Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Sunday, 23 October 2016

Secuil Amalan Yang Mengantarkan Sahabat Ke Surga


Surga...? Siapa yang tidak ingin memasuki tempat paling istimewa, paling indah dan paling Allah Ridhoi untuk hamba yang beriman dan beramal shaleh ini? Setiap manusia, menginginkan untuk tinggal di tempat yang penuh kenikmatan itu.

Suatu hari ketika berkumpul dengan para sahabatnya, Rasulullah pernah bersabda bahwa sebentar lagi, mereka akan didatangi seorang lelaki yang merupakan penghuni surga.
Selang beberapa saat, datanglah sosok sahabat mulia yang berasal dari kalangan Anshar, yakni Sa’ad bin Abi Waqqash ra.

Keesokan harinya, Rasulullah SAW kembali menyampaikan hal yang sama dan kemudian muncullah sosok lelaki yang serupa pula.

Peristiwa ini semakin membuat penasaran dari para sahabat karena sudah tiga kali Rasulullah menyatakan hal yang sama dan terjadi hal yang sama pula.
Setelah Rasulullah pergi dari masjid itu pada hari ketiga, kemudian sahabat Rasul bernama Abdullah bin Amr segera menghampiri sahabat mulia yang terus muncul selama tiga kali itu.

Ia meminta izin untuk tinggal di rumah Sa’ad selama tiga hari karena sedang bertikai dengan sang ayah. Sa’ad pun mengizinkannya.

Selama tiga hari itulah Abdullah terus memperhatikan amalan agar masuk surga yang dilakukan oleh Sa’ad. Ia berjalan sangat hati-hati dan bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Sa’ad.

Hingga hari ketiga tiba, Abdullah bin Amr keheranan karena ia tidak menemukan apapun yang istimewa dari lelaki itu. Ibadahnya hanyalah sedikit dibandingkan dengan ibadah sahabat Rasul yang lain.

Karena rasa penasaran yang begitu besar, lantas Abdullah langsung bertanya pada Sa’ad tentang amalan yang sedang ia selidiki itu, sekaligus mengakui bahwa sebetulnya dirinya tidak sedang bertengkar dengan ayahnya.

Abdullah menjelaskan kepaa Sa’ad bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa akan datang seorang lelaki ahli surga dan yang datang adalah Sa’ad. Hal ini terjadi hingga tiga hari berturut-turut.

Namun, meskipun ia sudah menginap selama tiga hari dirumahnya, tetap saja Abdullah tidak mendapatkan suatu amalan yang istimewa. Dengan rendah hati, Sa’ad mengatakan memang itulah amalan yang ia lakukan. Setelah itu, Abdullah pamit dari rumahnya.

Namun kemudian Sa’ad mengatakan bahwa ia tidak pernah berniat untuk melakukan kecurangan pada seorang Muslim pun. Ia tidak pernah merasa iri ataupun dengki pada siapa saja atas kebaikan yang diberikan Allah SWT pada orang lain.

Saat itulah, Abdullah menemukan jawaban atas rasa penasarannya selama ini. Amalan itulah yang mengantarkan Sa’ad pada martabat menjadi ahli surga. Ia juga mengatakan bahwa amalan agar masuk surga inilah yang tidak dapat dilakukan oleh mereka (sahabat lainnya).