Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 9 December 2016

Mengapa Takut Miskin?


Salah  satu yang sangat dicemaskan manusia di dunia ini adalah takut miskin. Takut miskin ini muncul akibat rasa cinta yang berlebihan kepada dunia. Hal ini menyebabkan munculnya sifat rakus dan tamak dalam dirinya. Sifat rakus dan tamaknya tersebut mendorongnya untuk mendapatkan harta dengan berbagai cara. Tidak memandang itu halal atau tidak. Mereka yang terlalu mencintai harta ini akan merasakan cemas dan stres karena takut akan kehilangan harta tersebut.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya harta itu sangat memikat. Bagi mereka yang mengambilnya dengan kemurahan hati maka ia akan diberkati. Dan bagi orang uang mengambilnya dengan rakus, ia tidak akan diberkati. Ibarat orang yang makan namun tidak kenyang-kenyang.” (HR. Abu Daud)

Sebagai umat islam seharusnya kita tidak takut miskin. Hal ini karena Allah Yang  Maha Pemurah pasti memberikan rejeki kepada setiap hamba-Nya yang mau berusaha. Setiap kita hanya perlu berusaha dengan jalan halal dan tidak lupa selalu berdoa dan memohon kepada Allah.

Takut miskin merupakan pikiran negatif yang akan menjadi penghalang kita berusaha dan akan menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk meraih sukses. Rasa takut miskin akan melumpuhkan pikiran kita, menghilangkan rasa percaya diri kita, menghilangkan daya khayal kita, mengurangi semangat kita, serta menghilangkan ide dan inisiatif kita. Takut miskin akan membuat seseorang untuk selalu menunda-nunda pekerjaannya.

Rasa takut miskin secara tidak langsung akan menggangu konsentrasi seseorang, merusak ketekunan seseorang, serta melenyapkan ambisi seseorang. Rasa takut miskin hanya akan mengundang malapetaka dan mengganggu tidur, selera makan, serta selalu dihantui rasa takut yang berlebihan. Takut miskin akan menghilangkan kebahagian kita.

Rasa syukur atas karunia yang Allah berikan akan menjauhkan kita dari takut miskin. Selain itu kita harus menyakini tidak ada gunanya takut miskin karena semua yang di dunia ini hanya milik Allah dan pasti kembali kepada-Nya. Kita  hanya perlu berusaha dan melakukan yang terbaik serta sebagai hamba-Nya jangan lupa memohon kepada-Nya.