Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 21 February 2017

Pahala Luar Biasa Membahagiakan Orang Lain


Sahabat , ketika  bacaan qur'an bagus, shalat sunah rajin, puasa sunah sering, ternyata masih kalah derajatnya dengan berbuat baik pada sesama manusia.

Allah bukan mencintai orang yang hafal qur'an tapi kemudian menyombongkan diri dan 'ujub, bukan pula mencintai orang yang rajin puasa sunah tapi nolong kesusahan orang lain tidak mau.

"Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lain. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Dari hadits tersebut, jelas terlihat keutamaan orang yang membantu manusia lain dengan manusia yang hanya beribadah saja/ berdiam diri di masjid sekadar untuk menghafal qur'an atau membaca buku, perbandingan keutamaannya 1:30.000 sampai 1: 150.000 kebaikan. Kok bisa? 

Karena shalat di masjid Nabawi setara kebaikannya dengan 1000x shalat di masjid lain, nah... Rasulullah bilang, membantu urusan orang lain lebih beliau sukai daripada i'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan.

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

I'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan kira-kira bisa melakukan berapa banyak shalat? Jadi, jangan bangga kalau kamu cuma bisa menghafal qur'an di masjid tapi tidak mau menolong saudaramu yang kesulitan. 

Tetaplah membuat orang lain bahagia, meringankan beban orang lain, sambil juga menghafal qur'an dan melaksanakan ibadah sunah.