Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Monday, 23 May 2016

Menolak Kebenaran dan Merendahkan Manusia

Dari ‘Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidak masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat seberat dzarrah dari kesombongan.’ Seorang laki-laki berkata, ‘Sesungguhnya seseorang ingin kainnya bagus dan sandalnya bagus.’ Belaiu ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia’.” | riwayat Imam Muslim.

Beliau ﷺ menjadikan kesombongan dua macam:
Pertama, Kesombongan terhadap kebenaran, yaitu menolaknya dan tidak menerimanya. Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong terhadapnya sesuai dengan apa yang dia tolak dari kebenaran. Karena sudah menjadi kewajiban atas manusia untuk tunduk kepada kebenaran yang dengan Allah Ta’ala mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan Kitab-kitab-Nya.

Kedua, Merendahkan dan meremehkan manusia. Ini timbul dari sikap takjub seseorang terhadap dirinya dan merasa besar di hadapan manusia. Takjub terhadap diri sendiri melahirkan kesombongan terhadap manusia, merendahkan mereka, mengolok-olok dan meremehkan mereka dengan perkataan dan perbuatan.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Cukuplah seseorang dianggap buruk apabila dia meremehkan saudaranya sesama muslim.” | riwayat Imam Muslim.