Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Wednesday, 8 September 2021

Muhasabah Di Balik Musibah

“Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor),” (HR. Al-Baihaqi)

Jika membaca hadits di atas tentu jadi bahan muhasabah bagi manusia. Bahwa apa yang terjadi tidak lepas dari kehendakNya.

Dan apapun yang menimpa berupa keburukan dalam pandangan manusia adalah akibat ulah perbuatan manusia.

Bukan tanpa maksud mengapa Allah menghendaki musibah. Bisa sebagai ujian dan teguran agar manusia ingat pada Allah dan kembali padaNya. Mungkin manusia sudah terlampau jauh dariNya sehingga Allah cemburu ingin manusia mendekatiNya.

Allah Swt berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syuro: 30).


Allah Maha Mulia dari menduakalikan pembalasan-Nya di akhirat.

Adapun mengenai musibah yang menimpa kepada orang-orang yang tidak berdosa di dunia, dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak.

Dari penjelasan di atas maka bisa dipahami bahwa apapun yang manusia lakukan akan kembali kepadanya, kebaikan ataupun keburukan.

Namun, walaupun manusia banyak melakukan kesalahan Allah Swt Maha Pemaaf dan Pengampun atas semua kesalahan yang dilakukan oleh manusia.

Dan musibah yang terjadi bagi orang-orang yang tidak berdosa adalah untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak.

Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya sebagai petunjuk bagi seluruh alam. Semoga kita termasuk hambaNya yang senantiasa bermuhasabah saat ditimpa musibah. Sehingga semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt.

Allahu A’lam bi Shawab