close

Silahkan kunjungi website program-program mulia kami, klik tombol dibawah ini

www.rumahyatimindonesia.org


Telp. 0265-2351868 | WA 0878 8555 4556

Monday 13 April 2015

Sukses Hakiki



Jadi…..SUKSES itu apa hakikatnya ? dan bagaimana meraihnya ?

Berikut ini gambaran DRAMA KEHIDUPAN, yang harus kita ketahui agar kita mampu memposisikan diri kita menjadi bagian dari orang yang SUKSES HAKIKI, dikutip dari buku " BERAGAMA DENGAN AKAL SEHAT " karya Agus Mustofa, sebuah buku yang layak kita baca dan kita miliki yang akan mengantar kita menuju KESADARAN BERAGAMA dan tidak terjebak dalam DOGMATISME.

Seluruh takdir kita sudah berada di dalam Lauh Mahfuzh. Allah telah menciptakan seluruh kemungkinan takdir yang akan kita lalui, sebelum kita diciptakan. Yaitu, bersamaan dengan terciptanya Alam Semesta, sebuah skenario Maha Besar. 

Allah juga telah menciptakan cara-cara untuk memperoleh takdir-takdir itu dengan hukum-hukum yang tak pernah berubah, berupa Sunnatullah - jalan cerita kehidupan. 


Dan Allah telah memberikan sebagian kehendak-Nya kepada kita - berupa fitrah dan talenta  agar kita mempunyai dorongan untuk memperoleh takdir-takdir itu. Maka, kalau mau disarikan, kurang lebih sebagai berikut : 

1. Bahwa hidup ini bagaikan sebuah drama dengan skenario maha raksasa. Sutradaranya cuma satu, pemainnya bermiliar-miliar. Setting-nya adalah seluruh Alam Semesta. Kameranya juga bertebaran di seluruh penjuru Alam Semesta.

2. Skenarionya berjalan selama bermiliar tahun kehidupan Alam Semesta, dan berjuta tahun di permukaan bumi. Pemainnya sudah berlalu melintasi berbagai generasi. Setiap kita cuma kebag ian tampil beberapa tahun saja.

3. Setiap generasi adalah drama. Setiap negara dan bangsa juga drama. Setiap masyarakat drama. Setiap keluarga juga drama. Dan kehidupan kita masing-masing pun adalah drama. 

4. Setiap kita menjadi aktor dan aktris yang memiliki peran sendiri-sendiri, sesuai dengan fitrah dan talenta yang diberikan. Kadang berada di fragmen yang sama, seringkali berada di frame yang berbeda. Tapi semua kita menuju kepada ending yang sama. Semua bakal berakhir di tangan Sang Sutradara.

5. Skenario ceritanya sudah menjadi sebuah buku. Buku itu sangat besar, yang ukurannya sebesar langit dan bumi. Semua cerita ada di dalamnya. Yang kecil maupun yang besar. Orang per orang maupun yang kolosal. Yang di awal kisah, maupun di bagian akhir cerita. Buku itu kita kenal sebagal buku induk segala drama, yaitu: Lauh Mahfuzh. 

6. Yang menarik, skenario itu dibagikan kepada para pemain bukan sebelum drama dimulai, melainkan bersamaan dengan drama yang sedang berlangsung. Karena itu, proses pembelajarannya adalah bagian dan isi cerita itu sendiri.

7. Bagaimanakah runtut cerita yang terjadi di dalamnya? Setiap orang. kurang lebih sama, yaitu melintasi ‘ruang kehidupan’, dibawa oleh ‘kereta waktu’ untuk menuju ke masa depan. Masingm asing diberi fasilitas bahan bakar ‘energi’ dan bekal ‘materi’ untuk melakukan aktifitas hidupnya. Tugasnya membawa ‘informasi rahasia’ berupa catatan hidupnya sendiri sebagai makhluk Tuhan. Semuanya sedang bergerak dari terminal pemberangkatan menuju terminal kedatangan membawa informasi-informasi rahasia dirinya itu untuk ditunjukkan kepada Sang Penguasa segala rahasia – Tuhannya, Mempertanggungjawabkan peran yang telah dilakoninya. 

