Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Wednesday, 9 January 2019

Mukmin Janganlah Berputus Asa


Ketika musibah datang menghampiri tak kunjung usai, ketika doa-doa angkat bala tak urung terlihat akan segera memperoleh jawabnya, disini iman sedang memainkan perannya, apakah iman yang kuat hingga memberi ketegaran kah? atau iman rapuh yang tak berguna hingga malah menambah rasa derita dihati?

Inilah saat-saat dimana seorang mukmin takkan kehilangan harapannya, tetap terus memanjatkan doa-doa, bersabar tak pernah berfikir untuk berputus asa, meski bala kian menjadi-jadi, meski keadaan tak lagi terkendali.

Tapi bagaimana sebenarnya ia bisa setenang itu? Bisa tetap percaya pada doa-doanya? kenapa? ya! karena ia tahu betul hikmah dibalik semua ini, bahwa apapun yang terjadi tetaplah Allah Ta’ala yang lebih tahu apa yang terbaik baginya saat ini.

Dan karena memang bisa jadi juga sebenarnya Allah hanya sedang menguji khusus kesabaran dan keimanannya, karena sejatinya musibah dari Allah itu bagi seorang mukmin bukanlah sebuah bentuk hukuman maupun adzab namun hanyalah sebuah ujian semata, menguji sejauh apa batas kesabarannya, sedalam apa iman itu menghujam didalam hatinya dan seberapa besar rasa ketergantungannya kepada Allah Ta’ala.

Maka barangsiapa yang beranggapan bahwa doa itu wajib segera dikabulkan dan ia menggerutu dan mengeluh jika doanya telat atau tak kunjung dikabulkan, maka sungguh sebenarnya orang yang seperti ini adalah hamba yang lemah imannya, mengapa? karena bagaimana bisa dia merasa wajib atas Allah untuk segera mengabulkan permintaannya? seakan-akan ia sedang menuntut hak atau upah dari Allah atas apa yang ia kerjakan, lupakah ia bahwasanya dirinya hanyalah seorang hamba, dan seorang hamba tiada memiliki hak untuk menuntut-nuntut sesuatu.

“Doa itu senantiasa akan dikabulkan selama ia tak membarenginya dengan perbuatan dosa seperti memutus tali silaturrahim, dan tidak tergesa-gesa, maka beliaupun ditanya apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu wahai Rasulullah? Beliau pun menjawab: “yaitu perkataan: aku sudah terus berdoa dan berdoa namun tetap saja tak kulihat doaku dikabulkan, ia terus menggerutu hingga kemudian tak pernah berdoa lagi. (HR.Muslim)

Sahabat,bagaimana tercelanya perbuatan seperti ini? tak beradab kepada-Nya. sesungguhnya tak pantas untuk merasa bahwa musibah terus-terusan menerpa, menggerutu dan tak ridho atas ketetapan-Nya. memang sesungguhnya engkau sedang ditimpa cobaan, namun hakikatnya jika mau mengubah sudut pandang maka sebenarnya kita sedang beribadah kepada-Nya dengan sabarmu, daripada memilih menggerutu kemudian berputus asa.

Rahmat Allah itu luas! Lazimi doa dengan terus mengupayakan yang terbaik dari keadaan yang ada, karena hasil takkan mengkhianati usaha!