Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Wednesday, 8 March 2017

Sering-Seringlah Membaca Istighfar


Sahabat, sering kita tidak  tahu harus ngapain saat waktu luang menunggu orang atau menunggu antrian?

Jangan biarkan pikiran kita  melayang-layang tidak jelas,daripada mikir sesuatu yang tidak  jelas lebih baik  manfaatkan waktu untuk beristighfar,karena dengan beristighfar ada manfaatnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Rasulullah yang dosanya sudah pasti diampuni dan sudah dijamin masuk surga saja rajin membaca istighfar loh. Gimana dengan kita? Ini nih manfaat yang insyaAllah bisa kita dapatkan saat memperbanyak istighfar.

1. Menjaga diri untuk selalu bertaubat

Membaca istighfar menjaga diri kita untuk selalu bertaubat, karena manusia adalah tempat salah dan dosa.

2. Menghapus dosa dan kesalahan

Terus memperbanyak taubat dan istighfar akan menghapus dosa dan kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja.

3. Melancarkan rezeki

Buat yang sering mendapatkan masalah finansial, perbanyak membaca istighfar. Allah SWT berfirman, "Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

Ayat tersebut menjelaskan secara gamblang bahwa bacaan istighfar bermanfaat untuk melancarkan rezeki.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam juga menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rezeki dalam hadits yang berbunyi, "Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).