8. Informasi-informasi rahasia itu berasal dan dalam kitab induk yang menjadi sumber skenario hidup kita sendiri. Siapa saja bisa memilih skenario yang diinginkannya, karena kitab itu berisi segaIa skenario yang akan kita perankan. Sebuah kitab yang sangat terbuka, dan berisi apa saja yang bakal terjadi dalam kehidupan kita. 

9. Semua pilihan peran ada di dalamnya. Proses yang bakal dilakoni juga sudah dijelaskan di dalamnya. Hasil akhir peran itu juga sudah ditunjukkan disana. Artinya. setiap orang yang memilih peran, sudah mengetahui bagaimana jalan cerita yang bakal dilakoninya, dan apa hasilnya.

10. Sayangnya. memang, tidak semua aktor dan aktris itu memiliki tingkat kepintaran yang sama sehingga ada yang dengan pintarnya memilih peran yang menyenangkan. jalan ceritanya juga menyenangkan, dan ending-nya pun berakhir dengan bahagia. Tetapi. nggak apa-apa karena Sang Sutradara cukup bijaksana. Yang tidak terlalu pintar untuk memilih peran diarahkan oleh-Nya. Yang sama sekali tidak mengerti. dipiIihkan peran yang sesuai dengan kemampuannya. Tetapi itu pun tidak masalah. karena yang dinilai bukanlah dia berperan sebagai apa. melainkan seberapa jauh keberhasilan dia di dalam menjalankan perannya. 

11. Sang Sutradara selalu aktif untuk mengikuti jalannya cerita dari balik layar. Dan selalu membimbing para pelaku agar tidak menyimpang dari peran terbaiknya. Jika ada yang kurang pintar menjalankan peran. maka Sang Sutradara selalu mengajarinya. Ketika diajari itu, ada yang memperhatikan. tetapi ada pula yang kurang perhatian. Sehingga meskipun sudah diajari beru lang-ulang tetap saja tidak mengerti. Tapi, itu pun tidak masalah, karena Sang Sutradara memiliki sifat yang Sangat Pemaaf, bahkan Sangat Pengampun untuk kesalahan-kesalahan yang fatal sekalipun yang penting, sang aktor tetap tahu kemana dia harus melangkah dalam perjalanannya. Jangan sampai dia tersesat sehingga lepas dari alur cerita, atau bahkan malah tergelincir keluar panggung. 

12. Aktor dan aktris yang sukses adalah mereka yang dengan cepat bisa mempelajari skenario, menjalankan dengan tepat dalam aktingnya, dan kemudian menyelesaikan perannya sesuai dengan tuntutan cerita. 

13. Dia akan dinobatkan sebagai pemain terbaik, dan kemudian mendapatkan piala penghargaan dari Sang Sutradara... 

Uraikan di atas, mudah-mudahan bisa memberikan gambaran utuh tentang bagaimanakah sebenarnya peta kehidupan ini, dimana posisi kita, apa peran yang kita lakonkan, seberapa besar derajat kebebasan yang kita miliki, dan kemudian apa yang harus kita lakukan untuk menggenggam kesuksesan hidup. 

Kesimpulan utamanya adalah, bahwa yang disebut kesuksesan itu sebenarnya bukanlah terpenuhinya segala ‘keinginan’, seperti kita bahas sebelumnya, melainkan keberhasilan setiap kita dalam menjalankan peran yang diberikan. Sebab, yang namanya ‘keinginan’ tidak akan menggiring kita kepada kesuksesan yang sesungguhnya. kecuali hanya fatamorgana kehidupan yang tidak ada habisnya. Bukan memperoleh air yang menyegarkan dan mengobati kehausan, tetapi malah membuat kita semakin haus dan kehabisan tenaga karena air tak kunjung diperoleh, sementara usia semakin senja.

