang miskin.”
Mendengar kabar dari Nabi Musa, pasangan suami istri ini sangat bahagia. Benar saja, beberapa hari kemudian, rejeki datang dari arah yang tidak mereka ketahui, yang membuat mereka kaya di masyarakat.
Hidup mereka berubah dan mereka hidup bahagia dan bahagia. Sang istri berkata kepada suaminya, “Wahai suamiku, ingatlah bahwa kita diberikan harta ini hanya untuk satu tahun dan setelah itu kita akan jatuh miskin lagi seperti sebelumnya.” Suami menjawab, “Ya, saya tahu”.
Sang istri berkata: "Kalau begitu mari kita gunakan kekayaan ini untuk membantu banyak orang. Selama tahun ini kita akan memberi makan yang membutuhkan dan menghidupi anak yatim selagi kita masih memilikinya." Sang suami pun setuju dengan ide tersebut dan mereka membangun rumah singgah untuk membantu para musafir. Rumah ini dibangun dengan tujuh pintu, masing-masing pintu menghadap ke jalan yang berjumlah tujuh persimpangan. Keluarga ini pun mulai menyambut setiap musafir yang datang dan memberi mereka makanan dan tempat tinggal secara cuma-cuma, siang dan malam. Mereka terus sibuk melayani selama berbulan-bulan. Setahun telah berlalu, suami istri ini masih sibuk membantu para pemudik dan menghormati tamu yang datang. Hidup mereka masih kaya.
Mereka lupa batas waktu yang Tuhan tetapkan. Melihat hal itu, Nabi Musa terheran-heran, lalu bertanya kepada Allah dan berkata: "Ya Tuhan, Engkau telah menetapkan persyaratan bagi mereka hanya satu tahun. Sekarang, sudah setahun dan mereka masih hidup berkecukupan?" Allah berfirman: “Wahai Musa, Aku membukakan satu pintu di antara pintu-pintu rezeki untuk keluarga, kemudian mereka membuka tujuh pintu untuk membantu hamba-Ku. Wahai Musa! Aku merasa malu terhadap mereka. Wahai Musa! murah hati daripada Aku?” Lalu Nabi Musa menjawab: "Maha Suci Engkau ya Allah, betapa mulia urusan-Mu dan Maha Tinggi kedudukan-Mu" Dari kisah di atas, kita dapat memetik pelajaran berharga tentang betapa dahsyatnya keutamaan beramal. Dalam salah satu hadits, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Tiada satu haripun seorang hamba memasuki waktu pagi untuknya, kecuali ada dua Malaikat yang turun dari langit dan salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berilah ganti rugi kepada orang-orang yang menafkahkan.' Dan para Malaikat lainnya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan diri dari membelanjakan dan mengambil sesuatu yang bukan haknya. Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman: “Dan barang apa saja yang kamu belanjakan, maka Allah akan menggantinya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS Saba': 39) Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita untuk bersedekah dan cinta membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Amin!