Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 22 January 2019

Muhasabah Diri


Sahabat, mari kita muhasabah diri. Apakah selama ini kita lebih takut kepada selain Allah? Lebih mendahulukan tugas-tugas kantor karena takut pada atasan hingga meninggalkan atau melalaikan kewajiban pada AllahSubhanahu wa Ta’ala.

Coba renungkan apa terkadang sahabat tidak lagi takut dan khawatir saat melakukan hal-hal yang dilarang oleh syari’at. Bisa saja sudah mulai abai terhadap apa yang telah tangan kita lakukan untuk keburukan.

Mungkin saja yang lebih sering terjadi yakni takut pada bos, pimpinan, atasan, komandan, atau ketua yang sebenarnya mereka hanyalah seorang hamba dari Yang Maha Perkasa.

Sahabat, mengapa kita harus memiliki rasa takut pada Allah? Tentu saja jawabannya adalah karena sifat takut ini yang akan menjaga pemiliknya untuk tidak berbuat maksiat kepada-Nya.
Seharusnya diri ini lebih merasa takut karena tak ada jaminan kita akan memasuki surga Allah, atau menemui Allah dalam kondisi diridhoiNya.

Terbayang, bagaimana jika seorang hamba tidak memiliki rasa takut pada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Ia akan melakukan apa saja sesuka hatinya, tidak peduli hal itu baik atau buruk menurut syari’at. Yang terpenting ia melakukannya hanya untuk kesenangan dan kepentingan dirinya semata.

Sahabat, rasa takut bisa muncul jika kita menyadari bahwa hidup ini memiliki akhir, menyadari adanya malaikat pengawas yang mencatat setiap gerak-gerik kita, dan mengenali azab-Nya yang pedih dan amat keras di akhirat kelak.

Rasulullah SAW, bersabda: “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi,

Maka, jangan sampai rasa takut kita pada manusia melebihi rasa takut kita pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena rasa takut pada-Nya lah yang akan menuntun kita semakin mendekat dan mencintai-Nya