Kesuksesan bukanlah terpenuhinya keinginan, melainkan terpenuhinya Kehendak Sejati di dalam diri. Kehendak Sejati itulah yang memberikan peran kepada kita. Peran itu diwujudkan dalam bentuk fitrah dan talenta. Apa itu fitrah? Dan apa itu talenta? 

Fitrah adalah sifat-sifat ketuhanan yang diberikan kepada manusia. Dengan sifat-sifat inilah manusia memiliki dorongan untuk berbuat kebajikan sebanyak banyaknya, meniru sifat-sifat Allah, sehingga terbentuk tatanan yang penuh rahmat, yang kita kenal sebagal misi universal rahmatan Iii alamin. 

Dorongan fitrah ini dimiliki oleh setiap orang. Asal mau jujur memahami dorongan dari dalam dirinya, maka setiap orang - apa pun bangsa dan agamanya - dia akan merasakan dorongan fitrah itu. dan tidak akan terjebak pada keinginan egoistik yang ditunggangi oleh aktor antagonis : lblis dan Dajjal. 

Yang kedua, selain dorongan fitrah, Allah memberikan talenta. Jika pada setiap orang terdapat dorongan fitrah yang sama, maka talenta berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang memiliki talenta sebagai ilmuwan, ada yang cenderung menjadi politikus. Ada yang senang bertani, berdagang, menjadi guru, artis, pandai besi, ahli bangunan dan sebagainya .

Gabungan antara fitrah dan talenta itulah yang membentuk peran masing-masing orang. Siapa saja yang bisa memahami talentanya dan menjalankan dengan mengikuti dorongan fitrahnya. maka dia akan menjadi orang yang sukses. Seluruh kekuatannya bakal mendorong dalam kehidupannya.

Kalau dia seorang pengusaha, dia akan menjadi pengusaha yang sukses. Bukan hanya untuk dirinya,  melainkan untuk meniru sifat-sifat Allah, menciptakan tatanan yang sejahtera dan memberi manfaat kepada masyarakatnya.  

Kalau dia ilmuwan, maka karya-karyanya bakal menjadi terobosan yang sangat mengagumkan dan menjadi jalan keluar bagi persoalan-persoalan kehidupan orang-orang di sekitarnya. 

Kalau dia jadi petani, maka dia akan menjadi petani sukses. Perhatiannya kepada kebutuhan masyarakat akan sumber-sumber pangan sangat besar, dialah khalifah yang ditunjuk Allah untuk berperan mengelola bumi agar menghasilkan pangan berkelimpahan tanpa merusak lingkungan seperti dewasa ini. 

Kalau dia pedagang, dia pedagang yang baik danjujur. Bukan hanya untuk mencari keuntungan pribadi, seperti para kapitalis dunia dewasa ini. Keserakahan mereka telah menghancurkan perekonomian dunia dan membawa korban meningkatnya kemiskinan, sementara mereka tetap kaya raya... dan seterusnya. 

Jadi, bagaimana cara meraih kesuksesan hidup itu ? 

Coba Kita berimajinasi dalam sebuah cerita fiksi yang menggambarkan drama kehidupan yang sedang kita lalui ini. 

Bayangkanlah bermiliar-miliar manusia sedang bersiap-siap melakukan perjalanan di sebuah terminal pemberangkatan. Setiap orang diberi kendaraan masing-masing, yang hanya bisa ditumpangi oleh satu orang. 
Kendaraan itu sangat canggih, semacam pesawat masa depan berukuran personal yang memiliki kemampuan tak terkira. Bahan bakarnya adalah ‘energi’ yang tak bisa habis, karena sumbernya berasal dan ‘lautan energi’ Alam Semesta. Kapan pun kita merasa pesawat ini mulai loyo, kita bisa langsung ngecharge dari Alam Semesta. Maka, dengan segera kendaraan kita menjadi bertenaga lagi. 


