Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Wednesday, 19 April 2017

Mereka yang Dicemburui Para Nabi


Rasulullah saw. pernah bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) ini amal mulanya dianggap asing (aneh) dan nanti akan kembali dianggap asing (aneh). Karena itu berbahagialah orang-orang terasing. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa melakukan perbaikan terhadap apa saja yang dirusak oleh manusia setelah aku.” (HR at-Tirmidzi).

Rasul saw. juga bersabda, “Al-Ghuraba’ (orang-orang terasing) itu adalah mereka yang senantiasa melakukan perbaikan pada saat masyarakat dalam keadaan rusak.” (HR ath-Thabrani).
.
Dari hadis-hadis di atas bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud orang-orang terasing itu: Pertama, mereka yang taat kepada Allah SWT di tengah-tengah masyarakat yang banyak bermaksiat kepada-Nya. Kedua, mereka yang bukan hanya shalih (baik), tetapi juga mushlih (biasa melakukan perbaikan-perbaikan atas perkara agama apa saja yang telah dirusak oleh masyarakat). Ketiga, mereka hidup jauh dari zaman Rasulullah saw., para Sahabat dan generasi setelah mereka. Mereka pastinya ada pada zaman kita hari ini yang memang rusak.

Mereka inilah orang-orang yang dicemburui oleh para nabi, juga para syuhada, karena kedudukan mereka yang istimewa di sisi Allah SWT. Demikianlah sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya Allah memiliki para hamba yang bukan para nabi dan para syuhada, tetapi para nabi dan para syuhada mencemburui mereka (berangan-angan ingin seperti mereka) pada Hari Kiamat. Hal itu karena kedekatan mereka dengan Allah dan kedudukan mereka (yang mulia) di sisi Allah.” (HR al-Hakim).

Semoga kita termasuk di dalamnya.