Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556 | BBM 5AE49B09

Sunday, 4 October 2015

Berguru Kepada Lebah



rumahyatimindonesia.com | Subhaanallah,  betapa Allah SWT telah menghamparkan Ayat-Ayat Nya di seluruh penjuru Alam semesta ini, agar kita mendapatkan manfaat dan pelajaran yang tak pernah ada habisnya, salah satu AYAT ALLAH YANG LUARBIASA ADALAH LEBAH.


Apa yang bisa kita dapatkan pelajaran dari Lebah dan Perilakunya ? 


1. Hinggap di Tempat yang Bersihdan Menyerap yang Bersih


Lebah hanya akan mendekati bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu. 


Kita semestinya selalu berada di tempat yang membuat kita menjadi lebih baik untuk kemudian menyimpannya sebagai sebuah kebaikan . Apa yang masuk ke mulut kita adalah sesuatu yang baik, apa yang ia dengar hanyalah kebaikan, apa yang ia lihat adalah kebaikan.


Kita akan menjadi kebaikan bagi tempat yang kita singgahi dan memberikan manfaat untuk sekitar kita. Jika berada di tempat yang mengharuskannya menjalankan amanat, kita tidak akan berkhianat.


2. Mengeluarkan yang Bersih dan Tidak Merusak


Madu adalah produk istimewa lebah. Ia memiliki banyak khasiat bagi manusia.


Begitulah semestinya kita memiliki produktivitas dalam karya dan kebaikan untuk kemanusiaan. Allah berfirman, " Wahai orang-orang yang beriman! Kerjakanlah rukuk. Bersujud dan sembahlah Tuhanmu, berbuatlah kebajikan supaya kalian mendapat kemenangan" (al-Hajj: 77).


kata-kata kita tidak menyakitkan dan perilaku kita tidak melukai. Apa pun yang ada pada diri kita bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah bersabda, “Yang disebut muslim adalah orang yang lisan dan tangannya membawa kedamaian bagi orang lain.”


3. Bekerja Keras


Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan sarangnya untuk telur baru. Dan, setelah telur itu berumur tiga hari, ia memberi makan larva dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya. 


Bukankah kita juga seharusnya demikian?! Allah berfirman, Apabila kamu telah selesai dengan satu urusan, bersiaplah untuk urusan yang lain (al-Insyirâh: 7).


4. Selalu hidup berjama'ah, dengan kepemimpinan tidak sentralistik.
Lebah selalu hidup dalam koloni besar. Mereka bekerja secara kolektif, namun tidak  sentralistik dengan tugas masing-masing. Ketika mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk mengisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon, zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang sebagai isyarat undangan untuk membantu teman-temannya agar membantu. 


Seperti itulah seharusnya sikap kita orang-orang beriman. Allah berfirman, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (al-Shaff: 4).


Selalu Hidup Berjama'ah dengan pola hidup dan sistem hidup serta visi yang sama, sangat profesional dengan pembagian tugas yang tepat, setiap koloni memiliki otoritas sendiri dan mengembangkan koloni-koloni baru ditempat yang berbeda. Tidak ada istilah SARANG PUSAT dan SARANG CABANG, masing-masing koloni hanya memiliki SATU IKATAN yaitu IKATAN VISI = MEMPRODUKSI MADU = MENEBAR MANFAAT DAN MEMBERI OBAT.


Tidak seperti JAMA'AH PARA BEBEK, Komandannya MINUM COMBERAN seluruh pengikutnya juga MINUM COMBERAN, Mereka bertelur dan mengeluarkan kotoran diamana saja mereka suka, asal sudah KEBELET ya disitulah dijatuhkan.


5. Tak Akan Melukai Kecuali Diganggu


Lebah tidak akan menyengat kecuali jika terganggu atau terancam. Dan, untuk mempertahankan diri, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Begitulah seorang mukmin: tidak akan membuat rusuh apalagi mencari musuh. Yang ia lakukan adalah mempertahankan diri jika diganggu.


Itulah pelajaran dan hikmah luar biasa yang Allah titipkan pada makhluk kecil bernama lebah, agar menjadi bahan renungan bagi kita semua.


" Tuhanmu mengilhamkan hepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon, dan di tempat-tempat yang dibangun manusia. Kemudian, makanlah dari bermacam buah-buahan. Dan, tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.’ Dari perut lebah itu keluar madu yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya mengandung obat yang menyembuhkan bagi manusia. Dalam yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang mau merenungi (al-NahI: 68-69).


Rasulullah saw bahkan menyebut lebah sebagai perumpamaan mukmin sejati. Beliau pernah berkata kepada para sahabatnya, “Orang beriman itu seperti lebah: hanya memakan makanan yang bersih, mengeluarkan yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak tempat yang dihinggapi,” (HR Ahmad, al-Hakim, dan al-Bazzar).