Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Friday, 26 August 2016

Agar Muamalah Menuai Berkah



Suatu ketika, karena amat lapar, Abu Bakar ash-Shiddiq segera menyambar sekaligus melahap makanan yang dihidangkan oleh pembantunya. Ini, tentu saja, di luar kebiasaan beliau yang selalau berhati-hati terhadap kehalalan makanan. Setelah beberapa suap makanan masuk ke mulut beliau, lalu ke tenggorokan dan terus berjalan menuju perut beliau, beliau tiba-tiba sadar. Beliau lalu bertanya kepada pembantunya, “Dari mana makanan ini?” Pembantunya menjawab, “Dulu sebelum masuk Islam, saya biasa mendatangi seorang dukun. Kemarin saya berjumpa dengan dia, lalu dia menghadiahi aku makanan ini.” Mendengar itu, Abu Bakar ash-Shiddiq terperanjat. 

Sepontan, beliau lalu memasukkan jari-jemarinya ke tenggorokannya. Beliau berusaha memuntahkan kembali makanan yang baru saja beliau lahap. Seketika, seluruh isi perutnya keluar, tak tersisa lagi sedikit pun (HR al-Bukhari). Pelajaran apa yang bisa kita petik dari dua kisah di atas?
Bagi Sahabat Rasul saw. yang dijamin masuk surga ini, perkara-perkara syubhat sekali pun yang belum tentu mutlak haram sudah dianggap masalah besar. Ini karena mereka amat paham, hal-hal yang syubhat amat dekat dengan keharaman, sebelum benar-benar terbukti kehalalannya.

Mereka pun amat paham, makanan haram, meski hanya sesuap, akan menjadi bahan bakar api neraka yang bisa membakar perut dan tubuhnya di akhirat nanti.

Sayang, banyak muamalah keseharian umat saat ini yang syubhat bahkan haram. Muamalah seperti perbankan ribawi, asuransi, koperasi, perseoran dan bursa saham, kredit konvensional yang melibatkan lembaga leasing, kemitraan bisnis kapitalis, dll adalah di antara muamalah yang batil. Tentu, bentuk-bentuk muamalah yang batil ini haram/dosa. Dosa hanya akan memasukkan pelakunya ke dalam azab neraka.

Selain itu, kata Imam an-Nawawi al-Bantani dalam Nashâ’ih al-‘Ibâd, keberkahan dan kebahagiaan di dunia salah satunya hanya akan bisa diraih melalui harta yang diperoleh dengan cara-cara yang halal.