Pesawat pribadi ini bisa bermanuver dengan kelincahan dan gerakan yang juga tak terkira. Program-program untuk mengoperasikannya sangat canggih. Dan tidak memiliki setir atau kemudi, karena cara mengemudikannya hanyalah dengan ‘kehendak’. Jika Kita menghendaki pesawat ini bergerak, spontan bergeraklah dia. Jika Kita menghendaki berhenti, maka saat itu juga dia akan berhenti. Kalau Kita menghendakinya untuk melakukan manuver yang ekstrim, saat itu juga dia akan bermanuver. 

Inilah pesawat yang sangat mengerti Kita, dan apa pun akan dilakukannya sesuai dengan kehendak yang terpancar dari pikiran dan perasaan Kita. Sengaja maupun tidak sengaja. Bakal mencelakakan atau pun tidak. Karena itu, Kita harus ekstra hati-hati, dan tidak boleh lengah dalam menjalankannya..!!

Setiap orang diberi bekal yang cukup berupa ‘materi’ apa saja yang menjadi kebutuhannya. Kalau kurang, kekurangannya bisa diambil dari Alam Semesta seberapa pun dibutuhkan. Pasokannya tidak akan pernah habis, karena ini berasal dari ‘lautan energi’ Alam Semesta yang diubah secara canggih menjadi ‘materi’.

Kemana Kita harus melakukan perjalanan? Di komputer pesawat itu sudah diberikan ‘informasi’. Rutenya terserah Kita. Setiap rute bakal memberikan konsekuensi yang berbeda. Disana sudah diberikan petunjuk berupa rambu-rambu dengan segala informasi yang terkait dengan perjalanan itu. Juga, ada tabel yang berisi jadwal segala macam pertunjukan dan atraksi yang bakal Kita temui sepanjang perjalanan... 

Dan perlu Kita ketahui, perjalanan ini adalah perjalanan melintasi lorong waktu, dari masa lalu ke masa depan. Terminal keberangkatannya berada di masa lalu, sedangkan terminal terakhirnya berada di masa depan. Perjalanan waktu itu sudah berlangsung, sedang berlangsung, dan masih akan terus berlangsung sampai permainan usai. 

Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda. Ada yang harus menempuh perjalanan waktu 100 tahun. Ada yang 70 tahun. Ada yang 30 tahun. Atau ada pula yang Cuma 10 tahun. 

Itu tidak masalah, karena Kita bisa memacu pesawat Kita untuk melintas pertunjukan sebanyak-banyaknya. Kita boleh memacu pesawat dengan kecepatan tinggi asal tidak menabrak pesawat lain, sehingga celaka. Atau Kita ingin pelan-pelan saja - biar lambat asal selamat - itu semua terserah Kita. 

Bisa saja, orang yang hanya diberi waktu 30 tahun sudah melintasi banyak pertunjukan dalam perjalanannya dibandingkan dengan orang-orang yang sudah berjalan selama 70 tahun. Dan sangat boleh jadi, dia mengatakan: ‘perjalananku selama 30 tahun in! sangat menyenangkan, dan berakhir dengan kemenangan...’

Tapi boleh jadi juga, perjalanan 30 tahun itu berakhir dengan kecelakaan yang mengerikan karena ia kebut-kebutan dan tidak peduli pada rambu-rambu yang seharusnya dia taati. Bukan hanya dia yang jadi korban, tetapi demikian  banyak orang tertabrak pesawatnya dan kemudian menimbulkan kekacauan..! 

Lalu, bagaimanakah bisa Sukses dalam perjalanan tersebut ? Kira-kira demikian:

1. Sebeum berangkat, Kita akan mempelajari dulu jadwal-jadwal atraksi yang ingin Kita saksikan sepanjang perjalanan, dan merencanakan untuk menyaksikannya. Karena di akhir perjalanan, Kita harus melaporkan seluruh pengalaman perjalanan Kita itu.

