Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Tuesday, 28 June 2016

Jangan Marah


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki datang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat.’ Beliau bersanda, ‘Jangan engkau marah.’ Kemudian laki-laki itu mengulangi beberapa kali, maka beliau bersabda, ‘jangan engkau marah.’” | riwayat Imam Bukhari.
Seringkali orang gagal menahan amarah, tanya kenapa? Karena ia belum menerapkan resep mengatasi amarah yang diajarkan oleh Rasul ﷺ berikut resepnya :

Pertama, Sadari bahwa marah itu tidak mengatasi masalah bahkan akan menimbulkan masalah baru karena dua hati akan berjauhan, sehingga mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh. Kemarahan tidak juga menunjukkan kekuatan bahkan sebaliknya marah akan menunjukkan kelemahan kita.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah” | riwayat Baihaqi

Kedua, Sadari balasan menahan amarah adalah surga. 
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”| riwayat Tirmidzi
Rasul ﷺ juga bersabda, “Jangan marah, bagimu surga.” | riwayat Thabrani

Ketiga, Menyadari bahwa sumber kemarahan itu dari setan yang merupakan sumber laknat dan bencana di dunia ini
Rasul bersabda, “Marah itu dari setan” | riwayat Ahmad

Keempat, Membaca doa ketika amarah
Rasul ﷺ bersabda: “Seandainya ia mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithan’ maka hilanglah amarahnya” | riwayat Bukhari
Jangan malah mengumpat karena umpatan akan membuat kedua hati saling menjauh. Jangan biarkan hati kita kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh.

Kelima, Orang baik bukanlah pemarah dan pendendam
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai (reda amarahnya jika marah), sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai (marahnya lama).” | riwayat Ahmad

Keenam, Segeralah berwudhu’
Rasulullah ﷺ berwasiat, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan itu diciptakan dari api. Sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Maka barangsiapa yang marah hendaklah ia berwudhu.” | riwayat Abu Daud

Seorang ilmuwan Amerika mengatakan : air memiliki kekuatan magic. Bahkan semprotan air ke muka dan dua tangan – berwudlu – adalah cara terbaik untuk melenturkan urat syaraf dan menghilangkan ketegangan.
Wallahu A'lam.