Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Saturday, 7 January 2017

Kunci Menjadi Pribadi Unggul


Kita sering mendengar istilah ‘bibit unggul’. Jika istilah ini disandingkan dengan tanaman padi, maka itu berarti padi ini adalah padi yang jarak tanam dan panennya lebih singkat, bulir padinya lebih padat, tahan hama, lebih bernutrisi dan rasanya enak. Setelah padi yang demikian diperoleh, manusia terus-menerus mengembangkan penelitian untuk mendapatkan padi dengan kualitas lebih baik lagi.

Mari kita petik hikmahnya. Rosululloh Saw. adalah pribadi unggul. Dipandang dari aspek apapun, dari sisi manapun. Sebagai suami, suami yang unggul. Sebagai ayah, ayah yang unggul. Sebagai pemimpin umat, beliau adalah pemimpin yang unggul. Dan, sebagai seorang hamba di hadapan Alloh, beliau adalah hamba yang unggul.

Kita sebagai umat nabi Muhammad Saw. perlu meneladani sosok beliau. Kita memang sulit menjadi unggul dalam berbagai aspek, tapi paling tidak kita bisa unggul pada satu aspek. Ada orang yang dalam pandangan manusia, memiliki kekurangan pada aspek fisik, namun ia memiliki keunggulan dalam aspek batin atau intelektual.

Kunci unggul yang pertama adalah, lakukan percepatan. Beda antara kecepatan dan percepatan. Kecepatan cenderung stabil, atau meningkat tapi secara perlahan. Sedangkan percepatan adalah meningkat tapi secara akselerasi atau lompatan-lompatan. Dan, pribadi unggul adalah pribadi yang melakukan percepatan.

Waktu yang ia miliki sama dengan orang lain yaitu 24 jam. Jika dalam waktu tersebut ada orang lain yang sedang tidur, sedang nonton, sedang main game, sedang nongkrong, maka ia sedang mengulang hafalan Al Quran di sela-sela pekerjaannya. Ini contoh kecil suatu percepatan. Karena dalam waktu yang sama, di saat orang lain sedang berleha-leha, ia bisa melakukan hal yang bermanfaat.

Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)

Demikian kunci menjadi pribadi unggul yang pertama. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang bertekad memperbaiki diri dari hari kehari. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.