2. Karena atraksi-atraksi itu tersebar di seluruh penjuru ruang angkasa, maka Kita mesti menentukan rute yang harus ditempuh agar bisa menyaksikan pertunjukan yang Kita inginkan tepat waktu, di posisi yang paling enak.

3. Sayangnya, rute pesawat tidak sama dengan rute perjalanan darat - mobil atau kereta. Jika Kita naik mobil atau apalagi kereta. dengan mudahnya Kita mengambil rute perjalanan sesuai dengan jalan raya atau rel kereta. Rute pesawat lebih luas kemungkinannya, sehingga Kita mesti menciptakan sendiri arah jalan pesawat Kita. Mau ke depan, ke belakang. belok kanan dan kiri, atau naik ke atas dan meluncur ke bawah. terserah kepada Kita. Jumlah kombinasinya tak berhingga. Dengan kata lain, rutenya adalah sekehendak’ Kita. Tapi nggak masalah karena pesawat sudah di rancang untuk bisa bermanuver sesuka hati. 

4. Setelah itu, Kita mesti mempelajari cara kerja pesawat. Jangan sampai Kita tidak paham bagaimana mengoperasikan kendaraan Kita cendiri, dan kemudian bermasalah selama perjalanan. Pelajari cara-cara mengoperasikannya pahami rambu-rambunya, dan bagaimana supaya Kita bisa bermanuver secara efisien tetapi memperoleh hasil paling memuaskan. 

5. Kalau semua sudah Kita pahami, maka itulah waktunya Kita berangkat. Sayangnya, Panitia perjalanan tidak membolehkan mempelajari semuanya itu sebelum berangkat, melainkan harus dipelajari sambil berangkat. Jadi bisa dibayangkan betapa rumitnya apa yang harus dilakukan. Di satu sisi, Kita harus belajar mengoperasikan pesawat yang demikian canggihnya, di sisi lain Kita harus segera paham rambu-rambu perjalanan. sekaligus melihat jadwal pertunjukan dan menentukan skala prioritas rutenya. 

6. Maka yang terjadi adalah trial and error. Dicoba-coba, kalau salah ya dibetulkan terus dicoba coba lagi kalau gagal ya diulangi. Dicoba coba lagi kalau benar diteruskan. Ya sudah, nggak apa-apa, karena memang begitulah peraturannya. Karena ‘Sang Panitia’ juga sangat memahami situasinya dan memaafkan kesalahan-kesalahan yang kita buat tanpa sengaja. 

7. Jadi bisa Kita bayangkan apa yang terjadi dalam perjalanan trial and error itu. Bermiliar miliar pesawat canggih dikendalikan oleh para pengemudi pemula yang masih belajaran. Tentu semrawut luar biasa. 

8. Untungnya, kita sudah punya skill minimal. Bawaan fitrah kita, dan bakat mengemudi dengan cara masing-masing. Sehingga proses coba-coba itu terjadi tidak terlalu lama. Kecuali, beberapa orang yang memang ndablek dan cuek.

9. Maka melesatlah miliaran pesawat-pesawat canggih di angkasa yang bebas hambatan. Semuanya ingin bermanuver untuk melakukan perjalanannya masing-masing. Ingin menyaksikan berbagai atraksi yang terjadi di seluruh penjuru angkasa. Berebut acara-acara favorit menjadi tujuan sebagian besar orang. Maka melesatlah mereka menuju satu titik yang sama dan tak bisa terhindarkan terjadi tabrakan maut secara beruntun yang membawa banyak korban... 

10. Tidak membuat jera. Miliaran pesawat tetap melesat-lesat di angkasa raya menuju tempat empat pertunjukan yang banyak peminatnya. Lagi-lagi terjadi accident yang membawa banyak korban. Tidak juga jera, kejadian semacam itu berulang-ulang terjadi. Ternyata kita tidak cukup pintar untuk melakukan koordinasi. Setiap kita ingin agar pesawat kita yang memperoleh posisi terbaik, datang paling awal dan memperoleh fasilitas maksimum. Hasilnya selalu sama: crash. Ternyata semua kita tidak cukup pintar, terutama kalau terkait dengan kepentingan orang banyak. Yang muncul selalu kepentingan orang per orang, atau kelompok per kelompok. Demikian bertahun tahun sampai waktu permainan hampir usai. 

11. Akhirnya, Panitia penyelenggara merasa perlu untuk turun tangan. Bergemalah suara di penjuru angkasa raya, bahwa panitia akan segera memberikan fasilitas UPS (Universal Positioning System), yaitu alat yang bisa membantu mendeteksi posisi selama melakuk an perjalanan angkasa itu. Dengan alat itu setiap kita akan bisa mendeteksi posisi pesawat lain secara tepat. Juga bisa mendeteksi situs-situs pertunjukan dimana pun berada. Harapannya, kita tidak mengalami tabrakan maut lagi, karena bisa mengukur posisi dan kecepatan. Maka, setiap pesawat diperintahkan untuk mengaktifkan radar agar bisa menangkap sinyal UPS. Biar semuanya selamat dan permainan menjadi lebih cantik. 

12. Maka siapa saja yang memanfaatkan kecanggihan UPS dan sistem radar yang ada di pesawatnya, dia bakal selamat. Sedangkan yang hanya mengandalkan kehendaknya sendiri mengalami kecelakaan terus menerus. Ternyat a benar. sistem UPS dan radar itu berhasil menurunkan angka kecelakaan. Kenapa bisa begitu? Karena kecanggihan pesawat yang digerakkan dengan sistem ‘kehendak’ ini menjadi tidak maksimum ketika setiap pengemudi mengendalikannya berdasar kehendaknya sendiri-sendiri. Kepentingan orang per orang itulah yang menyebabkan terjadinya kecelakaan dari waktu ke waktu dan tak bisa diatasi oleh para pengemudi itu sendiri. Dan ini baru bisa diatasi ketika panitia penyelenggara membuat kebijakan untuk menggunakan UPS berdasarkan kepentingan bersama. 

13. Jadi intinya, jika kita ingin selamat sampai di terminal terakhir. jangan menggunakan kehendak semau gue. Meskipun pesawat Kita bisa melaju kencang dan bermanuver dengan hebat. justru itulah yang akan menjadi sumber malapetaka yang menghancurkan Kita sendiri. Yang harus dilakukan adalah mengatur kehendak kita sedemikian rupa. sehingga kita tetap berada di dalam koridor UPS. Karena sesungguhnya operator UPS itulah yang tahu apakah kita bakal bertabrakan dengan pesawat lain ataukah tidak. Dia juga yang tahu apakah pesawat kita sedang berada di lintasan yang benar dan menuju situs-situs atraksi yang terbaik. Dan dia juga yang tahu, kapan atraksi-atraksi menarik dimulai, sehingga apakah kecepatan pesawat kita perlu dikurangi atau ditambah agar melintas di lokasi itu tepat pada saat acara sedang berlangsung. Dan berbagai data penting Iainnya yang mengoordinasikan seluruh permainan itu. 

14. Ternyata, kesuksesan hanya milik mereka yang mau mendengarkan dan menjalankan petunjuk dari Sang Penyelenggara permainan. Karena sesungguhnya Dialah yang paling tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan. Dengarkan petunjuk dan arahan-Nya, aktifkan radar pikiran dan perasaan serta tempatkan keinginan pribadi di dalam bingkai Kehendak-Nya, lnsya Allah selamatlah Kita dalam perjalanan sampai ke terminal yang terakhir 

“ SegaIa puji  bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagiNya segala puji di Akhirat. Dan Dia-!ah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Dia mengetahi apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari  Iangit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun 

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami, Katakanlah: “Pasti  datang, demi Tuhanku yang mengetahui  yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).  

Supaya Allah memberi balasan kepada orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia “ . ( QS. Saba : 1-4 ).